Dulu saya kan pernah bilang kalo Imam Samudra akan melakukan perlawanan fisik saat akan dibunuh, nah coba lihat di foto dibawah. Pada mulut beliau terlihat dua bekas, semacam apa ya? kok ada bekas seperti itu. Bukankah kalo kita2 yg hidup tahu kalo kadang kita menduduki atau menempel pada sesuatu yang keras pada waktu beberapa saat akan timbul bekas seperti itu. Lalu kenapa pada mayat bekas itu tidak hilang?
Apakah dia dibungkam dalam waktu lama sebelum dibunuh? atau setelah matinya pun alat yang ada di mulutnya itu tidak juga dilepas hingga ada bekas seperti itu. Tapi alat apa itu kok membekas begitu?
Sori saja buat yang sudah bosan dengan pemberitan dan nonton foto2 Imam dan kawan-kawan, saya tetap akan memuat yang seperti itu terus terusan.
DIarsipkan di bawah: Tidak terkategori | Ditandai: bom bali, fisik, imam samudra, perlawanan, syahid








baguslah..akhirnya mati juga penjahat kemanusiaan ini…
@gentry amalo
Kalau ada penjahat berarti ada dong yang jadi orang baik (good guy).
Menurut anda orang yang baiknya siapa? yang mana? kasi tau dong…!
raimu cok, ashu!!!
yang dianggap penjahat oleh manusia belum tentu dianggap penjahat oleh Alloh, yang sudah tentu orang yg tidak bersyahadat tidak masuk surga, dalam hal ini orang kapir, jadi kalo anda kapir maka masuklah Islam maka anda akan selamat.
@ Mr Funny,.. mo tau orang baik??? Orang yang tidak dengan seenak perutnya membuat bom kemudian membunuh sesama orang Muslim yang ada di Bali, yang kebetulan lewat di jalan itu. Lagi pula apa hak para penjahat kemanusiaan ini kemudian mencabut nyawa orang seenak perutnya dan membiarkan anak dan istri nya terlantar tanpa dapat santunan. Kalau benci Amerika dan sekutunya, ..buatlah perang di Amerika sana… jangan di Bali, lagian dalam kejahatan kemanusiaan di Bali 2002 orang Amerika yang mati hanya 7 orang.
Coba bandingkan dengan para janda korban Muslim dan anak-anaknya yang terlantar dan asal tahu saja, sampai sekarang tidak ada satu lembaga Muslim bahkan pemerintah RI yang membantu kehidupan mereka sehari-hari.. Belum lagi para pengusaha muslim dan karyawannya asal Madura, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Jepara dan Lombok yang menggantungkan hidupnya dari pariwisata Bali… dan sekarang para janda Muslim dan anak-anaknya dihidupi oleh orang-orang yang kalian cap sebagai KAFIR… hahaha sungguh memalukan… terlihat disini kalau para “syuhada” yang kalian puja-puja itu itu ga punya otak, dan benar-benar tolol…
baca tu omongan seekor anjing amerika yang lepas
oke kalo begitu permasalahannya bali, jadi mari hancurkan bali.. biar tidak menggantungkan hidupnya pada tempat itu.
@narakushutdown, mau tau kenapa saya tidak mau masuk Islam?
1. Karena Islam dipenuhi oleh orang-orang yang berambisi mau masuk surga seperti anda, yang untuk masuk surga bisanya hanya dengan membunuh dan melakukan kekerasan lainnya, yang bisanya hanya mencaci maki orang lain dengan sebutan KAFIR. Ingat, untuk masuk surga berbuatlah baik dimata ALLAH, MEMBUNUH orang adalah perbuatan yang di LARANG dalam ajaran agama apapun. jadi bagaimana bisa yakni masuk SURGA, mana ada untuk masuk SURGA harus pakai passport MEMBUNUH ratusan orang??? setahu saya, SURGA bukan tempat para pembunuh dan pemfitnah keji seperti yang sering dilakukan oleh para “syuhada” —–> Emang dengan masuk Islam, anda sudah di-PASTI-kan masuk SURGA???? kalau iya, kenapa anda ga masuk SURGA saja dari sekarang ini, atau dari dulu ketika anda merasa sudah ber-syahadat..
2. Anda dan kawan-kawan anda begitu mudahnya meng-KAFIRkan orang lain, tetapi anda menggunakan teknologi yang diciptakan oleh orang KAFIR seperti internet dan Handphone, hehehe… coba sebutkan satu saja teknologi yang diciptakan oleh bukan orang-orang KAFIR YAHUDI, NASRANI, dan KOMUNIS… lihat saja Iran dan Iraq, anda pikir teknologi yang digunakan Iran dan Iraq untuk melawan Amerika dan sekutunya sekarang ini teknologi mana? setahu saya, teknologi yang digunakan Iran dan Iraq sekarang ini teknologi Yahudi Prancis dan Jerman plus Komunis Rusia dan Cina.
Lantas para pejuang Taliban dan Palestina ?? menggunakan teknologi mana? jawabannya tetap pada teknologi Komunis Rusia dan Cina, karena dari Cina dan Rusia lah mereka memperoleh peluru dan senjata untuk melawan Amerika???
Yang lucu lagi dalam situs ini anda membuat links tentang senjata ke http://www.thegunsource.com/store/ dan http://www.autoweapons.com/... —-> pertanyaan nya bukankah itu semua teknologi para KAFIR YAHUDI dan NASRANI… ayo dong jangan MUNAFIK,.. ente mo masuk surga saja pake ngajak-ngajak, padahal belum tentu kebagian tiket karena begitu banyak ANTRIAN untuk masuk surga,.. be realisticlah… bahkan Surga itu ada dimana alamatnya, ane yakin ente pasti tidak tahu… salam,…
@http://narakushutdown,.. mo hancurkan Bali?? silahkan… dengan senang hati, kami akan menyambut anda, sama seperti kami menyambut para penjahat kemanusiaan di Bom Bali 2002 dan 2005..
Bahkan tidak segan-segan kami akan mengantarkan anda menuju “SURGA” sebagai “syuhada”
man Islam itu nggak butuh orang, ente mau jadi apa saja terserah ra urusan. Orang yang butuh Islam.
Man sekali lagi (wah susah njelaskan Islam ke orang kapir nih) bermuamalah (artinya cari sendiri) dengan orang kapir itu diperbolehkan, mau beli barang apapun juga boleh. Beli bedil buat mbedil orang yg bikin bedil itu, lha ngapain orang yg bikin bedil itu njual ke Mujahidin.
sebutan kapir itu bukan mencaci maki, ente tahu jaman dulu kalo orang lulus sarjana tehnik? biasanya punya gelar insinyur. Lha kalo orang yg tidak Islam di Al Qur’an disebut KAFIR!!!, terus kami harus menyebut apa dong? domba2 yg tersesat?
wah masih jahil murokab nih orang, sudah komentar soal Islam, tapi biarkan saja saya malah suka mbacanya menambah pengetahuan saya tentang pola pikir bermacam-macam orang kapir tentang Islam.
ayo silahkan-silahkan
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu ya akhii ya ukhtii
wa alaikum ya ahlul kitab
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin…
mau komentar apa ya … belum saatnya kali … senyum dulu aja deh
wassalamu’alaikum wr wb wm
@gentry amalo
Ooh…., kamu kafir toh???
*(senyum-senyum and no comment)*
@ Mr Funny
oh, yang nggak rela bali diobrakabrik berarti kafir, tho? saya juga kafir ya kalo gitu? saya orang bali soale dan nggak rela ada kerusuhan lagi di kampung halaman saya
@joesatch yang legendaris
kalau mau komentar baca dulu baik-baik komentar orang! saya bilang begitu karena memang Si Gentry Amalo di atas bilang begini: “mau tau kenapa saya tidak mau masuk Islam?”……
Makanya baca! baca! baca!….
SATU LAGI NICH ORANG YANG NGGA’ NYAMBUNG…!
ooo…iya ya…saya memang nggak nyambung. soale sampeyan juga nggak bilang mbalesin perihal komentar yang mana. yah, maapkan saya kalo gitu. jadi, saya ini kafir atau bukan?
lain kali pake blockquote, dunk, mas funny. biar jelas aja mbalesin komen yang mana, apalagi kalo komennya sudah lewat berkomen2. kaya gini, lho:
kalo bisa make tag blockquote kan jadi enak. nggak salah paham lagi…
Oooooooooooohhh….. gitu yah?!
ini topiknya apa seeeeeech….!
cape dech…
@joesatch yang legendaris
So what gitu loh…..?!
“joesatch yang legendaris.
kalo menurut ente, ente tu kafir ato tdk mbk???
kalo ente gak rela bali di bom/ di obrak-abrik suruh tu orang2 dari negara kafir (penjajah, pembunuh, pembantai saudara2q yang ada di bumi islam) yang ada di bali enyah dari bumi.
anda dah tau belum alasan para trio mujahid(insyaallah) mengebom bali.
kalo belum tau baca buku karya akhi imam samudra :”aku melawan teroris”
kalo liat penampilan ente, kyaknya ente orang yang yang cerdas dalam agama (KAYAKNYA).
“joesatch yang legendaris.
ooooooooooh anda pengagum adya sazkya mecca si binatang pelm itu tho???
pantesan.
“gentry amalo,
kalo anda pikir orang islam dipenuhi orang2 yang yang bisanya mengandalkan kekerasan anda salah oi.
1. islam tu keras kepada orang kafir yang jelas2 memerangi islam dan lemah lembut kepada sesama muslim.
sebetulnya yang banyak melakukan kekerasan tu sapa orang dari golongan anda (kafir) ato islam: anda gak pernah berita sebenarnya di ambon dan di poso, berita sebenarnya di bosnia, di palestina, checzhnya, piliphina, afghanistan, di iraq ato di negara2 lain….
2. kalo anda pikir yang menguasai teknologi sekarang ini adalah orang2 kafir memang benar, tapi perlu di ingat bahwa mereka mendapatkan buku2 pengetahuan dari hasil membantai ilmuwan2 muslim di cordoba pada saat perang salib 1 dan membakar seluruh buku2 pengetahuan islam dan mengambil buku2 pengetahuan dunia.
apakah anda belum pernah denger pemerintahan Rosulullah Muhammad SAW, abu bakar, umar bin khottab, usman ali dan umar bin abdul aziz.???
Bagaimana dengan konsep ketuhaan dari keyakinan anda???
kalo anda kristen sebenarnya tuhan anda ada berapa??
bagaimana pendapat anda tentang Nabi Isa AS?
apakah anda yakin bahwa kitab anda adalah murni yang diturunkan Allah??
apakah anda sudah pernah membaca kisah2 orang yang masuk islam???
apakah bedanya alasan mereka yang masuk Islam dengan mereka yang keluar dari Islam????
dan masih banyak lagi pertanyaan yang ingin saya sampaikan kepada anda.
InsyaAllah lain kali aja.
sebelum di tutup:
“MASUKLAH ISLAM DAN ANDA AKAN SELAMAT”
“ISLAM IS PROBLEM SOLUTION IN THE WORLD”
Akhi, soal pemberitaan muslim dibantai kaum kristen di poso dan ambon itu klaim. Mereka juga punya bukti-bukti atau bahkan merasakan langsung bahwa yang terjadi justru sebaliknya. Apalagi referensi sampeyan cuma SABILI yang pakai ‘kacamata kuda’.. halah!
Lantas, terkait statement antum soal ‘…islam tu keras kepada orang kafir yang jelas2 memerangi islam dan lemah lembut kepada sesama muslim…’
Itu jelas bertolak belakang dengan apa yang dilakukan para TEORIS di Bali dong? Hampir sebagian besar korbannya justru muslim lho.
Baca lagi shirah perang nabi. Bahwa dalam perang yang boleh dibunuh adalah tentara kafir, bukan kafir yang orang sipil. apalagi perempuan dan anak-anak yang justru mendapat perlindungan dari nabi.
Tapi satu hal yang saya masih bingung. Sebetulnya kenapa IMAM ‘BANGSAT’ SAMUDERA dan ‘kecoak2′-nya itu milih menghancurkan negaranya sendiri ?
Membom jelas menghancurkan bangsa sendiri. pertama; korbannya sodara setanah air sendiri. sektor pariwisata mati, artinya ada berapa banyak orang-orang (sandara antum) yang hidupnya bergantung dari sana kehilangan penghasilan untuk membiayai keluarganya, anak-anak bayinya ?
Kenapa tidak di Malaysia yang sama juga sekuler, penganut demokrasi ciptaan kaum ‘kafir’ juga? atau antum ke ‘Moro’ yang memang lagi perang disana? kenapa mesti Indonesia ?
aaah.. dasar uwong edan tuenan.. ANJING!
