ke jepang

Semalam pas ane lagi GOIP (Gentayangan Over Internet Protocol), temanku dari ngawi itu OL lagi, ya sudah kita ngobrol-ngobrol lewat YM saja. Dia sekarang lagi kursus bahasa jepang, katanya mau melanjutkan kuliah atau kerja di jepang (jadi TKI hi hi). Sebenarnya ane dulu pas awal kuliah sampai menjelang akhir juga masih punya hasrat untuk melanjutkan atau mencari beasiswa ke jepang bareng beberapa teman. Sudah berbagai informasi dan tetek bengek dicari dan dipelajari untuk nantinya bekal disana.

Tapi seiring berjalannya waktu rencanaku pupus, kalau temanku tetap mau berangkat. Pas dia tanya, ente jadi ke jepang ? jawabku, enggak lah, ane mo ke Pakistan saja he he, ke Khyber Pass di desa Darra tepatnya ,ada sesuatu disana yang menarik buatku. Sebagian kawanku ada yang melanjutkan ke jepang dan dulu yang membuatku tertarik adalah saat mereka pulang mereka banyak yang membawa “sampah teknologi” dari jepang sana, notebook bekas misalnya, tapi yg masih bagus-bagus. Namun sekarang itu tidak menarik lagi bagiku.

Jadi pas semalam kita ceting, kawanku dengan belagunya ngomong pake bahasa jepang (halah kemakimen le le : jawa ) sampai sekitar satu jam . Ane cuma ngakak saja.

Ada cerita soal orang jepang, ane punya kenalan orang jepang, ya sebenarnya dia lebih dulu kenal kawanku pas lagi jadi relawan di Aceh. Sedang orang jepang itu juga menjadi relawan disana, namanya “Mr Kato”. Setahun kemudian dia datang ke kotaku, karena dia diberi nomor HP kawanku pas di Aceh jadi kemudian dia telepon malam itu dan bilang mau berkunjung. Saat itu kita lagi ada kajian, kemudian dia datang naik becak setelah kajian selesai. Lalu kita ngobrol2 , orangnya sudah lancar bahasa indonesia dan dia cerita sebenarnya walaupun saya ini budha tapi pas dijakarta saya sering mengikuti kajian2 Islam di antaranya yang disampaikan Ust Abu Jibril. He he biarin saja.

Besoknya dia tak ajak ke acara dialog bersama Ust Wahyudin (dir ponpes ngruki) dan beberapa pengacara di sebuah masjid tua di kotaku, dialog itu bertema “Islam dan Terorisme”, Mr Kato cukup antusias mendengarnya, habis itu dia kuantar ke terminal mau ke Jogja karena saudara2 nya sedang di jogja di candi borobudur, nggak tahu ngapain disana. Yah mudah-mudahan kamu diberi hidayah saja lah Mr Kato.

Tinggalkan Balasan