THE MUJAHIDEEN POISONS HANDBOOK

THE MUJAHIDEEN POISONS HANDBOOK.


File Size:140.5 Kb

http://www.salafishare.com/293LSCX36UUU/F7GQVRG.rar

Password is:

fightanddieforallah

166 ways how to make home made bombs….

http://www.salafishare.com/29889FAR8ESS/H62AJY8.PDF

أين أنتم ياأسود الاعلام لا يؤتين الاسلام من قبلكم

Film Dokumenter Frontline

Bismillahirrohmanirrohim

Film dokumenter yang diproduksi Frontline mengisahkan tentang peperangan di Afghanistan dan Al-Qaidah. Menampilkan sejumlah komentar perang oleh pengamat dan pejabat militer barat. Film ini dikisahkan menggunakan bahasa Inggris tapi lebih banyak menampilkan kejadian-kejadian lapangan.

The War Briefing

Film dokumenter yang mengisahkan kemenangan-kemenangan Al-Qaidah di Afghanistan.

Download
548.04 MB

http://www.archive.org/download/film…_New_Front.avi
http://gettyfile.ru/264502/
http://gettyfile.ru/264505/
http://gettyfile.ru/264507/
http://www.fileflyer.com/view/Pl5RGBT
http://www.2shared.com/file/5076358/…_Briefing.html
http://www.2shared.com/file/5076378/…_Briefing.html
http://www.2shared.com/file/5076395/…_Briefing.html
http://www.fileflyer.com/view/w5NTPCo
http://www.badongo.com/vid/1030280
http://www.2shared.com/file/4910880/…/esd-flwb.html
http://gettyfile.ru/254652/

Transkrip

http://www.pbs.org/wgbh/pages/frontl…tc/script.html

Al-Qaeda’s New Front

Film dokumenter yang sangat terkenal dan mendapatkan sejumlah penghargaan. Film yang memperlihatkan bagaimana Al-Qaidah tumbuh dan berkembang, dan juga memperlihatkan sejumlah pimpinan Al-Qaidah yang berada di Eropa. Mengisahkan perencanaan bom Madrid yang sempurna dan menceritakan beberapa pimpinan Al-Qaidah yang ditangkap di Italia dengan tuduhan keterkaitan mereka dengan kelompok-kelompok Spanyol dalam pengeboman Madrid. Terdapat juga pelajaran mengenai intelijen dalam melakukan pengawasan beberapa elemen apakah itu di Arab (Saudi, Mesir, Suria, Libanon . . ) maupun di negara-negara Eropa (Prancis, Britain, Spanyol . . ).
Video yang sangat penting dan sampai pada level ‘Harus Anda Saksikan’. Jangan sampai terlewatkan!

Download
598.89 MB

http://www.archive.org/download/film…r_Briefing.avi
http://gettyfile.ru/264511/
http://gettyfile.ru/264514/
http://gettyfile.ru/264515/
http://www.2shared.com/file/5076640/…New_Front.html
http://www.2shared.com/file/5076656/…New_Front.html
http://www.2shared.com/file/5076662/…New_Front.html
http://www.fileflyer.com/view/3kqiyA0
http://www.badongo.com/vid/1033938
http://www.2shared.com/file/4934413/…HongBearr.html
http://www.fileflyer.com/view/td5dsBo

Transkrip

http://www.pbs.org/wgbh/pages/frontl…tc/script.html

Download Page

http://www.archive.org/details/film_…_haj_frontline

asiknya lihat roket

Cekidot, ini lagi ingin cerita para mahasiwa asal indo yang lagi pada kuliah di Yaman sana, tepatnya mereka ada di Sanaa sekarang, para pemuda itu walaupun dari beberapa daerah di indo sini, tapi mereka semua pernah “terkonsentrasi” selama beberapa tahun di kotaku ini. Nah karena ada kawan dekat saya lagi yang bulan depan berangkat ke sana maka saya pingin posting sesuatu soal Yaman.