@ alf
enyah dari muka bumi? artinya mereka harus mampus gitu? mana ada orang yang mau disuruh mampus
kalo gitu gimana kalo kita ambil jalan tengahnya aja? berhubung orang bali nggak pernah musuhin saya dan keluarga saya yang memang berdomisili di bali, gimana kalo jangan bali yang diobrak-abrik? gimana kalo yang diobrak-abrik negaranya mereka yang membantai umat islam aja? gimana kalo langsung ke israel? jangan cuma gara2 alasan nggak punya duit buat ke israel lalu bali yang dijadiin pelampiasan.
atau jangan2 bali dibom cuma karena takut kalah ngelawan israel jadinya nyari musuh yang relatif lebih enteng?
langsung ke sumber masalahnya aja. jangan merembet2 ke orang2 yang nggak tau apa-apa. orang bali pada nggak musuhin islam, kok, ya dibombardir? macam pelampiasan para pengecut aja…
oya, jangan cuma baca 1 buku dari penjelasan 1 pihak aja, mas. baca juga yang lain buat pembandingnya, semisal buku “mereka adalah teroris”-nya luqman bin muhammad ba’abduh itu
atau, silakan baca aja alasan pribadi saya
ah, kayaknya sebaliknya, kok. kalo sampeyan coba klarifikasi ke yang punya blog ini, maka insya allah beliau akan bilang kalo saya ini justru orang yang goblok dalam beragama, yeah, seperti yang memang sering diucapkannya kepada saya
“gentry amalo
(kalo gitu gimana kalo kita ambil jalan tengahnya aja? berhubung orang bali nggak pernah musuhin saya dan keluarga saya yang memang berdomisili di bali, gimana kalo jangan bali yang diobrak-abrik? gimana kalo yang diobrak-abrik negaranya mereka yang membantai umat islam aja? gimana kalo langsung ke israel? jangan cuma gara2 alasan nggak punya duit buat ke israel lalu bali yang dijadiin pelampiasan.)
baca dulu buku karya akhi imam samudra kenapa mereka memilih bali, jgn2 ente blm baca ya mbak???
oh kalo menurut ente ane cuma baca buku 1 saja aku melawan teroris anda salah BESAR OOOIII buku mereka adalah teroris ane juga dah baca tapi buku itu telah di jawab melalui buku “siapa teroris siapa khawarij”.
emangnya salah kalo qta membalas perbuatan orang2 kafir yang telah mambantai saudara qta? kalo kenapa kok meski di bali khan sudah dijawab di buku karya akhi imam samudra. kenapa kok pas pengeboman dilakukan pada malam hari? kenapa kok meski di bali? kenapa kok bukan di jawa ato di daerah2 lainnya?
maaf ya “gentry amalo” di ganti buat mbak “joesatch yang legendaris”
@ alf
jelas salah. jelas salah kalo sasarannya amburadul
si A punya kenalan yang namanya si B. suatu ketika si B kepergok lagi maling ayam sama massa. si B kabur karena takut digebukin dan berhasil lolos. kebetulan massa tau kalo B punya kenalan yang namanya si A, yang (lagi2) kebetulan diketahui tempat tinggalnya sama massa. berhubung massa mangkel sama si B, maka massa memilih melampiaskan kekesalannya ke si A, walaupun si A tidak terlibat dalam perkara maling ayamnya si B, cuma gara2 alasan bahwa si A punya kedekatan dengan si B. layak nggak yang kayak gitu itu?
balaslah kepada pelakunya, bukan kepada orang2 yang nggak terlibat langsung secara personal. apapun alasannya, membalas kepada yang tidak bersangkutan cuma menunjukkan sebuah kepengecutan dan ketidakmampuan membalas terhadap pelaku yang sebenarnya.
kalo kesal sama pembantai umat muslim, bantailah yang membantai sodara2 kita itu. sana ke israel, ke moro, ke bosnia, ke poso, atau ke ambon, dan bantailah mereka yang bener2 sudah membantai sodara muslim kita. jangan membantai manusia2 yang nggak membantai sodara kita cuma gara2 mereka punya semacam kedekatan dengan para pembantai sodara kita.
allah juga sudah janji kalo manusia bakal dituntut sesuai amal dan perbuatannya sendiri2. kalo bapak sampeyan pernah ngutang sama orang dan menolak melunasi utangnya, allah nggak akan menuntut sampeyan buat menanggung utang bapak sampeyan itu, kok
jadi telaah dulu apa alasan almarhum di atas itu layak atau nggak. masalah membaca apa alasannya yang dikemukakan di bukunya ya memang gampang. sekedar mbaca, sih, asal nggak buta huruf semua orang pasti bisa. cuma, sekali lagi, alasan yang dilontarkan itu masuk akal atau tidak? alhamdulillah sampai sekarang apapun alasan mas almarhum di atas itu menurut saya terlalu keblinger
kalo amburadul kayak mas yang fotonya di atas itu, ya efeknya kampret juga jadinya. kayak keluarga saya yang mengalami kerugian sosial sampai finansial gara2 ulah mereka (alhamdulillah masih nggak ada kerugian nyawa).
perkara buku dan penafsiran dalil, sih, saya pikir ini subyektif masalah selera. sejauh ini saya condong kepada ulama dan ustadz2 yang tidak menyetujui tingkah laku almarhum yang fotonya di atas itu. kenapa? jawabannya simpel: karena saya dirugikan sama mereka
dan terakhir, beda pemahaman terhadap dalil agama buat saya sah2 saja. mau jadi sunni, syiah, wahabi, jamaah tabligh, hizbut tahrir, nu, muhammadiyah, itu perkara milik yang bersangkutan secara pribadi. yang jadi semprul adalah ketika pemahaman terhadap sebuah dalil itu sampai merampas hak2 manusia lainnya.
sama2 – misalnya – kader muhammadiyah, kalo ada oknum yang nggebukin adik saya tanpa alasan yang valid, ya tetap saja manusia kampret itu bakal saya balas dengan memperlakukan dia sebagaimana dia nggebukin adik saya, nggak peduli dia semahzab sama saya atau tidak.
Ass.Wr.Wb. saudaraku sesama ciptaan allah.!
nabi muhammad mengajarkan untuk menghargai hidup,dan toleransi.orang non muslim yg sebagai turis di negara islam adalah orang yang harus dilindungi agar mereka paham bahwa islam itu mengajarkan perdamaian dan bisa melihat cahaya kebenaran.saya tdk pernah menemukan ayat ataupun hadist tentang pembunuhan orang non muslim yang sedang lengah,yang ada adalah peperangan di medan tempur langsung,tolong kasitahu saya hadist or ayat yang membolehkan hal itu,karena saya masih menuntut ilmu sama dengan semua manusia di bumi ini!!!bagi saya tindakan pemboman di bali itu tindakan pengecut karena cara seperti itu tidak tepat,mereka datang untuk liburan dan menikmati alam ciptaan allah tetapi memang mereka membawa budaya dan sifat mereka yang bertentangan dengan islam apakah hanya dengan alasan itu kita harus membunuh mereka?seharusnya kita memerangi orang yang menyediakan ruang untuk budaya mereka berkembang di tanah air kita ini.anda tanya saja hati nurani anda sendiri..dan pemboman itu tidak menghasilkan apa-apa yang ada justru orang kafir semakin gencar membantai saudara2 kita.Ego dan emosi tidak pernah menyelesaikan masalah.marilah kita sadari kebesaran allah yang menciptakan alam semesta ini(maaf,jangan hanya bisa berkata allahuakbar) jika anda masih merasa lebih besar dan lebih boleh dari ciptaan allah yang lainnya,kita ini tidak lebih besar dari setitik debu dihadapannya.kita seharusnya mengambil hati dari orang kafir,agar mereka sadar.dan hati tidak bisa di beli dengan kekerasan apalagi pembantaian…semua manusia masih belajar sejak hidup sampai mati kita…allah maha tahu segala-galanya…Wassalam
@ nawfal
Coba anda lihat ayat:
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk (At-Taubah:29)”
Pelajari tafsir kalimat “tidak beriman kepada Allah” di atas
kemudian pelajari juga tafsir ayat:
“Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (Al-Baqarah:8)”
kemudian pelajari Ashbabun Nuzul serta tafsir ayat:
“(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan RasulNya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka). (At-Taubah:1)”
kemudian pelajari tafsir ayat:
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah:208)”
(KHUSUSNYA PENDAPAT ABDULLAH IBNU MAS’UD TENTANG “ISLAM SECARA KESELURUHAN”)
dan masih banyak lagi ayat lainnya (Surat Al-Anfaal, At-Taubah, dsb).
(maaf, saya tidak mencantumkan penafsiran Ulama tentang ayat di atas karena terlalu panjang untuk dijelaskan, saya hanya meminta anda untuk belajar, jika ternyata pemahaman kita berbeda, setidaknya kita telah sama-sama belajar)
Setelah itu mari kita lihat sejarah:
1) Sewaktu pemerintahan Khalifah Abu Bakar r.a, sepeninggal Rasulullah Muhammad Saw, ada sekelompok orang yang datang kepada Beliau (Abu Bakar) dengan mengatakan: “Ya, Abu Bakar, Kami hanya akan melaksanakan Shalat tapi kami tidak akan lagi membayar zakat”
maka Abu Bakar mengatakan: “Demi Allah, Saya akan memerangi orang yang memisahkan antara shalat dengan zakat!” (”memisahkan” artinya melaksanakan shalat tapi tidak membayar zakat)
dapat dilihat bahwa mereka muslim, mereka shalat, tapi enggan membayar zakat -> AKAN DIPERANGI OLEH ABU BAKAR.
2) Perluasan wilayah dan penyebaran agama Islam ke negara-negara di luar Mekkah dan Madinah oleh Umar bin Khattab (ke Cina) dan Salahuddin Al Ayubi dengan jalan expansi (perang) sementara mereka (negara-negara tersebut) TIDAK MENYERANG ISLAM pada saat itu.
Kemudian coba lihat ayat:
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (Al-Fath:29)”
Ingat! ayat di atas adalah ayat (Surat) Madaniyyah, yang turun saat Islam telah berjaya, sesuai dengan namanya Al-Fath (kemenangan)
MARI KITA SAMA-SAMA BELAJAR……
Jika ada pembaca yang menganggap bahwa di antara korban Amrozi Cs ada beberapa di antaranya termasuk orang beriman……., coba jawab:
Adakah orang yang mengaku beriman berada di tempat-tempat (maksiat) seperti itu?
kalau ada, Lagi ngapain mereka di sana? shalat? ngaji? da’wah?
THINK ABOUT IT !!!
afwan, komentar saya ini sudah saya ulangi sebanyak 3 (tiga) kali di blog ini, soalnya sayapun menjawab 3 (tiga) komentar yang hampir sama.
Jika anda “tidak pernah menemukan ayat ataupun hadist tentang pembunuhan orang non muslim yang sedang lengah…”,
Saya sarankan kepada anda untuk membaca Alquran secara keseluruhan (dari surat Al-Fatihah sampai surat An-Naas), kalau perlu dihafal beserta artinya, kamudian belajarlah tafsirnya menurut pendapat ulama (agar supaya kita tidak mengartikan ayat menurut pemikiran sendiri), dan jangan lupa pelajari Ashbabun Nuzulnya, kemudian ingat juga untuk belajar hadist. Jangan HANYA mengetahui Alquran sebatas “Ayat-ayat populer” yang sering muncul di TV.
Saya teringat dengan pengalaman teman saya (juga pengalaman pribadi saya) ketika berceramah dan membahas surat Al-Baqarah:120, kami sama-sama (di masjid yang berbeda dan waktu yang juga berbeda) mendapatkan semacam “warning”. Kalau saya hanya mendapat teguran dari pengurus masjid yang mengatakan, “Ayat itu jangan dibahas di sini, karena bisa menimbulkan perpecahan!”, sedangkan teman saya langsung dipanggil ke markas KORAMIL dan “diancam” untuk tidak diizinkan lagi berda’wah jika masih membahas ayat-ayat yang besifat “provokatif”, kata mereka. (Berani-beraninya mereka melarang untuk menyampaikan ayat-ayat Allah! Subhanallah!)
Ini hanya salah satu contoh dari banyak kasus yang kami alami (belum lagi jika membahas surat Al-Anfaal dan At-Taubah).
Itu pulalah menjadi alasan mengapa jika mendengar ceramah sekarang ini, baik di TV, radio ataupun di masjid-masjid “besar”, kita hanya mendengarkan pembahasan ayat-ayat yang “itu-itu saja” dan terkesan sudah “populer”.
Afwan jika ada kalimat saya yang salah, saya hanya mengajak anda untuk belajar (bukan belajar dari saya), dan dalam hal ini tidak ada seorangpun yang boleh dianggap paling pintar apalagi paling berilmu.
May Allah accept from you O Amrozi (rh), Mukhlaz (rh), and Imam Samudra (rh). And from us O Mujahideen, O the ones protecting your homelands and defending the honor of the Muslim ummah. O the ones who fight to raise high the flag of Islam and purify it from the stains of nationalism, patriotism, democracy and shirk!
Indeed, each one of them is a great man of this Ummah, O Ummah. How could they not?
Muslim reported on the authority of Abu Sa`id Al-Khudri, the Prophet SAW said, “He who amongst you sees a Munkar (vices) should change it with his hand; and if he has not enough strength to do so, then he should change it with his tongue; and if he has not enough strength to do so, (even) then he should change it with his heart, and that is the weakest of faith.”
The crimes of Crusader-Zionist-Mushrikeen axis of evil aside, the Indonesian government is encouraging the people of Bali to spread Fasad in a Muslim country, and they were importing alien culture into the region. This can be considered as fighting Islam, and we know what happens to those who fight Islam.
