DURAHMAN TERIMA HADIAH PELINDUNG ZIONIS

Ahad, 4 Mei 2008 lalu, Abdurahman Wahid alias Durahman (panggilan akrab pamannya, KH Yusuf Hasyim) bersama istrinya Shinta Nuriyah, berangkat ke Amerika guna menghadiri undangan LSM Yahudi Internasional, Simon Wiesenthal Center (SWC). Kepentingannya, menerima penghargaan dari lembaga zionis itu terkait misi pluralisme-nya di Indonesia. Penghargaan oleh lembaga Yahudi itu dianggap salah satu pencapaian kerja keras Durahman menyebarkan faham anti Syariat Islam. “Sebelumnya ada 12 aktivis yang menerima. Enam di antaranya memperoleh Nobel Perdamaian di kemudian hari,” kata Durahman dalam jumpa pers di Kantor PBNU Jl. Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (3/5).

Selama satu minggu, selain ke AS, mantan Presiden RI yang jabatannya dicopot paksa oleh DPR itu, juga singgah di Universitas George Washington dan bertemu sejumlah senator di AS. Termasuk menemui Barack Obama. Agendanya, adalah membincangkan situasi keagamaan terkini di Indonesia.

SWC adalah satu LSM Yahudi Internasional yang didirikan untuk melindungi kepentingan Yahudi di seluruh dunia. Lembaga yang bermarkas di Los Angeles ini sudah diakui oleh lembaga-lembaga Internasional lainnya. SWC pernah mengklaim berkekuatan 400.000 kader Yahudi di AS dan sudah terakreditasi PBB, UNESCO, serta Konsul Eropa.

LSM berlogo Bintang Daud yang memiliki asset $ 66.193.619 itu juga memiliki sejumlah program yang mengatasnamakan perlindungan HAM. Dan tentu saja, mengkampanyekan Yahudi dan Israel ke seluruh penjuru dunia. Tak hanya dikenal dekat dengan Durahman, SWC sudah lama terlibat kegiatan di Indonesia. LSM underbow Yahudi ini sudah sering mensponsori sejumlah kegiatan di Indonesia.

Beberapa waktu lalu LSM ini pernah menjadi fasilitator diskusi yang menghadirkan Rabbi Abraham Cooper dengan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat, Pendeta Muji Sutrisno, dan Soegeng Sarjadi. Selain itu, juga menjadi salah satu sponsor konferensi antar agama yang di gelar di Bali pertengahan 2007 guna mengkampanyekan masalah Holocoust.

Bersama pemimpin spiritual Hindu, Sri Ravi Shankar, dan Direktur The Pardes Institute of Jewish Studies, Rabbi Daniel Lande.

“Jadi, kita selesai seminar, tadi pagi, saya bilang kepada salah seorang penyelenggara seminar, Colin Tail, orang Amerika, bahwa kita harus bikin pernyataan membela Holocoust,” demikian pernyataan Durahman seperti dikutip di Radio Nederland Wereldomroep, kala itu.

SWC juga menjadi sponsor kunjungan 5 orang ormas Islam ke Israel. Di antaranya Dr. Syafiq Mugni (Dosen IAIN Sunan Ampel), Dr. Abdul A’la yang juga dianggap mewakili NU. Selama di Israel, delegasi melakukan sejumlah ritual Islam maupun Yahudi dan ikut perayaan makan malam Hannuka dan ikut menari di Hesder Yeshiva, Kiryat Shmona.

Yahudi Anti Zionis

Durahman terlihat kian memelas ketika ia dengan bangga menerima penghargaan dari satu komunitas Negara yang oleh penduduknya sendiri diharapkan untuk dibubarkan. Menurut juru bicara Neturai Karta London, Rabbi Aharon Cohen, “Entitas Israel yang sekarang ada harus dibubarkan secara damai dan secepatnya. Hanya dengan cara itulah, kita semua di Timur Tengah dan dunia lain bisa hidup dengan damai.”

“Biarkan bangsa Palestina yang tercerai-berai kembali pulang dan menentukan masa depannya. Karena tidak ada justifikasi bagi umat Yahudi untuk mendirikan Negara Israel. Apalagi dengan menggunakan bahasa kekerasan, pengusiran dan pembantaian bangsa Palestina, mulai dari Yahudi, Kristen, dan Muslim yang sebelumnya hidup berdampingan dengan damai,” lanjut Cohen yang berbicara dalam prakonferensi internasional Freedom and Right of Return: Palestine and 60 Years of Ethnic Cleansing, di Jakarta, Senin (12/5).

Pada 5 April lalu, Al Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional, mengadakan pertemuan di rumahnya yang terletak di Ibu Kota Qatar, Doha, dengan tiga orang Rabbi Yahudi asal Inggris. Para Rabbi Yahudi yang bertemu dengan Al Qaradhawi antara lain adalah Aharon Cohen, Israel Dovid Weis, Dovid Shalmo Fildman.

Mereka menamakan diri dengan Yahudi Rabbani, dan menyebut sebagai Yahudi anti Zionis. Dalam pertemuan itu mereka mengenakan tulisan “Saya Yahudi, bukan Zionis”. Selain mengunjungi Al Qaradhawi, para Rabbi itu juga mengunjungi stasiun Al Jazeera. (Team Risalah Mujahidin edisi 20)

3 Tanggapan

  1. [...] dunia di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar seperti Indonesia. Silakan baca di sini, sini. Dia juga pernah mengusulkan untuk membubarkan MUI, silakan buktikan di sini. Dan keanehan lainnya [...]

  2. [...] dunia di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar seperti Indonesia. Silakan baca di sini, sini. Dia juga pernah mengusulkan untuk membubarkan [...]

  3. I dont usually reply to posts but I will in this case. WoW :)

Tinggalkan Balasan