Beberapa hari ini saya lagi sering ceting sama mereka, saling berbagi kabar, kadang mereka ada yang titip pesen ke ortunya, nah saya disuruh nyampaikan.

lihat_roketKabar terakhir adalah, di Yaman sana kabarnya juga akan terjadi perang. Yaman terbagi dua, Yaman selatan dan Yaman utara. Yaman selatan adalah basis Al Qaeda (nenek moyang dari Syaikh Usamah bin Ladin) dan Yaman utara tempatnya orang-orang komunis, sekuler, pokoknya basis pemerintah. Nah pemerintah tu mau nyerbu ke Yaman selatan. Disamping itu ada gambar anak-anak itu lagi nongkrong terus diatasnya lewat sebuah roket, entah nanti mau meledak dimana.

Lah, padahal anak-anak indo calon dai mujahid itu sekarang lagi belajar dan lokasinya ada di Sanaa, Yaman utara, piye donk? ah tak apa lah.

Yang lucu gini, tiap saya dan anak2 itu mau chat mesti nggak bisa sinkron, biasa lah perbedaan waktu, di sini udah tengah malam lebih dan waktunya meneparkan diri, eh disana lagi solat magrib ato isya’ terus disambung makan malam.  Jadi saya udah ngantuk mereka abis kenyang dan lagi semangatnya untuk ngobrol hihihihi.

Perhatian-Perhatian

pamflet-tadzkirah-final

Andai Kartini Khatam Mengaji…

Andai Kartini Khatam Mengaji…

Sejarah, penggal waktu yang telah ditinggalkan. Sejarah, hanyalah saksi bisu yang bergantung pada kacamata manusia untuk membacanya. Sejarah bisa berarti beda jika kacamata baca manusia juga berbeda. Adalah sebuah keharusan untuk membaca sejarah secara obyektif berdasarkan fakta. Demikian halnya dengan perjuangan Kartini. Benarkah Kartini menginginkan kaum wanita mengejar kesetaraan kedudukan dengan kaum laki-laki di semua bidang ?

Obyektifitas adalah syarat utama untuk mengkaji sebuah sejarah. Tanpa ada semangat obyektifitas, sebuah peristiwa sejarah dapat dimaknai dan disalahgunakan sesuai dengan kepentingan pihak yang bersangkutan. Untuk mendukung sebuah pendapat atau mewujudkan sebuah tujuan, kisah sejarah bisa dipenggal, dihilangkan atau justru ditambahi penekanan pada bagian-bagian tertentu. Penyusunan sejarah seperti ini hanya akan mengantarkan masyarakat kepada sebuah kesimpulan yang salah, bukan kepada pelajaran sebenarnya yang ada dibalik kisah kehidupan sang tokoh.

Demikian halnya dengan sejarah perjuangan R.A Kartini. Selama ini yang dipahami dan dicatat dari perjuangan Kartini adalah semangat emansipasi untuk menjadikan kaum wanita mempunyai hak yang sama dan sejajar dengan kaum laki-laki. Sehingga yang terlihat kemudian adalah wanita Indonesia yang tergopoh-gopoh untuk menempatkan diri pada posisi-posisi yang didominasi oleh kaum pria. Kata “emansipasi” telah bergeser kearah liberal, gender, feminisme dan ide-ide penentangan terhadap fitrah kaum wanita yang memang berbeda dengan lawan jenisnya.

Kartini, Antara Dominasi Adat dan Pengaruh Barat

Menelisik kehidupan seorang tokoh tak terlepas dari lingkungan internal dan eksternal yang membentuk kepribadiannya. Kartini tumbuh dalam dua suasana dan pemikiran yang saling bertentangan satu dengan yang lain. Sebagai keturunan ningrat, Kartini tumbuh di lingkungan yang kuat dengan adat istiadat.