So by the above hadith its proven that the three brothers are the staunchest Muslims because they belonged to the first category of Muslims who the hadith mentioned.
he gentry amalo lo sebenarnya pelu di bunuh sama yang dilakukan imam samudra ama kafir2 zeonis yang ada di bali, karena lo dah ngedukung para pembunuh2 itu.laknattullah alaik
lo memang binatang amalo klo gue ketemu ma lo dah gue kuliti muka lo yang sok membela orang lemah, yang memang telah menindas ummat islam
@ ucok
saya juga ndak sekalian dibunuh juga? sini, sini… ayo sini!
@ucok..cie..cie… emang elu bisa membunuh??? jangan-jangan liat darah aja elu dah pingsan-pingsan… cuci dulu tuh otak, baru koment,..bacot aja lu besarin.. sejak kapan ada orang lemah yang bisa menindas??? otak lu tuh bersihin dulu sebelum banyak bicara hehehe.. payah lu =))
@gentry amalo, kalau pun betul teknologi sekarang di kuasai oleh org Kafir, jgn sombong kerana semua itu datangnya dari Allah, dan ianya tidak akan kekal…. pasti! umur peradaban kafir sekarang pun belum sampai 300 tahun lamanya, bandingkan dengan the ‘Golden Days of the islamic Civilization’ which lasted for over 700 years before… but as i said tak perlu sombong. coba fikirin berapa banyak sudah peradaban-peradaban yg. agung dalam sejarah manusia, eg. Peradaban Mesir, Mayan, Greek, Roman, Chinese…. semuanya musnah sekarang. dan pasti peradaban kafir sekarang ini akan diambil oleh satu peradaban yg baru! insha Allah…
joesatch yang legendaris,
anda bilang sasarannya amburadul???
1. imam samudra sebelum melakukan pengeboman melakukan penelitian di tempat yang biasa kafir2 dari australia, amerika, inggris dan singapura mangkal.
2. niat amrozi cs melakukan pengeboman karena ingin membunuh orang2 kafir tersebut diatas bukan orang indonesia.
3. meraka layak dibunuh karena: rakyat dari negara tersebut diatas adalah tentara karena dari pemerintahan negara tersebut menerapkan wajib militer, sebelumnya media2 barat sudah memberikan peringatan kepada rakyatnya bahwa indonesia sedang gencar-gencarnya serangan bom.
4. amrozi cs melakukan serangan pada jam 11 lebih karena orang2 indonesia (mungkin termasuk ortu ente) sudah ada dirumahnya sendiri2 dan tidak ada di tempat sarang maksiat.
5. kalo dari hasil penelitian bahwa amrozi cs menggunkan bom mikro nuklir dari hasil penuturan pelaku sendiri dia tidak menggunakan bahan tersebut. bahkan amrozi cs sempat kaget kalo bom yang dia ledakkan efeknya sangat besar.
6. kalo ente atau ane berbicara masalah jihad atau sasaran yang amburadul itu kayaknya tidak pantas tolong diperhatikan baik-baik:
mereka bertiga (amrozi cs) sudah banyak makan ilmu yang membahas masalah jihad, karena mereka adalah jebolan dari camp pelatihan muajhidin di afghanistan yang keseharian meraka di gembleng dengan ilmu yang membahas masalah jihad dan amal.
7. kalo anda berpikir bahwa apa yang dilakukan amrozi cs adalah salah maka pada saat mereka di bunuh polisi laknatullah ada tanda-tanda bahwa mereka syahid. diantaranya:
- darah akhi imam samudra mengalir terus dan harus baunya sewangi parfum yang pakai sehari-hari(pengakuan istri imam samudra)
- pada saat akhi imam samudra di mandikan oleh adiknya lulu jamaludin sempat imam samudra bercanda dengan lulu jamaludin sambil tersenyum seperti orang yang masih hidup (bedanya imam samudra tidak bersuara karena syahid insyallah) padahal saat jenazah di bawa pulang gigi beliau menggigit mulutnya (mungkin menahan sakit Waktu dibunuh). (pengakuan adik imam samudra)
- beda lagi dengan ustadz mukhlas dan amrozi ketika jenazah kedua samapai di tenggulun hujan turun dengan sangat lembut.
- ketika kain kafan keduanya (ust.mukhlas dam amrozi) dibuka wangi langsung keluar dari tubuh beliau dan membuat rumah orang tua keduanya wangi padahal rumah orang tua keduanya penuh sesak oleh para tamu yang ingin takziah.
- ada tiga burung hitam yang memutar di atas rumah keluarga keduanya selama tujuh menit. ada yang beranggapan itu burung gagak tapi itu jelas bukan burung gagak karena leher burung gagak tidak panjang tapi burung ini panjang. setelah memutar2 sekitar 7 menit salah satu burung tersebut pergi ke barat kebanyakan beranggapan bahwa burung yang pergi tersebut ke rumah imam samudra.
- munculnya lafal Allah di atas keluarga ust mukhlas dan amrozi.
- pada saat jenazah keduanya di antar ke rrumah orang tuanya ada awan yang mengikuti jenazah beliau.
- 1 hari setelah jenazah keduanya di kubur muncul 2 buah pohon masing2 tepat diatas makam kedua syuhada yang tinggi, besar dan jenisnya sama.
wallahua’lam
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu …
antum sekalian ini kan memang 2 orang yang memiliki pandangan berbeda gak akan pernah ketemu bagaikan minyak dengan air sama2 benda cair tapi tidak bersatu.
ana sendiri tentu mempunyai kesamaan pandangan dengan akh alf. bukan soal mau di bali, jawa, sumatera kalau setelah melalui observasi yang seksama
untuk akh alf point 1-7 ana paham karena beberapa kawan ana adalah juga teman2 ketiga insya Allah Syuhada di atas dan mereka juga alumnus afghanistan
Joe sudah mengutarakan secara tersirat bahwa dia condong ke dalil2 yang tidak condong ke jihad, sebenarnya kalo memang tidak keberatan joe coba tulis dalilnya apa aja hadits dan sanadnya
sebab kalo mau dalil Jihad bisa saya post disini. agama ada dalam logika tapi tidak semua hal dalam agama itu bisa dimasukan dalam logika atau pola pikir dalam hal ini dalam islam disebut ro’yu
Seorang sahabat bertanya ya Rasulullah apabila kita berwudhu dengan menggunakan sepatu kenapa atas sepatunya (kasut) yang disucikan bukan alasnya, Rasulullah menjawab “inilah perintahnya”. gampangnya gini aja kalo kita kentut kan batal tuh wudhu kita kenapa bukan pantat kita yang kita sucikan tapi mengambil wudhu dari ulang?
Kenapa agama tidak seperti ini, seperti itu harus ini harus itu? jawaban Rasulullah “kalau agama diturunkan hanya untuk memuaskan nafsu semua orang bukan agama namanya”.
sebagaimana kita harus sami’na wa atho’na, maka NAbi kita Muhammad Rasulullah SAW melarang kita untuk berdebat terus, apalagi tanpa dalil .. disebut JIDAL itu haram hukumnya
ana berusaha memahami perasaan joe walaupun tidak akan pernah bisa karena ana bukan orang bali. dan kalau sesuai dalil maka imam Samudra CS kan udah minta maaf kepada Allah atas terbunuhnya orang2 muslim disana ya dalilnya hanya disuruh seperti itu mau minta apa lagi? soal dimaafkan atau tidaknya mereka kan urusan Allah bukan urusan kita
untuk pertanyaan pertanyaan yang itu2 aja bagi saya
1. kenapa gak pergi ke amerika aja sekalian bom tuh amerika dan sekutunya.
jawab:
sesuai dalil dibolehkan membalas perlakuan orang kafir dengan memperlakukan orang kafir lainnya yang memusuhi muslimin tidak terbatas pada tempat, benua, suku, agama, RAS dsb.
Jangankan ke amerika, ke pakistan, afghanistan dan pattani aja dipersulit ama pemerintah kita sekarang ini gak percaya? lha wong saya udah coba… kalo gak percaya coba aja sendiri
Ketika para kafir harbi memilih, ambon, poso, pattani, afghanistan, pakistan, bosnia sebagai ladang pembantaian apa mereka berpikir 2 kali?
ada teori begini bunyinya “kan orang bodoh tuh kalo yang berbuat jahat si A lalu temen si A si B yang dihukum” tapi apa benar si B tidak tahu kalo si A berbuat jahat dalam islam menyembunyikan kejahatan sama dengan kejahatan itu sendiri bagaimana kalau sampai membantu? betapa banyak non islam yang melihat pembantaian di bosnia, pattani, pakistan, kashmir, ambon, poso dll tapi mereka pura2 budek atau kalau engga kelewatan sebagian malah mensyukuri walau ada sebagian kecil yang prihatin.
imam samudra CS udah melakukan observasi point 1-7 akh alf dan imam samudra CS tidak mengakui bom yang kedua yang pake mikronuklir kenapa itu juga gak digubris?
Zaman bisa berganti tapi pada dasarnya sifat kafir harbi (kafir yang memusuhi islam) sama saja, di zaman bangsa TARTAR menjajah dunia islam, maka slogan damai dari para ulama islam pun membahana dengan harapan orang TARTAR mau berbaik hati bukannya berbaik hati mereka bersiasat membawa ummat islam ke meja perundingan lalu dibantai semua dan kepala2 mereka dibuat seperti mainan bola. di zaman belanda sama saja tapi kali ini slogan damai datang dari belanda hanya sekedar cara untuk tarik ulur tarik ulur aja. maka melalui Snouck hurgronje CS belanda mengenalkan dunia islam yang baru sakral, penuh mistis dan ritual. tapi tidak membahas AlQuran secara langsung
Joe pernah bilang bali tidak semaksiat yang orang bilang:) apalagi yang orang bali tidak sepantasnya berkomentar ttg bali, Aku dulunya pemusik dan sering main ke bali tapi memang tidak akan pernah bisa dibilang mengerti bali dibandingkan joe tapi sepanjang ingatan aku hampir tiap sudut di bali adalah maksiat melalui pola pandang islam. tapi Joe ada benarnya disini apa yang maksiat dalam islam belum tentu maksiat di masyarakat bali.
mungkin Imam Samudra CS masih menganggap bali ada dalam peta hidupnya sehingga pergi kesana berarti masih lebih peduli Imam Samudra CS dibandingkan saya, karena kalau saya pribadi sebelum ada orang bali muslim yang meminta saya menolong di bali ya saya tidak akan pergi ke bali.
Secara pribadi bali dalam peta hidup saya sudah saya anggap tiada, artinya balinya bukan orang balinya ya
sebenarnya saya berkutat dengan jawaban saya terdahulu bahwa orang islam yang ingin menjalankan ajaran islam adalah orang yang ingin ibadahnya tidak diganggu itu saja, tapi kalau menurut Al-Quran ya akan terus diganggu kecuali orang2 islam yang tidak berniat mengamalkan Al-Quran secara kaffah.
walantardha ankal yahuudu wala nashara hatta tatabi’al miladtahum.
ini konteks yang murni Quran, dulu, sekarang dan akan datang tidak akan pernah ridha orang yahudi dan nasrani sebelum kamu mengikuti milad mereka. ingat milad itu bukan agama tapi cara pandang, cara hidup, jadi orang yahudi dan nasrani gak penting kita orang muslim pindah agama atau tidak tapi asal pola pandang kita sama mereka udah senang ketawa tawa plus senyum2 sumringah apa saja itu? perzinahan meraja lela maka kawin lagi seperti haram, orang2 islam make baju dengan menunjukkan aurat mereka senang yang tertutup dibilang dusun kampungan dsb, Demokrasi (kekuatan Rakyat) diatas kekuatan Allah Azza wa jalla .. bukan main senang jingkrak2 mereka ini, mabuk perjudian dsb jadi hal yang biasa dsb dsb dsb dsb …. jadi sebenarnya sudah sejauh mana kita bersikap terhadap hal2 yang dianggap maksiat dalam islam? apa sudah seperti pola pikir yahudi dan nasrani? Na’udzubillahi min dzalik Tsumma Na’udzubillahi mindzalik
dan susahnya ini orang2 seperti Imam Samudra CS keberadaanya diakui dalam Al-Quran …. akan selalu ada orang2 islam yang akan berperang di jalanku (sampai hari kiamat ini) Tidak merugikan mereka yang membenci mereka …
gak ada itu tulisan akan selalu ada orang2 islam yang akan berslogan damai dan bernegosiasi di jalanku dst…
tapi tentunya ini semua kembali kepada pribadi masing ana sendiri mungkin banyak kekhilafan…
akh alf bukti2 yang antum cantumkan bagaikan 2 sisi mata uang bagi yang setuju akan menjadi tanda bagi yang tidak setuju hanya akan jadi bahan pelecehan
udahlah biarkan Joe dengan pemikirannya lalu antum dengan pemikiran antum … gak akan ketemu kalian berdua
Allahumma ini dhalamtu nafsih faghfirli…
Ya Allah sesunggunya aku senantiasa menganiaya diriku sendiri maka ampunilah aku…
wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu
@Abi Fathimah
Tugas kita hanya menyampaikan, akhi….
soal orang mau terima atau tidak, itu di luar tanggung jawab kita (Al A’Raaf:164)
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu…
@akh Mr Funny
syukron alhamdulillah ada yang ngingetin ana …, terkadang ana letih aja ..afwan ana yang penuh kekhilafan…
wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu
@Abi Fathimah,
dalam berdakwah kita gak usah letih, rosulullah SAW selama diangkat menjadi rosul dia menghabiskan hari1nya hanya untuk umat tanppa kenal lelah letih, lelah walaupun cobaan sering menghadang sampai dia wafat.
