Siang kemarin sehabis dari kampus mengurusi ijazah, ane balik ke markas kerena ana dengar ada ikhwan yang juga seorang guru diancam oleh preman mau dihajar. Entah kenapa, namun setelah ana sampai disana yang ada cuma sepeda motor kawan-kawan, waduh saya ditinggal, mereka pada naik mobil. Ya sudah nanti tunggu kabarnya saja.
Sayapun balik ke markas satunya, sampai disini ada dua kawanku lagi khusyu’ memandangi kotak besar menyala yang biasa disebut LCD monitor, tahunya mereka sedang chating, halah. Ayo minggir-minggir, kemudian saya hidupkan komputer, check e-mail, dan buka blog sebentar. Cuma ada email dari langganan berita bbc, voa, antara, juga email dari milis linux yg gak terlalu penting.
Sayapun tiduran saja, sambil ngobrol sama kedua kawanku soal kerjaan dan lain-lain. Kemudian datanglah Abu Sumayah, nah disini inti ceritanya. Dengan sedikit basa-basi dia mulai ngobrol, kemudian dia mulai nanya, siapa yang beneran siap nikah nih? ana ada akhwat yang sudah siap. Nah kedua kawanku tadi sepertinya kompak menunjuk aku, waduh kacau. Ayo “shutdown” ente saja, sudah ada kerjaan to, kuliah juga wes rampung, he he he jawabku. Kemudian Abu Sumayah bilang, kalo akhwatnya sudah terbina jadi ente malah enak dapat zaujah yang siap “tempur”, nggak perlu membina dari dasar lagi. Jelas saja, lha wong akhwat yg jalurnya lewat dia itu mesti ustadzah semua, wew dapat ustadzah. Sebentar-sebentar men, ane cari kerja yang siang dulu, selama ini kan kerjaan ane malam. Itu alasan saya untuk menunda tawaran itu, lagi pula kenapa ditawarkan ke kita-kita nih? apa tampang kita seperti sudah “kebelet” to? hi hi hi.
Soal nikah, siapa sih yg nggak mau? orang nggak normal kayaknya. Apalagi anjuran dan dalil-dalil soal bersegera menikah juga banyak. Jadinya semalam pun saya jadi terbayang-bayang gimana kalo punya isteri nanti, ane pernah beberapa kali ikut acara ijab-qobul nya kawan dan membayangkan groginya pas acara itu. Mungkin deg-degan nya melebihi pertempuran pertama ku dengan polisi laknat di depan Rutan Salemba 5 tahun yang lalu, lho lho lho malah jadi ingat tawuran sama polisi.
Ya sudahlah, berdoa saja semoga dapat isteri sholikhah siapapun itu, apapun profesinya. Memangnya isteri model gimana lagi yg paling baik selain yg sholikhah?
Oke, berdoa mulai……..
DIarsipkan di bawah: story of the day | Ditandai: ijab, istri, nikah, polisi, qobul, tawuran, zaujah







alhamdulillah dunk…
moga ja dapet zaujah yang diimpikan oleh para mujahid
dunia ini…
siapakah mereka????
so pasti di dunia “zaujah sholihah”
and ntar di AKHIRAT
“Churin ‘ien/ bidadari surga” gitu loh…
Allahumma Taqobbal du’aa-ana…
amien3x…