Di satu sisi, keningratan yang ada padanya, memungkinkan Kartini untuk memiliki teman-teman dari Belanda yang mengagungkan kebebasan. Dari surat-surat Kartini yang terhimpun, nampak bahwa jalinan persahabatan ini telah menyumbangkan sebuah pemikiran tersendiri bagi perkembangan dirinya.

Kartini tumbuh di lingkungan Jawa yang teguh memegang adat-istiadat. Di tengah kuatnya dominasi adat, Kartini berani berdiri untuk menantang semua adat itu. “Peduli apa aku dengan segala tata cara itu… segala peraturan, semua itu bikinan manusia, dan menyiksa diriku saja. Kau tidak dapat membayangkan bagaimana rumitnya etiket di dunia keningratan Jawa itu… tapi sekarang mulai dengan aku, antara kami (Kartini, Roekmini, dan Kardinah) tidak ada tata cara lagi. Perasaan kami sendiri yang akan menentukan sampai batas-batas mana cara liberal itu boleh dijalankan” (Surat Kartini kepada Stella, 18 Agustus 1899).

Kartini memahami bahwa setiap manusia sederajat dan mereka berhak untuk mendapat perlakuan yang sama. Kartini menolak adat Jawa yang membedakan manusia berdasarkan asal keturunannya.

Kebencian Kartini terhadap segala bentuk etiket yang diskriminatif, mendorongnya untuk mengintip nilai-nilai yang berlaku di kalangan teman-teman Belandanya. Kartini menganggap bahwa peradaban mereka lebih tinggi dibandingkan masyarakat Jawa. Hal ini terungkap dari petikan suratnya “Orang kebanyakan meniru kebiasaan orang baik-baik; orang baik-baik itu meniru perbuatan orang yang lebih tinggi lagi, dan mereka itu meniru yang tertinggi pula ialah orang Eropa” (Surat Kartini kepada Stella, 25 Mei 1899).

Tak salah jika Kartini memiliki kesimpulan seperti itu. Penjajah Belanda telah berhasil menanamkan rasa rendah diri kepada masyarakat pribumi. Diskriminasi yang dilakukan Belanda telah mengajarkan bahwa pribumi atau bangsa Timur adalah rendah dan bangsa Barat adalah mulia.

Kartini menyimpulkan bahwa pangkal kemunduran dan rasa rendah diri yang dialami oleh masyarakat adalah mundur dan minimnya pendidikan yang mereka rasakan. Kaum pribumi adalah kaum terbelakang dan bodoh. Pendidikan menjadi hak paten bagi kalangan ningrat dan para penjajah.

Titik tolak perjuangan Kartini diawali dengan membenahi pendidikan di kalangan pribumi, tak terkecuali kaum wanita. Kartini membuat nota yang berjudul “Berilah Pendidikan Kepada Bangsa Jawa” kepada pemerintah kolonial. Dalam nota tersebut, Kartini mengajukan kritik dan saran kepada hampir semua Departemen Pemerintah Hindia Belanda, kecuali Departemen angkatan Laut (Marine). Kartinipun merasa perlu untuk belajar ke Barat. “Aku mau meneruskan pendidikanku ke Holland, karena Holland akan menyiapkan aku lebih baik untuk tugas besar yang telah kupilih” (Surat Kartini kepada Ny. Ovink Soer, 1900).

Barat telah menjadi panutan dan kiblat Kartini untuk melepaskan diri dari kungkungan adat. “Pergi ke Eropa. Itulah cita-citaku sampai nafasku yang terakhir” (Surat Kartini kepada Stella, 12 Januari 1900). Namun cita-cita ini harus kandas di tangan para sahabat-sahabatnya yang tak menginginkan Kartini memiliki pemahaman lebih maju lagi.

Pergolakan Pemikiran Setelah Mengenal Islam

Sulit bagi Kartini untuk bertahan di lingkungan yang bertentangan dengan pemikirannya. Di tengah kuatnya kungkungan adat dan derasnya serangan pemikiran Barat, Kartini mencoba mencari jawaban.