qta sebagai umatnya berkewajiban meneruskan dakwah beliau bukankah kita sebenarnya dalam keadaan rugi kecuali saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran(Q.S ashr :2-3)
selama kita bisa berdakwah kita harus berdakwah karena kita butuh dakwah bukan dakwah yang butuh kita.
kalo soal beda pendapat / pemahaman. itu memang fitrah kalo mbak joe berpandangan bahwa apa yang dilakukan trio mujahid salah terus terang saya tidak setuju dan apa yang bisa saya lakukan untuk menyakinkan mbak joe bahwa apa yang dilakukan trio mujahid tidaklah salah ya ini yang dapat ana lakukan. wallahu’allam
sama, kok. saya juga menyampaikan. masalah orangnya mau terima atau tidak, ya terserah orangnya
@ alf
terus, berarti otomatis mereka boleh dibantai? hanya karena tidak beragama islam? mereka itu secara personal pernah ngganggu islam, nggak? sudah diteliti juga atau belum?
oooo…jadi asal agamanya bukan islam berarti boleh dibunuh walopun mereka nggak ngganggu umat islam?
alasan apa ini???
hanya karena mereka bukan islam dan pernah dilatih militer artinya mereka berhak dibunuh? gitu? kenapa anggota TNI yang bukan islam juga nggak dibunuh sekalian?
pernah dilatih militer belum tentu dia punya profesi sebagai tentara, dan lebih jauh lagi dia belum tentu pernah merugikan islam secara personal. apa besok2 saya boleh nganggap sampeyan ini jagoan programming/network/troubleshooting hanya karena sampeyan pernah mengoperasikan komputer?
sebelumnya media2 barat sudah bikin peringatan? wooooo…setau saya larangan ke indonesia itu malah adanya setelah tragedi bom bali, kok. yang buruk di sini itu ingatannya saya atau ingatannya anda? maafkan, kalo yang buruk ternyata adalah ingatan saya.
suatu kesimpulan yang subyektif. apa buktinya subyektif? buktinya karena ternyata kenyataannya di lapangan nggak kayak gitu kan? masalah itu sarang maksiat atau bukan, sudah saya bahas sebelumnya
efeknya besar atau tidak, dia kaget atau tidak, niat awalnya memang pengen ngebom kan? niat awalnya aja menurut saya sudah salah, kok
mau dia jebolan manapun juga, kalo merugikan orang lain ya menurut saya tetep ngawur. toh nggak ada yang bisa menjamin apakah yang dilakukan amrozy itu bener di mata allah atau tidak. nantilah kita liat itu sama2 di akhirat besok. tapi 1 hal yang pasti, fakta di lapangan menunjukkan kalo mereka merugikan banyak orang khususnya orang2 bali; baik yang non muslim ataupun muslim itu sendiri.
ada yang anda liat dengan mata kepala sendiri? saya sih nggak berani menjustifikasi apa-apa tentang hal ini. syuhada atau bukan semuanya terserah allah. tanda-tanda itupun tih masih abstrak. semuanya baru jelas di akhirat besok. cuma, sekali lagi, fakta di lapangan adalah banyak yang merasa dirugikan.
see?
joesatch yang legendaris,
1.silahkan baca buku imam samudra
2.yang wajib dibunuh orang kafir yang mengganggu islam dan yang mendukung orang yang membunuh orang islam.
3.banyak cari info luar negri donk
4.terserah ente aja…
5.niat jahat khan menurut ente menurut perasaan plus akal ente.
6.salah sendiri tinggal di pulau kafir. ok kalo Allah menghendaki kita melihat baik ato buruk pasti akan melihat…
7.memang saya tidak melihat sendiri. tapi ikhwan2 saya yang langsung ke lamongan dan ada yang sempat melihat ke 2 syuhada’(InsyaAllah)
silahkan buka: muslimdaily.net dan arrahmah.com
kalo anda belum puas juga semoga besok di akherat anda tau…
@ alf
1. sudah. dan jawaban pertanyaan saya rasanya nggak ada di situ. kalo ada tolong tunjukkan halaman berapa. nanti saya cek lagi
2. nah, jadi orang2 yang saya sebutkan di statement 1 dan 3 milik saya itu, apa mereka sudah memenuhi standar yang sampeyan ajukan sendiri?
3. kok nggak nyambung sama inti pertanyaan saya ya? saya ulangi lagi deh:
4. kok terserah saya? ente kehabisan jawaban? kenapa? kenapa kehabisan jawaban? apa karena ternyata kenyataannya di lapangan nggak sesuai harapan ente? karena ternyata jam 11 orang2 di bali belum pada tidur?
5. sejak jamannya nabi adam, mbunuh orang itu – konon – suatu dosa, lho. ini bukan cuma menurut saya, kok
apa perlu saya keluarkan ayat dari alqur’an-nya juga di sini?
6. kalo gitu salahkan allah aja sekalian, kenapa mentakdirkan saya lahir, besar, dan tinggal di pulau kafir
pulau jawa itu juga pulau kafir lho pas jaman dulu. untung aja wali 9 mau repot2 syi’ar di situ. dan, menurut ente sendiri, pulau mana di dunia ini yang bukan pulau kafir? pulau mana yang isinya cuma orang2 mukmin?
7. bagus! kalimat terakhir ente, menurut saya , merupakan kalimat paling diplomatis dari ente sepanjang pembicaraan kita. serahkan saja semuanya sama allah, dan sebisa mungkin hindari mengeluarkan pernyataan yang berpotensi menyakiti hati orang lain yang nggak pernah menyakiti hati ente secara personal
sulit memang kalo orang yang ga ngerti makna jihad….. jihad yang benar adalah dengan harta dan jiwa ….para ulama dan para pengikut yang menyatakan dia salafi hanya kaum munafik yang merintangi jalan jihad danuntuk melindungi penguasa yang tidak memakai syariat islam……
islam bukan agama tapi dien yaitu aturan, tatacara hidup dan hukum!!!!jika boleh ana bertanya apakah ada di dunia ini negara yang berdasarkan Al-Quran dan sunah ???? jawab na tak ada bahkan arab sendiri bukan berdasarkan Qur’an dan sunah!!!tapi monarky yang sengaja di bikin Ingris negara kafir!!!!!
bom bali dan iman samurdra insya allah benar!!!!jika bertanya kenapa dia membunuh orang muslim????? jika benar yang di bunuh orang muslim , ngapain muslim ada di tempat maksiat?????? apakah yang senang maksiat bisa disebut muslim??????
dan ana berpendapat jika kita bisa dengan tangan yang cegah dengan tangan jika mampu dengan lisan ya dengan lisan dan lemah na iman adalah dengan hati…….dan imam samudra mampu melakukan dengan tangan dan kemapuan dia …..jangan mencela ikwan yang ingin menegakan dienullah ini jika antum sekalian tidak bisa berbuat apa2 untuk Islam ini ….islam tidak butuk dengan sholawatan islam tidak butuh dengan yasinan tapi islam butuh dengan pergerakan dan jihad untuk tegak nya dienullah ini…… dan ingat bumi ini milik Allah dan harus dengan aturan Allah bumi bukan dengan aturan manusia.
banyak yang bilang Indonesia mayoritas orang muslim tapi bukan negara islam…..pertanyaan nya kalo bukan negara islam negara apa????? cuman antara kafir dan muslim!!!!!!……
dan jika antum tinggal di negara ini kenapa tidak mendakwahi untk tegak na dienullah ini ???? sebagai mana Nabi Muhammad SAW sebelum punya kekuatan berdakwah dengan lisan yang disampaikan walau pun terusik dan tidak pernah berbaur dengan orang kafir dan orang musyrik…….
dan ingat Islam mengatur mulai dari masuk kamar mandi sampai mengatur negara …… dan Isalam lahir untuk mengatur dunia ini ….. jika Nabi SAW menyiarkan Islam ini hanya dengan tablig dan sholawatan dan do’a2 kenapa ada peperangan yang dilakukan Nabi …. dan Nabi berperang melawan kerabat dan saudara na sendiri…..tolong baca sirah dengan benar…..
jangan antum antuna terlalu cinta dunia dan takut mati ….karena surga didapat setelah mati……WALLAHI JALAN JIHAD INI YANG ANA TUJU………….
satu lagi yang tertinggal >>>
pelajarilah fiqh jihad !!!!! karena para ulama di indonesia ini takut untuk mengajarkan fiqh ini,, kenapa karena pasti sangat bertentangan dengan penguasa …..jangan hanya mempelajari fiqh wudhu. terus diulang dan diulang……
kadang ana bertanya kenapa ????? Islam hanya berkutat di air kaya kecebong ???????kenapa Aqidah dan fiqh jihad ini tidak pernah ada pengajaran nya ????? kenapa ?????? takut dicap tetoris????? takut di katakan makar??????
jika antum baca siroh Nabi SAW meneggakan Islam ini dengan makar!!!!!!! karena mekah pada waktu itu sudah mempunyai aturan dan hukum sendiri!!!!!!!!
tolong kita bersyahadat resapilah makna ILLAH yang sebenarnya …..dan pelajarilah makna dien yang sebenar nya ……………………
kadang orang teriak demokrasi >>lucu mereka ngaku islam tapi beraqidah demokrasi yang dibuat orang kafir ……
muslim tak butuh demokrasi karena semua dah ada di Qur’an dan Sunah jika mengaku muslim ingkari semua paham dan keyakinan ,,,,, hanya Qur’an yang diyakini …..
seandainya ente yang bicara menghalangi jihad ini hidup jaman Umar Bin Khatab ra. sudah pisah kepala ente dari badan…….
@ aly jundullah
demokrasi? hohoho… yang dipermasalahkan dari demokrasi ini apakah esensinya atau asal-usul bahasanya?
okelah, kalo asal-usul bahasanya ya memang berasal dari bahasa yunani: demos dan kratein (beberapa menyebutnya dengan “kratos”)
tapi, kalo sampeyan memperhatikan isi piagam madinah, yakinkah sampeyan kalo di piagam madinah sendiri tidak ada esensi yang sama dengan esensi dari istilah “demokrasi”?
oh my…oh my… jangan terjebak masalah bahasalah
tentang definisi tempat maksiat atau bukan, sudah saya bahas di komentar saya sebelumnya di atas ini juga, kok
kok persepsi kita beda, ya? menurut saya nabi sudah ngalah dengan pindah ke madinah, tapi masih diganggu oleh orang2 mekkah. makanya habis itu sampe terjadi perang demi perang. tapi sungguh mati, sepenafsiran saya, nabi nggak pernah memulai peperangan yang berarti nabi sendiri tidak pernah memulai makar.
sampeyan baca shiroh nabi yang mana? sudah baca semua versinya termasuk versinya martin lings – yang dapet penghargaan dari universitas cairo sebagai shiroh terbaik dalam bahasa asing (selain bahasa arab, maksudnya) – juga?
eh, menurut sampeyan, definisi dari “makar” itu apa ya?
btw, semangat banget diskusinya? tanda baca-nya sampe banyak banget. kurang efektif untuk sebuah kalimat dalam penulisan, lho
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu
Piagam Madinah
* Fasal 1
Dengan nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Penyayang : Inilah kitab (Piagam Bertulis) dari Nabi Muhammad, pesuruh Allah bagi orang-orang yang beriman dan orang-orang yang memeluk Islam dari Quraisy dengan penduduk Yathrib dan orang-orang yang bersama mereka lalu masuk ke dalam golongan mereka dan berjuang bersama-sama mereka.
* Fasal 2
Bahawa mereka adalah satu umat (bangsa) berbeda dari manusia-manusia lain.
* Fasal 3
Golongan Muhajirin dari Quraisy tetaplah di atas pegangan lama mereka : mereka saling tanggung-menanggung membayar dan menerima diyat (wang tebusan) di antara sesama mereka dalam mana mereka menebus sesiapa yang tertawan dengan cara berkebajikan dan adil di kalangan orang-orang beriman.
* Fasal 4
Bani Auf (dari Yathrib) tetaplah di atas pegangan lama mereka dalam mana mereka bersama-sama tanggung-menanggung membayar serta menerima wang tebusan seperti dulu; dan setiap taifah (golongan) tetaplah menebus sesiapa yang tertawan dari kalangan mereka sendiri dengan cara berkebajikan dan adil di kalangan orang-orang yang beriman.
* Fasal 5
Bani al-Harith (dari Yathrib – Madinah) bin al-Khazraj tetaplah di atas pegangan lama mereka bersama-sama bertanggungjawab membayar wang tebusan darah seperti dulu, dan tia-tiap puak dari (Suku Khazraj) hendaklah membayar wang tebusandarah mereka sendiri dengan adil dan berkebajikan di kalangan orang-orang yang beriman.
* Fasal 6
Bani Saidah (dari Yathrib) tetaplah di atas pegangan lama mereka bersama-sama bertanggungjawab membayar wang tebusan darah seperti dahulu dan tiap-tiap puak dari mereka hendaklah membayar wang tebusan darah untuk mereka sendiri dengan berkebajikan dan adil di kalangan orang-orang yang beriman.