Tahun-tahun terakhir sebelum wafat, Kartini menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang bergolak di dalam pemikirannya. Ia mencoba mendalami ajaran yang dianutnya, yaitu Islam. Ajaran Islam pada awalnya tak mendapat tempat di benak Kartini. Hal ini dikarenakan pengalaman yang tak mengenakkan dengan Sang ustadzah. Sang ustadzah menolak menjelaskan makna ayat yang sedang diajarkan.

“Mengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan apa ? Agama Islam melarang umatnya mendiskusikannya dengan umat agama lain. Lagi pula sebenarnya agamaku karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya ? Al Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab.

Di sini orang diajar membaca Al Quran tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibacaya itu. Sama saja halnya seperti engkau mengajarkan aku buku bahasa Inggris, aku harus hafal kata demi kata, tetapi tidak satu patah kata pun yang kau jelaskan kepadaku apa artinya. Tidak jadi orang sholeh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang yang baik hati, bukankah begitu Stella ?” (Surat Kartini kepada Stella, 6 November 1899).

Namun, pertemuannya dengan kyai Haji Mohammad Sholeh bin Umar, seorang ulama besar dari Darat, Semarang, telah merubah segalanya. Kartini tertarik pada terjemahan Surat Al Fatihah yang disampaikan sang kyai. Kartinipun mendesak salah satu paman untuk menemaninya bertemu sang kyai. Berikut adalah petikan dialog antara Kartini dan Kyai Sholeh Darat, yang ditulis oleh Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat.

“Kyai, perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya?”. Tertegun Kyai Sholeh Darat mendengar pertanyaan Kartini yang diajukan secara diplomatis itu. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?” Kyai Sholeh Darat balik bertanya. “Kyai, selama hidupku baru kali ini aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan main rasa syukur hatiku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al_Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Setelah pertemuannya dengan Kartini, Kyai Sholeh Darat tergugah untuk menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Jawa. Pada hari pernikahan Kartini, Kyai Sholeh Darat menghadiahkan terjemahan Al-Quran (Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran), jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai dengan surat Ibrahim. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya. Tapi sayang tidak lama setelah itu Kyai Sholeh Darat meninggal dunia, sehingga belum selesai diterjemahkan seluruh Al Quran ke dalam bahasa Jawa.

Andai saja Kartini sempat mempelajari keseluruhan ajaran Islam (Al Quran) maka tidak mustahil jika ia akan menerapkan semaksimal mungkin semua kandungan ajarannya. Kartini sangat berani untuk berbeda dengan tradisi adatnya yang sudah terlanjur mapan. Kartini juga memiliki modal ketaatan yang tinggi terhadap ajaran Islam. Pada mulanya beliau adalah sosok paling keras menentang poligami. Tetapi setelah mengenal ajaran Islam, beliau mau menerimanya.

Upaya Meneladani Kartini

Upaya untuk menerjemahkan perjuangan Kartini oleh kaum wanita sekarang ini nampaknya telah melampaui batas. Petikan surat Kartini berikut ini menegaskan kesalahan penterjemahan kaum wanita Indonesia.

“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama” (Surat Kartini kepada Prof. Anton Dan Nyonya, 4 Oktober 1902).

Tak ada sepatah katapun dalam surat tersebut yang mengajarkan wanita untuk mengejar persamaan hak, kewajiban, kedudukan dan peran agar sejajar dengan kaum pria. Kartini memahami bahwa kebangkitan seseorang ditandai oleh kebangkitan cara berfikirnya. Kartini mengupayakan pengajaran dan pendidikan bagi wanita semata-mata demi kebangkitan berfikir kaumnya agar lebih cakap menjalankan kewajibannya sebagai seorang wanita.