* Fasal 7
Bani Jusyam (dari Yathrib) tetaplah di atas pegangan lama mereka bersama-sama bertanggungjawab membayar wang tebuan darah seperti dahulu dan tiap-tiap puak dari mereka hendaklah membayar wang tebusan darah untuk mereka sendiri dengan berkebajikan dan adil di kalangan orang-orang yang beriman.
* Fasal 8
Banu al-Najjar (dari Yathrib) tetaplah di atas pegangan lama mereka bersama-sama bertanggungjawab membayar wang tebuan darah seperti dahulu dan tiap-tiap puak dari mereka hendaklah membayar wang tebusan darah untuk mereka sendiri dengan berkebajikan dan adil di kalangan orang-orang yang beriman.
* Fasal 9
Bani Amru bin Auf tetaplah di atas pegangan lama mereka bersama-sama bertanggungjawab membayar wang tebuan darah seperti dahulu dan tiap-tiap puak dari mereka hendaklah membayar wang tebusan darah untuk mereka sendiri dengan berkebajikan dan adil di kalangan orang-orang yang beriman.
* Fasal 10
Bani al-Nabiet (dari Yathrib) tetaplah di atas pegangan lama mereka bersama-sama bertanggungjawab membayar wang tebuan darah seperti dahulu dan tiap-tiap puak dari mereka hendaklah membayar wang tebusan darah untuk mereka sendiri dengan berkebajikan dan adil di kalangan orang-orang yang beriman.
* Fasal 11
Bani Aus (dari Yathrib) tetaplah di atas pegangan lama mereka bersama-sama bertanggungjawab membayar wang tebuan darah seperti dahulu dan tiap-tiap puak dari mereka hendaklah membayar wang tebusan darah untuk mereka sendiri dengan berkebajikan dan adil di kalangan orang-orang yang beriman.
* Fasal 12
Bahawa orang-orang yang beriman tidaklah boleh membiarkan sebarang masalah di antara mereka sendiri bahkan mestilah sama-sama bertanggungjawab memberi sumbangan, dengan berkebajikan untuk menbayar wang tebusan darah dengan adil.
*
o Fasal 12-b
Hendaklah seseorang yang beriman itu tidak membuat apa-apa perjanjian dengan orang yang di bawah kawalan seseorang yang beriman yang lain dengan tidak mendapat persetujuan terlebih dahulu.
* Fasal 13
Bahawa orang-orang beriman lagi bertaqwa hendaklah menentang sesiapa yang membuat kesalahan, melanggar kesusilaan, melakukan kezaliman atau dosa atau perseteruan atau kerosakan di kalangan orang-orang beriman, dan mereka hendaklah bersatu bersama-sama menentang orang tersebut walaupun jika orang itu anak kepada salah seorang dari mereka.
* Fasal 14
Tidak sayugianya seseorang mukmin itu membunuh seorang mukmin lain kerana seorang kafir, tidak sayugianya ia menolong mana-mana kafir terhadap seseorang mukmin.
* Fasal 15
Bahawa jaminan Allah itu adalah satu dan sama; ia melindungi nasib orang yang lemah dari perbuatan mereka; dan bahawa orang-orang Mukmin hendaklah salinh menjamin sesama sendiri terhadap (gangguan) orang lain.
* Fasal 16
Bahawa orang-orang Yahudi yang menyertai kita hendaklah mendapatkan pertolongan dan pimpinan dengan tidak menzalimi dan tidak boleh ada pakatan tidak baik terhadap mereka.
* Fasal 17
Bahawa perdamaian orang-orang mukmin itu adalah satu dan sama, oleh itu tidak boleh dibuat perjanjian dengan mana-mana orang mukmin tanpa diturut serta oleh mukmin yang lain dalam sesuatu perang pada jalan Allah, melainkan dengan dasar persamaan dan keadilan di kalangan mereka.
* Fasal 18
Bahawa setiap serangan kita hendaklah dikira sebagai serangan terhadap semua, oleh itu hendaklah disilihgantikan tenaga menentangnya.
* Fasal 19
Bahawa orang mukmin hendaklah saling membela sesama mereka atas setiap darah yang tumpah pada jalan Allah.
* Fasal 20
Bahawa orang-orang mukmin lagi bertaqwa hendaklah teguh di atas sebaik-baik petunjuk dan seteguh-teguhnya.
*
o Fasal 20-b
Nahawa tidak boleh mana-mana orang musyrik melindungi harta orang-orang Quraisy dan tidak juga nyawa mereka dan tidak boleh menghalang orang mukmin (akan haknya)
* Fasal 21
Barangsiapa membunuh dengan sewenang-wenangnya akan seorang mukmin dengan tidak ada bukti yang cukup hendaklah dihukum bunuh balas kecuali dipersetuji oleh wali yang kena bunuh menerima ganti darah. Semua orang mukmin hendaklah bersatu suara mengutuk perbuatan itu, bahkan tidak harus bagi mereka menegakkan terhadapnya.
* Fasal 22
Bahawa tidak harus bagi mana-mana orang mukmin yang mengakui isi kandungan Piagam ini, dan percaya Allah dan Hari Kemudian, menolong mana-mana orang yang mencabul ataupun melindungi orang itu. Barangsiapa menolong orang itu maka keatasnya laknat Allah dan kemurkaanNya pada hari Kiamat kelak, dan tidak akan diterima darinya sebarang tebusan dan tidak juga sebarang taubat.
* Fasal 23
Berbalah walau bagaimanapun kamu dalam sesuatu perkara hendaklah merujukkan perkara itu kepada Allah dan Nabi Muhammad.
* Fasal 24
Bahawa orang-orang Yahudi hendaklah turut serta membelanja sama-sama dengan orang-orang mukmin selama mana mereka itu berperang
* Fasal 25
Bahawa kaum Yahudi dari Bani Auf adalah satu ummah bersama orang-orang mukmin, mereka bebas dengan agama mereka sendiri (Yahudi) dan orang Islam dengan agama mereka (Islam), begitu juga orang-orang yang sekutu mereka dan begitu juga diri mereka sendiri, melainkan sesiapa yang zalim dan berbuat dosa maka hal itu tidak akan menimpa melainkan dirinya dan keluarganya sendiri
* Fasal 26
Yahudi Bani al-Najjar (diperlakukan) sama dengan Yahudi Bani Auf.
* Fasal 27
Yahudi Bani al-Harith (diperlakukan) sama dengan Yahudi Bani Auf.
* Fasal 28
Yahudi Bani al-Saidah (diperlakukan) sama dengan Yahudi Bani Auf.
* Fasal 29
Yahudi Bani Jusyaim (diperlakukan) sama dengan Yahudi Bani Auf.
* Fasal 30
Yahudi Bani al-Aus (diperlakukan) sama dengan Yahudi Bani Auf.
* Fasal 31
Yahudi Bani Tha’alabah (diperlakukan sama dengan Yahudi Bani Auf, kecuali orang-orang zalim dan orang yang berbuat dosa maka hal itu tidak akan menimpa melainkan diri dan keluarganya sendiri.
* Fasal 32
Bahawa suku Jafnah yang bertalian keturunan dengan Yahudi Tha’alabah (diperlakukan) sama dengan mereka itu (Bani Tha’alabah)
* Fasal 33
Bani Shutaibah (diperlakukan) sama dengan Yahudi Bani Auf, dan sikap yang baik hendaklah membendung segala kejahatan.
* Fasal 34
Bahawa orang-orang yang bersekutu dengan Yahudi Bani Tha’alabah (diperlakukan) sama dengan mereka itu.
* Fasal 35
Bahawa para pegawai kepada orang-orang Yahudi (diperlakukan) sama dengan orang-orang Yahudi itu sendiri.
* Fasal 36
Tiada seorang pun yang menyertai Piagam ini boleh menarik diri keluar dari pakatan mereka melainkan dengan persetujuan dari (Nabi) Muhammad.
*
o Fasal 36-b
Tidak boleh disekat dari membuat kelukaan yang dilakukan oleh mana-mana orang ke atas dirinya, barang siapa membuat kejahatan maka balasannya adalah dirinya dan keluarganya kecuali orang yang dizalimi dan bahawa Allah akan melindungi orang yang menghormati piagam ini.
* Fasal 37
Bahawa orang-orang Yahudi hendaklah menbiayai negara seperti mana orang-orang mukmin juga hendaklah membiayai negara; dan hendaklah mereka sama0sama tolong-menolong menentang sesiapa jua yang memerangi orang-orang yang menganggotai Piagam ini; dan hendaklah mereka saling nasihat-menasihati, sama-sama membuat kebajikan terhadap perbuatan dosa.
*
o Fasal 37-b
Mana-mana orang tidaklah boleh dianggap bersalah kerana kesalahan yang dilakukan oleh sekutunya; dan pertolongan hendaklah diberi kepada orang yang dizalimi.
* Fasal 38
Bahawa orang-orang Yahudi hendaklah memikul biayaan bersama-sama orang mukmin selama mana mereka berada dalam keadaan perang
* Fasal 39
Bahawa Kota Yathrib adalah terpelihara sempadannya tidak boleh dicerobohi oleh mana-mana pihak yang menganggotai piagam ini
* Fasal 40
Bahawa jiran tetangga hendaklah diperlaku sebagai diri sendiri, tidak boleh dilakukan terhadapnya sebarang bahaya dan dosa.
* Fasal 41
Tidak boleh dihampiri sebarang kehormatan (wanita) melainkan dengan izin keluarganya sendiri.
* Fasal 42
Bahawa apa juga kemungkaran (bunuh) atau apa juga pertengkaran di antara sesama peserta piagam ini sekira-kira dikhuatiri membawa bencana maka hendaklah dirujukkan kepada hukum Allah dan kepada penyelesaian oleh Muhammad pesuruh Allah, Allah menyaksikan kebaikan isi kandungan piagam ini dan merestuinya
* Fasal 43
Bahawa tidaklah boleh diberi bantuan perlindungan kepada Quraisy (musuh), begitu juga tidak boleh diberi perlindungan kepada orang-orang yang membantunya.
* Fasal 44
Bahawa hendaklah bantu-membantu mempertahankan kota Yathrib daripada mana-mana pihak yang mencerobohnya.
* Fasal 45
Apabila mereka diajak untuk berdamai atau untuk masuk campur dalam satu-satu perdamaian maka hendaklah mereka bersedia berdamai atau masuk campur ke dalam perdamaian itu; dan bila mana mereka diajak berbuat demikian maka orang-orang mukmin hendaklah merestuinya kecuali terhadap orang-orang yang memerangi agama (Islam).
* Fasal 46
Bahawa orang-orang Yahudi Aus sendiri dan begitu juga orang-orang yang bersekutu dengan mereka hendaklah memikul kewajipan sama seperti mana pihak-pihak yang lain yang menganggotai ini demi kebaikan mereka semata-mata (perdamaian) dari anggota-anggota piagam ini. Dan mereka hendaklah berbuat kebajikan dengan tidak melakukan dosa kerana barang siapa yang berbuat sesuatu maka dialah yang menanggungnya sendiri. Dan Allah menyaksi akan kebenaran isi kandungan Piagam ini dan merestuinya.
* Fasal 47
Bahawa piagam ini tidak boleh dipakai bagi melindungi orang-orang zalim dan yang bersalah; dan bahawa –mulai dari saat ini barang siapa berpergiaan dari kota Madinah atau menetap di dalamnya adalah terjamin keselamatannya kecuali orang-orang yang zalim atau bersalah. Dan bahawa Allah merestui setiap orang yang membuat kebajikan dan bertakwa dan bahawa Muhammad hendaklah diakui Pesuruh Allah.
Inna lillahi wa innaa ilaihi raji’un Piagam Madinah = Demokrasi? dimananya tolong tunjukkan
jangan pinter2an kamu joe … islam tidak mengenal demokrasi dan kaidah bahasa demokrasi itu adalah arti yang sesungguhnya akan kekuatan rakyat mengalahkan kekuatan Allah … bila hukum Allah di voting lalu kalah maka hukum rakyat yang berjalan hehehe emang boleh ya di islam hukum Allah di Voting? islamnya belajar di mana mas? apa ada isi dari fasal diatas yang mengatur bahwa Hak Preogratif Allah boleh di voting? ada ada aja
udahlah kawan2 si joe ini emang ngeyel kan
buat bung alf dan lainnya memang dakwah gak boleh kendur tapi inget waktu jangan dihabiskan oleh orang2 yang memang tidak tertarik akan dakwah itu sendiri … inget peristiwa ummi maktoum? masih banyak orang diluar sana yang tertarik kalau waktu anda dihabiskan buat yang tidak tertarik kasian dong orang yang benar2 tertarik
” ok persepsi kita beda, ya? menurut saya nabi sudah ngalah dengan pindah ke madinah, tapi masih diganggu oleh orang2 mekkah. makanya habis itu sampe terjadi perang demi perang. tapi sungguh mati, sepenafsiran saya, nabi nggak pernah memulai peperangan yang berarti nabi sendiri tidak pernah memulai makar.
nabi ngalah? maaf ya Nabi bukan ngalah tapi kondisi untuk dakwah di makkah sudah tidak memungkinkan. dan makna yang terkandung disitu bukan karena terus diganggu oleh orang2 mekkah. tapi islam terus diganggu kaum musyrikin dan non islam ayng kebetulan waktu itu terdiri dari orang2 mekkah dan bani2 yahudi di madinah jadi kalau sekarang ini makna luasnya ya semua orang non muslim yang memerangi islam baik dengan penghinaannya, kebenciannya, fitnahnya, permusuhannya sampai ke taraf yang lebih ekstrim yaitu ke penyiksaannya dan pembunuhannya.
lho memang ummat islam tidak memulai peperangan tapi karena dihina, dibenci, difitnah, dimusuhi, sampai disiksa dan dibunuhi maka kita harus membalas hal yang sama, sampai2 Muhammad Rasulullah SAW pada saat itu memerintahkan Zaid bin Tsabit ra sebagai ahli syair, untuk memerangi syair2 musyrikin … karena Firman Allah itu perangi mereka sebagaimana mereka memerangi kamu dan janganlah melampaui batas, intinya kalau mereka pake syair kita pake syair, kalau mereka pake pedang kita pake pedang masa nunggu leher digorok? apa bedanya anda dengan kambing?
atau jangan2 doktrin kristen mempengaruhi Anda kalau ditampar pipi kanan kasih pipi kiri?