Atas nama perjuangan Kartini, para wanita justru terjebak pada nilai-nilai liberalisasi dan ide-ide Barat yang justru ditentang oleh sang pahlawan. Perjuangan yang kini dilakukan oleh para feminis, pembela hak-hak wanita sangat jauh dari ruh perjuangan Kartini. Kartini tidak menuntut persamaan hak dalam segala bidang. Kartini hanya menuntut agar kaum wanita diberi hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Tak lebih dari itu.

Kartini bertekad untuk menjadi seorang muslimah yang baik dengan memenuhi seruan Surat Al Baqarah ayat 193. Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya telah mendoronganya untuk merubah diri dari pemikiran yang salah kepada ajaran Allah. Tak berlebihan jika kita menyimpulkan bahwa tujuan Kartini adalah mengajak setiap wanita untuk menjadi muslimah yang memegang teguh ajaran agamanya.

“…, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna ? dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?” (Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902). [red]

-dakwahkampusmalang-

Pilih Islam atau demokrasi?

pilih-islam-atau-demokrasi

Audio Ceramah Ustadz Abdullah Sungkar rahimahullah

Alhamdulillah sudah ada yg upload, sebenarnya saya mau upload file rekaman ceramah Ustad Abdullah Sungkar milik saya sendiri, eh di forum kok sudah ada yg upload. Tapi nggak tahu juga apa isinya sama dengan yang punyaan saya. Sebenarnya saya masih ada warisan kaset-kaset rekaman Ustad Abdullah Sungkar dari almarhum babe, masih ada sekitar satu tas kresek besar. Hebatnya ini direkam sebelum saya lahir dan sebelum beliau hijrah ke Malaysia. Ya sudah bagi yang berminat dengan rekaman mp3 ceramah Ustad Abdullah Sungkar Allahuyarkham silakan donlot dari link-link di bawah ini, saya ambil dari forum ummahq.

Download Page

http://www.archive.org/details/audio_abdullah_sungkar

Satu File Zip
89.98 MB

http://fdcupload.com/hhmp54l7neuy/Us…ungkar.zip.htm
http://fdcupload.com/6zsgjgf1oc5n/Us…ungkar.zip.htm
http://fdcupload.com/mxpdl8c8e6n2/Us…ungkar.zip.htm
http://gettyfile.ru/270837/
http://www.fileflyer.com/view/YSv5BCj
http://www.2shared.com/file/5165613/…h_Sungkar.html
http://flyupload.flyupload.com/?fid=196960175
http://www.zshare.net/download/57541784d8c5b554/
http://www.rapidspread.com/file.jsp?id=6qfwpkb6b9

Jangan lupakan kami dalam doa shalih antum sekalian

Saudara kalian
Muntadal Ummah Al-Islamy
Liharbil I’lam Al-Jihady

Oh ya, ada cerita menarik soal ceramah Ustad Abdullah Sungkar Allahuyarkham, begini , ada seorang pemuda yang kerja di sebuah rental komputer,  pemuda ini sering bergaul dengan orang-orang salapi yang sering mengata-ngatain orang-orang semacam Abdullah Sungkar Allahuyarkham atau Ustad Abu Bakar Ba’asyir sebagai kahwarij, orang yang kasar dan sebutan-sebutan jahat lainnya. Pemuda ini sering mendapat cerita seperti itu dari kawan-kawannya yang salapi.

Suatu saat pemuda penjaga rental komputer ini mendapat beberapa rekaman ceramah mp3 Ustad Abdullah Sungkar Allahuyarkham, kemudian dia dengarkan sendiri ceramah-ceramah beliau. Setelah beberapa saat dia menyimpulkan bahwa kawan-kawannya yang salapi itu pada ngawur semua dan tuduhan-tuduhan mereka itu sangat sesat.

Nah itu cerita sedikit, dari seorang pemuda yang telah tersadarkan dari jeratan sekte salapi murjiah. Ini bukan cerita saya lho, tapi kakak saya nyeritakan ini kepada saya beberapa saat lalu. Oke sampai ketemu lagi, Wassalamualaikum.