Yah memang pilihan Imam Samudra CS meledakkannya di bali mungkin joe sebagai orang bali tidak bisa menerima dan rela … tapi itu urusan pribadi joe
Orang muslim itu tidak akan pernah duluan karena memang mereka akan terus didahului dan dibenci akibat kepercayaannya
jadi neh pendukung2 amerika dan anteknya silahkan aja termakan propaganda non muslim nanti kalau orang2 pejuang islam telah habis maka anda sendiri akan dibantai
karena pembela anda juga sudah tidak ada
seorang Sahabat RAsulullah berkata “Apa kamu akan berdiam diri ketika saudara2 kamu dibunuh?” sungguh kamu membahayakan dirimu sendiri karena setelah itu akan datang giliranmu”
Jadi dengan propagandanya yang luar biasa kaum non muslim itu akan menjustified perbuatan2 mereka seperti yang terjadi di palestine sekarang itu ribuan kali lebih hebat dari bali tapi dunia disetir se-olah2 biasa saja bahkan amerika santai2 saja coba kejadian di bali langsung di blow up oleh amerika dan Australia
ya akhii dan ukhtii fillah… udahlah biarkan si joe dengan pemikirannya jangan diurusin lagi karena dia udah punya kepercayaannya sendiri masih banyak saudara2 kita yang butuh pertolongan karena nabi mengharamkan perdebatan berkepanjangan dan perdebatan tanpa dalil
mudah2an saudaraku yang sepaham terus istiqamah di jalan Allah dan saudaraku yang belum sepaham akan mendapatkan hidayah suatu saat nanti
wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu
Assalamualaikum,
Satu perkara lagi yg mungkin banyak org tidak menyedari… jika kita baca semula isi perdebatan diantara kedua pendapat… makin panjang perdebatan berlanjut, makin terkuak siapa diantara pemberi kedua pendapat yang lebih membela org2 yg menyakiti Allah daripada membela org2 yang imannya, tawkalnya, taqwanya sangat tinggi kepada Allah! Subhanallah……..
joe :
tapi sungguh mati, sepenafsiran saya, nabi nggak pernah memulai peperangan yang berarti nabi sendiri tidak pernah memulai makar.
abu saida :
kang, sampeyan itu pernah baca Al Qur’an tidak ?
sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap perintah yang ada dalam Al Qur’an itu pernah dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW.
kalo menurut penafsiran sampeyan bahwa nabi tidak pernah memulai berperang, coba cek penafsiran sampeyan dengan ayat-2 Al Qur’an dibawah ini :
Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. ( At tahrim 9 )
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. ( At taubah 123 )
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. ( At taubah 29 )
Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612]. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. ( Al Anfaal 39 )
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. ( At taubah 5 )
dan masih banyak lagi kang…….
jadi jangan sembarang menafsirkan kang, atau anda itu ulama tafsir ?
@joe
wallahi ana pingin ketawa >>>. antum baca siroh yang dibuat orang sekuler …………jangan2 antum ini orang JIL jaringan Iblis Liberal ……. sekira na Indonesia ini di atur dengan hukum Allah wallahi ana tebas leher antum duluan ……
boy!!!!!! jihad dan perang sudah diperintahkan Allah ketika kekuatan islam telah sebanding …..sekarang mungkin kita ga bakalan nyambung karena Aqidah kita sangat jauh berbeda inilah pemutus hub antara orang kafir yang di perintahkan Allah SWT
Inilah pernyataan) pemutusan penghubungan daripada Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kamu muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka). (QS. 9:1)
kita ga pernah ada perjanjian dengan mereka(orang kafir,orang musryk,dan orang munafik) karena didunia ini belum ada satu orang khalifah pun yang membuat perjanjian yang mewakili umat Isalam dalam artian bulum ada negara muslim(negara yang semua hukum nya Al-Qur;an dan Sunah) yang mengadakan perjajian.Indonesia ???? bukan masih negara Thogut !!!!<<<<<>>> ana sarankan baca syaihk qutb atau said hawa mujahid abad ini…..
ga bakalan nyabung Aqidah antum dengan ana …jangan jadi buih tapi jadilah mutiara hitam yang ada didasar laut …..
jika indonesia mempunyai undang2 semacam ini ana dukung sampai mati walau pun musti ditebus dengan darah dan ana akan samina wa a thona jika ada pemerintahan yang akan merbah kuhp semacam ini;
http://members.tripod.com/darul_islam/
http://members.tripod.com/darul_islam/
tapi sayang yang hak di katakan pemberontak inilah Thoguths
yang selalu membuat bingung unat
@ Abi Fathimah
wew…hahaha, okelah, satu-persatu
lho, itu piagam disepakati bersama, kan? apa itu bukan salah satu bentuk demokrasi?
iya, ada2 aja ya? makanya, jangan memandang sempit istilah demokrasi dulu, donk. definisinya dulu dipertegas
apa perlu saya panggilkan wiki? boleh…
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
dalam konteks ini, kalo masyarakatnya muslim semua dan menginginkan negara didasarkan pada hukum islam ya berarti hukum islamlah yang harus berlaku di negara tersebut
yang jelas adalah adanya suatu kesepakatan bersama
well, ini mungkin persepsi pribadi masing2 orang. buat saya nabi ngalah, sih. kalo nggak ngalah beliau bakal ngotot bertahan di mekkah. tapi intinya adalah nabi nggak mengganggu duluan, kan? nggak ngajak berantem duluan, kan? nggak berinisiatif makar, kan?
see? anda sendiri yang bilang, lho dengan menyitir perintah allah: perangi mereka sebagaimana mereka memerangi kamu. intinya lagi2: kita nggak pernah disuruh berinisiatif perang duluan, kan? nggak disuruh makar duluan, kan?
tentang doktrin kristen, wahwahwah, boleh saya menilai kalo sampeyan terlalu jauh dalam mencoba menafsirkan apa yang cuma diketahui oleh saya sendiri dan allah?
wauwwww…propaganda? errr… ini semacam teori konspirasi juga? hehehehe. silakan klik link yang saya berikan itu
oh, ndak papa, kok. kebetulan aja di sini ada fasilitas komentar. jadinya ya saya komen sesuai pendapat saya. ada yang nerima, ada yang tidak, saya pikir itu perkara biasa dalam berpendapat
@ abu saida
pernah, kok. saya pernah baca. untuk tanggapannya yang buat anda, sepertinya bisa baca tanggapan saya sebelumnya buat Abi Fathimah. argumen yang sampeyan ajukan kurang-lebih sama, soale
@ Aly jundullah
kita bahas 1 paragraf aja, ya? soalnya ini yang bakal mendasari komentar2 sampeyan selanjutnya, sepemikiran saya. lagipula kalo masalah pengertian jihad, saya sudah tunjukkan pemikiran saya di atas pada komen sebelum2nya.
kalo sampeyan mau ketawa, bolehkah saya ketawa lebih keras lagi?
sampeyan sudah tau martin lings itu siapa belum?
dia itu memang sebelumnya beragama protestan. tapi kemudian setelah masuk islam mengganti namanya menjadi Abu Bakr Siraj Ad-Din.
doi salah satu pemikir islam sekaligus penggiat dakwah islam di Inggris. dia juga dosen di unversitas cairo.
jadi bagaimana? anggap saja negara ini diatur oleh hukum islam (yang sesuai dengan penafsiran anda). maka sampeyan saya perbolehkan menebas leher saya…jika mampu.
(catat: saya sudah memperbolehkan, lho. apa perlu hitam di atas putih lagi?
)
mau tahu saya bisa ditemukan di mana? silakan baca blog saya. saya tunggu. kemarilah. ambil leher ini kalo sampeyan mampu.
kemari! kemari, ayo kemari. jangan cuma kebanyakan ngomong aja. sudah lebih dari 10 orang macam sampeyan yang bilang mau mencari saya. tapi nyatanya semuanya cuma bualan. jadi sekarang siapakah yang jadi buihnya?
wew…komen saya masuk moderasi…
semoga yang punya blog berkenan untuk membebaskan komen saya. saya sangat berharap yang punya blog menghargai keberadaan saya – kalo saya pernah menjawab komentar2 yang ditujukan buat saya
untuk joe, saya akui ke-ngeyelan anda dalam diskusi. kalo melihat cara anda berdebat, maka kemungkinan untuk mencapai kata “sepakat” itu sangat sulit, seperti menunggu bulu burung gagak beruban, atau sebagaimana menunggu kaca membusuk.
disatu sisi kami menyampaikan berdasarkan Al Qur’an dan sunnah ( insya Alloh), tapi disisi lain anda ( joe ) menanggapinya hanya dengan akal-2an anda ( soalnya saya belum pernah menemui tulisan anda yang merujuk pada Al Qur’an atau hadist atau perkataan ulama ), tapi sebagian besar adalah hasil olah pikiran anda.
sekarang saya tanya pada antum semua : apa tujuan dari debat ini ?
apakah kita masih mau menunggu “kaca membusuk” atau “menunggu bulu burung gagak beruban “?
lho?
hohoho…
saya memang nggak pernah nulis pake ayat alqur’an, kok. tapi jawaban saya kan juga berlandaskan ayat alqur’an yang sampeyan sampaikan. saya jawab dan saya berikan penafsiran ayat alqur’an yang sampeyan ajukan itu sesuai pemahaman saya.
kalo ada yang dirasa salah dari pemahaman saya, ya silakan kritik saya. tujuan saya diskusi di sini nggak nyari menang-kalah, kok. saya nyari pencerahan. siapa tau ada pemahaman baru buat saya. yeah, yang tentunya diskusi zonder ad hominem.
jadi jangan nyerah gitu, ah. seandainya saya sendiri memang cuma (cuma. sekali lagi, cuma. yang berarti saya benar-benar tidak melibatkan hal lainnya) main akal2an, masak sampeyan yang berlandaskan alqur’an dan hadist shahih bisa2nya kalah dalil sama homo sapiens yang cuma mengandalkan akalnya? wew…mau ditaruh di mana nama islam kalo gitu?
eh, tapi perintah pertama dari allah itu iqro’, lho. dan quraish shihab menafsirkannya sebagai “bukan sekedar baca”, karena itu sampai diulang 3x sama jibril. quraish shihab menafsirkannya sebagai baca, renungkan benar-benar, pahami yang semuanya dihasilkan oleh olah pikir. maka apa kalo saya berolah-pikir, maka saya salah? kalo salah, okelah, nanti saya protes ke ahli tafsir alqur’an nomer 1 di indonesia itu. kebetulan kantornya beliau dekat sama rumah bapak saya di jakarta
maka jawaban saya buat pertanyaan pamungkas anda: tujuan saya dari diskusi (saya nggak menyebutnya sebagai debat, lho) ini adalah untuk berbagi pandangan. mengetahui pemikiran tiap-tiap manusia dari berbagai sudut pandang itu menyenangkan, lho. siapa tau ada pencerahan dari situ. hidayah toh bisa turun lewat jalan apa saja, kan?
well, tidak setuju dengan suatu perkara bukan berarti kita tidak bisa mengambil hikmah dari perkara tersebut, kan? saya percaya, dalam keadaan seburuk apapun pasti ada hikmah yang bisa kita ambil di dalamnya yang semuanya tergantung pada kepekaan kita dalam menyerap hikmah tersebut
cuma, saya memang nggak suka aja kalo ada orang yang ngomongnya pengen nebas leher saya tapi isi omongannya cuma pepesan kosong. megang golok aja masih belum becus kok nggaya2 mau nebas leher saya?
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu
sejak kapan esensi demokrasi itu jadi musyawarah mufakat ato disepakati bersama? itu pembodohan namanya
lha kalo orang islam semua itu disepakati bersama atas Nama Allah, ana juga liat di blog lainnya di site ini ada yang ngebahas demokrasi hehehe udah jadi profesor demokrasi kali dia bilang itu kan diutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat, musyawarah dalam islam itu tidak boleh bertentangan dengan hukum islam itu sendiri gak ada contohnya itu sejak zaman Nabi SAW kaya piagam Madinah itu … ada yang isinya tidak sesuai Syariat Allah? kalau ada pasti tidak akan disepakati. contoh gampangnya UU pornografi yang gak kelar kelar sekarang ini pada akhirnya nanti harus divoting juga kan bahkan … prosesnya yang mengambang seperti ini saja sudah melawan perintah Allah Azza Wa Jalla, dibilang jangan keliatan Aurat ya keliatan
duh Joe dangkal sekali anda … atas nama demokrasi di berbagai belahan bumi perintah Allah diabaikan
anda neh yang katanya jago demokrasi apa arti luas demokrasi coba jabarkan pengen tau? kalau dalam prakteknya bisa tidak demokrasi tidak melibatkan voting apabila gilirannya nanti hukum Allah diajukan? berikan Contoh 1 saja Nabi SAW berdiam diri ketika hukum Allah diabaikan atau dilanggar coba
di Gramedia jakarta ada pertemuan membahas UU pornografi lalu seorang pendeta menjadi pembicara dengan gaya kepintarannya dia bilang ini lah itulah bagian dari seni dll… bagian dari kebebasan demokrasi, maka jangan diganggu itu gambar2 seni sexy dll lalu…….
sepupu saya cukup bilang begini Pak Pendeta YTH; atas nama demokrasi coba bapak berkenan mengajarkan kami yang buta demokrasi ini coba bawa anak dan istri bapak untuk telanjang di depan kami, kami sungguh ingin belajar seni dan ingin melihat seninya dimana, dia terdiam daan tidak mau dan pertemuan itu langsung ditutup. Jadi kalau kita yang menolak pornografi ATas Nama Allah itu ekstrim tapi yang tidak menolak atas nama manusia berdemokrasi gitu? hehehe biarin lah ana dalam keekstriman ana.
Esensi tidak akan lepas dari kaidah bahasa, karena itu tercipta akan makna arti sebenarnya … kalau Joe bilang arti sempit … maka coba jabarkan arti luasnya pengen liat ya wahai pakar demokrasi
ana sungguh tidak takut berdiskusi dengan anda tapi ana takut kepada Nabi Ana dan Allah Azza wa Jalla yang bilang harus menghindari orang2 seperti Anda yang memang pinter buat pinter2an, coba joe kalau anda islam Nabi SAW mengharamkan perdebatan yang panjang dan perdebatan yang tanpa dalil apa kamu tidak takut?ya wajar kalau kamu tidak takut, kalau cuma karena itu anda berpikir saya kalah ya sudah kalah lah saya toh saya cuma mengikuti salah satu dari Sunnah RAsul Muhammad SAW
kawan2 disini saya rasa bukan pepesan kosong kok tapi terjebak hukum pemerintahan RI lha bunuh anda itu untungnya apa? malah dapet penjara RI, tapi kalau anda ketemu ana atau mereka di ambon dan poso atau daerah konflik lainnya … itu lain hal…, ana tungguin antum di kantor ana deh ana balikkin mau alamat lengkapnya? karena hukum di RI ini bukan hukum Islam jadi siapa memulai duluan maka dia yang akan di penjara ana rasa orang pinter kaya antum udah tau hal ini
, tapi jangan khawatir Joe kalau2 kita berseberangan bila terjadi peperangan mudah2an Allah mempertemukan Ana dengan anda, sebelum itu terjadi tentu ana berharap kita tidak berseberangan tapi kalau terjadi ana tidak akan mundur joe Insya Allah, Allah bisa perlihatkan becus apa tidak ana memegang senjata ana.
teori konspirasi anda usang buat saya yang tau keadaan keluarga Almarhum, Kemal aT turk, Ghulam MIrza Ahmad, Khalid asad dan para pengkhianat islam lainnya hidup bergelimpangan harta dari tuan tuannya anjing2 kapir, kalau orang2 yang ana tahu boro boro, hidup aja sering puasa, Syaikh Osama apa yang dicari? jadi antek yahudi terus hidup miskin dikejar kejar? dia itu masih keluarga kerajaan yang bisnisnya menggunung di Arab sana bahkan sebelum dia kembali ke agama dia penggemar Manchester United dll.. hidupnya enak uang banyak gak ada habisnya terus dihabiskan di hutan, makan gak jelas, aset2 dibekukan cuma sekadar jadi antek yahudi?… yang bodoh itu Anda apa orang2 yang percaya ama syaikh Osama? atau imam CS lha wong hidup buat anak2nya aja kita ikhwan2 urunan tangan … gak ada tuh dana dari Yahudi atau US .. tapi semua rezeki udah Allah yang ngatur tenang aja anak2 mereka insya Allah bisa menjadi pejuang yang lebih tangguh dari bapaknya sebagaimana kebanyakan para anak mujahid lainnya … tunggu aja
Kantor Ana di depan bekas tempat Judi Tommy Winata tuh yang penuh ama orang Flores di daerah Kelapa Gading Jakarta .. silahkan datang kapan saja, mau diskusi ana layanin mau baku hantam juga ana layanin
OK joe anggap saja saya kalah deh walaupun benar diskusi itu bukan mencari mana yang menang ataupun kalah biarpun kamu cuma seorang homo sapien, diskusi ini jadi jidal dan haram buat diterusin karena sudah kepanjangan dan ketertiadaan dalil.
ana angkat topi deh …. OK
buat akhii dan ukhti fillah yang sepaham tetap istiqamah buat yang tidak sepaham Insya Allah suatu hari nanti mendapatkan hidayahnya
wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu
lho, itu link yang saya kasih sudah dibaca belum? arti luas demokrasi ada di sana.
sekali lagi saya bilang kalo demokrasi itu kedaulatan rakyat. implementasinya, kalo masyarakatnya memang pengen syariat islam yang diterapkan sebagai dasar negara ya itulah yang akan terjadi di negara yang menganut demokrasi. perkaranya, kalo syariat islam tidak bisa diterapkan, wah, ya bukan salah demokrasinya, donk. salahnya ada di masyarakatnya.
kalo sudah begini yang harus dilakukan ya bukan memaksakan syariat islam sebagai dasar negara, tapi bagaimana mengubah perilaku masyarakatnya terlebih dahulu a.k.a. dakwah. kalo masyarakatnya sudah islami semua, syariat islam sebagai dasar negara akan terbentuk dengan sendirinya.
tentang teori konspirasi, kita bahas di blog saya, di tulisan saya yang membahas tentang itu aja gimana? saya khawatir kalo di sini, bakal semakin menjauhi tema sentral dari postingan di atas. ini sudah masuk out of topic, soale.
oh ya, osama bukan penggemar MU. dia penggemar arsenal, lho. sempat berencana mau membeli arsenal malahan, sebelum stadionnya arsenal pindah ke emirates dan masih di highburry
so what? jangan naif dan kege-eran kalo saya mau berrepot-repot datang ke kantor anda, donk
saya di jokja, oom. ke jakarta toh butuh biaya. sejak awal saya nggak punya niat sama sekali buat kopi darat dengan sampeyan. cuma saja, kalo ada orang sok-sokan yang katanya mau nggorok leher saya, saya persilakan dia ndatangin saya untuk membuktikan omongannya; leher saya yang lepas, atau kepala orang itu yang bakal berada di bawah kaki saya sambil wajahnya saya ludahin? saya, sih, nggak bakal main-main nyabut nyawa manusia setolol itu. cukuplah kepalanya saya injak tanpa perlu menebas lehernya
jadinya, ketemu anda saja sebelumnya saya nggak pernah mikir ke sana, apalagi nantang berantem segala. di dunia ini banyak hal yang bisa diselesaikan dengan lebih elegan ketimbang dengan cara beradu pukulan, meskipun saya sendiri, ya kalo nurutin ego dan darah muda, bakal seneng juga kalo diajakin berantem.
ketiadaan dalil? jadi yang dimaksud dengan dalil haruslah ditulis sebagaimana aslinya gitu? jawaban saya yang menanggapi dalil-dalil di atas itu dinafikkan begitu saja? dianggap tidak berangkat dari pijakan dalil? termasuk kisah tentang turunnya ayat pertama alqur’an itu juga, hanya karena redaksionalnya tidak sama persis dengan dalil aslinya?
lho, saya ya memang homo sapiens? anda sendiri apa bukan homo sapiens? kok saya jadi curiga kalo di antara kita ada yang ngerti definisi dari homo sapiens, ya?
terakhir, sekali lagi saya nggak bicara menang-kalah. saya cuma pengen melihat pandangan-pandangan yang berbeda dari pandangan saya. kalo anda memosisikan diri sebagai orang kalah, wah, ya sudah, itu pilihan anda sendiri untuk memandang sebuah pembicaraan harus ada menang-kalahnya. kalo memang tujuan dari awal pembicaraan kita, menurut anda, cuma sekedar menang-kalah, ouw… bolehkah kalo saya sedikit kecewa dengan tujuan anda yang menurut saya kok ya low-level sekali? alhamdulillah, sih, kalo tidak begitu
okelah, kalo sampeyan bilang cukup, ya sudah, saya legowo untuk mencukupkan juga sampai di sini.
wa’alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakaatuh.
ralat:
“kok saya jadi curiga kalo di antara kita ada yang ngerti definisi dari homo sapiens, ya?”
harusnya:
“kok saya jadi curiga kalo di antara kita ada yang nggak ngerti definisi dari homo sapiens, ya?”
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu
” masak sampeyan yang berlandaskan alqur’an dan hadist shahih bisa2nya kalah dalil sama homo sapiens yang cuma mengandalkan akalnya? wew…mau ditaruh di mana nama islam kalo gitu?
”
lho yang berpedoman menang kalah kan anda duluan .. ana seh senang saja biar ana menganggap kalah diri anda dan yang mengajukan istilah homo sapiens pertama kali kan anda entah maksud anda apa kok anda bisa berpikir saya tidak tau arti homo sapiens dari kata2 saya? lha kenapa anda taruh kata2 homo sapiens di tulisan anda … dan hak saya juga menaruh kata2 homo sapiens di tulisan saya maksud dan tujuan anda menaruh kata2 homo sapiens di tulisan anda saya tidak pertanyakan dan kenapa mempertanyakan maksud dan tujuan saya menaruh kata2 homo sapiens di tulisan saya, aneh! walau saya tau arti kata homo sapien
baguslah anda kenal latar belakang osama, maaf kalau saya khilaf tapi hak anda juga mau berkutat dengan teori konspirasi yang anda percayai dan buat saya cukup juga yang saya percayai. bagi saya cukup contoh pengkhianat2 islam selalu hidup bermegah megah. saya tidak menemukan hal tersebut di diri syaikh osama dan trio mujahid. dan biarkan teori konspirasi anda melayang jauh
” OK joe anggap saja saya kalah deh walaupun benar diskusi itu bukan mencari mana yang menang ataupun kalah biarpun kamu cuma seorang homo sapien, diskusi ini jadi jidal dan haram buat diterusin karena sudah kepanjangan dan ketertiadaan dalil. ”
lha kata2 saya disitu apa? kurang mudeng ya hehehe saya anggap saja diri saya kalah yang penting diskusi ini selesai.
lucu ini orang dia yang pertama mengajukan soal kalah menang saya sendiri gak pernah menganggap ini persoalan kalah menang tapi saya tidak mau meneruskan dan saya utarakan kalo memang saya dianggap kalah dan dialog ini usai ora opo opo makanya bung jangan muter2 mulu
ya sudahlah mudah2an Allah Azza wa Jalla menunjukkan kita jalan yang di ridhaiNYA toh nanti kita semua akan dipersaksikan dan bertanggung jawab atas semua amal kita.. bagi ana .. ana mantap di jalan ana sekarang dan kalau anda mantap di jalan anda yo wuiss …
kita bisa bertemu sebagai kawan ataupun lawan ke depannya itu pun hak Allah…
wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu
duh, kayaknya ada yang salah-paham gara2 potong-memotong kalimat, deh
makanya jangan dipotong2 kalimatnya, donk. baca juga kalo di awal paragraf, kalimat kedua, saya nulis “seandainya”
seandainya saya cuma berlandaskan akal, maka masak anda yang berpedoman pada alqur’an dan hadist (yang jadi panduan umat muslim, baik anda maupun saya) bisa kalah argumen dari saya? masak iya alqur’an yang sabda langsung dari allah bisa kalah sama akal-akalannya manusia?
tentunya nggak ada menang-kalah selama kita hidup di dunia ini. yang ada cuma beda pemahaman aja karena mungkin rujukan penafsiran ala ulama yang kita pakai juga berbeda. perihal menang-kalah, tafsir siapa yang benar, baru bisa kita ketahui nanti di akhirat.
saya senang diskusi. pertama, saya bisa mengetahui pandangan2 dari tiap2 individu dan memahami fakta kalo perbedaan itu memang ada di dunia ini. kita nggak bisa bersikap seakan2 semuanya harus berjalan sesuai dengan yang kita mau. ada hal2 yang harus dikompromikan kalo kita semua mau sama-sama hidup enak.
kedua, pembicaraan macam ini, kayak yang kita lakukan, memaksa saya kembali membaca-baca literatur agama; mencari dan membandingkan literatur mana yang lebih sesuai. otak saya jadi terkondisikan untuk belajar kembali. itu menyenangkan, kan?
maka kalo dibilang diskusi (atau debat, dalam bahasa anda) ini nggak bermanfaat, saya kok nggak merasa begitu ya? saya masih bisa mengambil hikmahnya: ya itu, tadi, saya terkondisikan untuk membaca-baca literatur agama lagi.
tentang komplain yang kedua, perihal homo sapiens. alhamdulillah kalo anda tau arti homo sapiens yang berarti manusia.
cuma penerapan kata “walaupun” pada kalimat tersebut membuat saya berasumsi kalo kalimat tersebut mengandung maksud “agak merendahkan” dan “berkesan negatif” jika ditelaah dengan membandingkan premis pertama dengan premis selanjutnya, seperti misalnya jika ada kalimat: “saya mencintai gadis itu, walaupun keluarganya miskin dan ayahnya mantan narapidana.”
jadi saya mohon maaf kalo asumsi saya salah. maafkan ya.
ah, geblek. saya salah nickname
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu
saling memaafkan saja, saya pun manusia yang tidak luput dari kekhilafan. mungkin saya bukan orang yang tepat untuk berdiskusi dengan anda dengan ilmu saya yang dangkal ini, well tell ya the truth diskusi ini seperti juga diskusi2 lain sebelumnya membuat saya kembali bersemangat membuka buku2 saya yang mulai berdebu kalau memang bisa diambil sebagai hikmah.
well we just follow our path .. in the name of Allah the Greatest and the Merciful … maybe someday we can bind each other or go in separate way…
At least you’re gentle enough despite which seats will suit in ya
Mudah2an kita semua berjuang hanya sekadar mendapatkan ridhaNYA dan diskusi ini juga bagian dari mendapatkan ridhaNYa, mungkin ana tidak bisa memuaskan anda bung joe atas jawaban2 Ana .. tapi Inilah jalan ayng ana pilih
FOR now we”re just two different person with different perspectives and for that which i honor
wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu
ah ya, sama2. senang bisa – setidaknya – nyambung dalam masalah hikmah
selanjutnya, saya, sih, sejujurnya masih eneg aja sama Aly jundullah. masalah saya sekarang nggak sama sampeyan, mas. tapi sama si aly. di antara kita anggaplah sudah rampung dengan tenang. selanjutnya saya masih nunggu sesumbarnya Aly yang mau nebas leher saya itu cuma bualan atau bener2 bakal dibuktikan
[...] ngeliat aku urunan komentar di blognya orang-orang sampai akhirnya dia membahas hobi debat, aeh, diskusiku. Dia nanya, apa yang kucari dari sebuah perdebatan yang berkepanjangan, kepuasan saat lawan [...]
ehem..ehemm..
assalamualaikum bagi anda yng muslim sejati yang membela kehormatan dan darah kaum muslimin dmn sj kalian berada..
dan saya katakan
dan sy katakan terlaknatlah, bagi sapa saja yang memusuhi kaum muslimin dan pembela2nya, dengan cara2nya, menyebar fitnah, menggembosi perjuangannya dan membuat statemen yg memojokkan mujahidin diseluruh dunia..
@joe
kenapa joe ???? antum di jogja wkwkwkw….ke jauh amad ……
buka link ini aja joe
http://madinahku.blogspot.com/
aqidah ana dan antum mungkon sangatlah berbeda jika boleh ana katakan INDONESIA ini NEGARA KAFIR bukan negara muslim!!!!!!!! itu saja jika antum mengakui ini berikanlah dakwah dengan ilmu dan kemapuan yang antum miliki untuk memberi pengertian dan membantu merubah system negara ini walaupun sangat lah sulit.
tapi memang sunahtullah Nya seperti ini.kalo seseorang atau ulama yang berdakwah secara damai malah makmur itu patut dipertanyakan ????? dia menyapaikan Islam dengan sesungguhnya apa tidak???jika Islam disampaikan dengan sesungguhnya ayat per ayat dan diamalkan pasti akan berbenturan dengan aturan manusia
hahaha, amar ma’ruf nahi munkar harusnya disampaikan dengan cara yang ma’ruf juga, kan?
menyampaikan islam yang sesungguhnya memangnya nggak bisa pake cara damai? nyahahaha…
saya belajar kayak gitu dari gus mus, sih
kesannya kontradiktif aja ngeliat orang yang bilang negara ini negara kafir tapi masih memanfaatkan fasilitas yang disediakan sama kafir2 itu
jadi gara2 jauh nggak jadi nebas leher saya ya? ngomong thok! gara-gara jarak njuk langsung nyerah. sama aja kayak yang lainnya yang mangap-mangap ngancem mau nggorok leher saya. bull-shitan semua nggak taunya kalo ada yang ngomong mau nggorok leher saya
masih main pake umpan lambung terus tho, oom?
@ joe
joe ga usah takut joe !!! tenang aja kalo lo dah mo mokat, ga usah repot tinggal lo kasih alamat jelas kalo emang lo ga takut. pasti gw samperin. ngomong cuman ngoceh doang kasih alamat jelas na ….. ga lama juga paling lo tinggal nama doang.
ga ngaruh lo mo ma gusmus pa gusdur pa ma gus sapa juga, yang diliat aqidahna bener pa ga ?? kalo masih dukung pemerintah ya podo wae … yang halal bisa haram yang haram bisa jadia halal
pa lagi ga jelas kaya lo samar-samar!!!!
kasih alamat na joe jangan lupa ya !!!! tak hatar kau keneraka !!!! Wkwkwkwkw
@ joe
biar lebih jelas !!!
tolong baca dan renungi dengan hati dan iman ente kalo emang ngaku muslim!!!!
50 Indikasi Destruktif Demokrasi
Dengan memohon taufiq kepada Allah, kami berusaha memaparkan beberapa indikasi destruktif (kerusakan) demokrasi, pemilihan umum dan berpartai:
1. Demokrasi dan hal-hal yang berkaitan dengannya berupa partai-partai dan pemilihan umum merupakan manhaj jahiliyah yang bertentangan dengan Islam, maka tidak mungkin sistem ini dipadukan dengan Islam karena Islam adalah cahaya sedangkan demokrasi adalah kegelapan.
“Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat dan tidak (pula) kegelapan dengan cahaya.” (Surat Faathir:19-20)
Islam adalah hidayah dan petunjuk sedangkan demokrasi adalah penyimpangan dan kesesatan.
“Sungguh telas jelas petunjuk daripada kesesatan.” (Surat Al-Baqarah: 256)
Islam adalah manhaj rabbani yang bersumber dari langit sedangkan demokrasi adalah produk buatan manusia dari bumi. Sangat jauh perbedaan antara keduanya.
2. Terjun ke dalam kancah demokrasi mengandung unsur ketaatan kepada orang-orang kafir baik itu orang Yahudi, Nasrani atau yang lainnya, padahal kita telah dilarang untuk menaati mereka dan diperintahkan untuk menyelisihi mereka, sebagaimana hal ini telah diketahui secara lugas dan gamblang dalam dien.
Allah Ta’ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman jika kalian menaati sekelompok orang-orang yang diberi Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah kamu beriman.” (Surat Ali ‘Imran: 100)
“Karena itu janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Quran dengan jihad yang besar.” (Surat Al-Furqaan: 52)
“Dan janganlah kamu menaati orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung(mu).” (Surat Al-Ahzaab: 48)
Dan ayat-ayat yang senada dengan ini sangat banyak dan telah menjadi maklum.
3. Sistem demokrasi memisahkan antara dien dan kehidupan, yakni dengan mengesampingkan syari’at Allah dari berbagai lini kehidupan dan menyandarkan hukum kepada rakyat agar mereka dapat menyalurkan hak demokrasi mereka –seperti yang mereka katakan– melalui kotak-kotak pemilu atau melalui wakil-wakil mereka yang duduk di Majelis Perwakilan.
4. Sistem demokrasi membuka lebar-lebar pintu kemurtadan dan zindiq, karena di bawah naungan sistem thaghut ini memungkinkan bagi setiap pemeluk agama, madzhab atau aliran tertentu untuk membentuk sebuah partai dan menerbitkan mass media untuk menyebarkan ajaran mereka yang menyimpang dari dienullah dengan dalih toleransi dalam mengeluarkan pendapat, maka bagaimana mungkin setelah itu dikatakan, “Sesungguhnya sistem demokrasi itu sesuai dengan syura dan merupakan satu keistimewaan yang telah hilang dari kaum muslimin sejak lebih dari seribu tahun yang lalu,” sebagaimana ditegaskan oleh sejumlah orang jahil, bahkan (ironisnya) hal ini juga telah ditegaskan oleh sejumlah partai Islam yang dalam salah satu pernyataan resminya disebutkan:
“Sesungguhnya demokrasi dan beragamnya partai merupakan satu-satunya pilihan kami untuk membawa negeri ini menuju masa depan yang lebih baik.”
5. Sistem demokrasi membuka pintu syahwat dan sikap permissivisme (menghalalkan segala cara) seperti minum arak, mabuk-mabukan, bermain musik, berbuat kefasikan, berzina, menjamurnya gedung bioskop dan hal-hal lainnya yang melanggar aturan Allah di bawah semboyan demokrasi yang populer,”Biarkan dia berbuat semaunya, biarkan dia lewat dari mana saja ia mau,” juga di bawah semboyan “menjaga kebebasan individu.”
6. Sistem demokrasi membuka pintu perpecahan dan perselisihan, mendukung program-program kolonialisme yang bertujuan memecah-belah dunia Islam ke dalam sukuisme, nasionalisme, negara-negara kecil, fanatisme golongan dan kepartaian. Hal ini bertentangan dengan firman Allah Ta’ala:
“Dan sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Rabbmu, maka bertaqwalah kepada-Ku.” (Surat Al-Mukminun: 52)
Juga bertentangan dengan firman Allah Ta’ala:
“Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali (dien) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.” (Surat Ali ‘Imran: 103)
Dan firman-Nya:
“Dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu gagal dan hilang kekuatanmu.” (Surat Al-Anfal: 46)
7. Sesungguhnya orang yang bergelut dengan sistem demokrasi harus mengakui institusi-institusi dan prinsip-prinsip kekafiran, seperti piagam PBB, deklarasi Dewan Keamanan, undang-undang kepartaian dan ikatan-ikatan lainnya yang menyelisihi syari’at Islam. Jika ia tidak mau mengakuinya, maka ia dilarang untuk melaksanakan aktivitas kepartaiannya dan dituduh sebagai seorang ekstrim dan teroris, tidak mendukung terciptanya perdamaian dunia dan kehidupan yang aman.
8. Sistem demokrasi memvakumkan hukum-hukum syar’i seperti jihad, hisbah, amar ma’ruf nahi munkar, hukum terhadap orang yang murtad, pembayaran jizyah, perbudakan dan hukum-hukum lainnya.
9. Orang-orang murtad dan munafiq dalam naungan sistem demokrasi dikategorikan ke dalam warga negara yang potensial, baik dan mukhlis, padahal dalam tinjauan syar’i mereka tidak seperti itu.
10. Demokrasi dan pemilu bertumpu kepada suara mayoritas tanpa tolak ukur yang syar’i.
Sedangkan Allah Ta’ala telah berfirman:
“Dan jika kamu mentaati kebanyakan orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (Surat Al-An’am: 116)
“Akan tetapi kebanyakan manusia itu tidak mengetahui.” (Surat Al-A’raf: 187)
“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (Surat Saba’: 13)
11. Sistem ini membuat kita lengah akan tabiat pergolakan antara jahiliyah dan Islam, antara haq dan batil, karena keberadaan salah satu di antara keduanya mengharuskan lenyapnya yang lain, selamanya tidak mungkin keduanya akan bersatu. Barangsiapa mengira bahwa dengan melalui pemilihan umum fraksi-fraksi jahiliyah akan menyerahkan semua institusi-institusi mereka kepada Islam, ini jelas bertentangan dengan rasio, nash dan sunah (keputusan Allah) yang telah berlaku atas umat-umat terdahulu.
“Tiadalah yang mereka nanti melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) atas orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapati perubahan bagi sunnatullah dan sekali-kali tidak (pula) akan mendapati perpindahan bagi sunnatullah itu.” (Surat Faathir: 43)
12. Sistem demokrasi ini akan menyebabkan terkikisnya nilai-nilai aqidah yang benar yang diyakini dan diamalkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya yang mulia, akan menyebabkan tersebarnya bid’ah, tidak dipelajari dan disebarkannya aqidah yang benar ini kepada manusia, karena ajaran-ajarannya menyebabkan terjadi perpecahan di kalangan anggota partai, bahkan dapat menyebabkan seseorang keluar dari partai tersebut sehingga dapat mengurangi jumlah perolehan suara dan pemilihnya.
13. Sistem demokrasi tidak membedakan antara orang yang alim dengan orang yang jahil, antara orang yang mukmin dengan orang kafir, dan antara laki-laki dengan perempuan, karena mereka semuanya memiliki hak suara yang sama, tanpa dilihat kelebihannya dari sisi syar’i. padahal Allah Ta’ala berfirman:
“Katakanlah! Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui.” (Surat Az-Zumar: 9)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
“Maka apakah orang yang beriman itu sama seperti orang yang fasiq? Mereka tidaklah sama.” (Surat As-Sajdah: 18)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
“Maka apakah Kami patut menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? Mengapa kamu berbuat demikian, bagaimanakah kamu mengambil keputusan?” (Surat Al-Qalam: 35-36)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
“Dan anak laki-laki (yang ia nadzarkan itu) tidaklah seperti anak perempuan (yang ia lahirkan).” (Surat Ali Imran: 38)
14. Sistem ini menyebabkan terjadinya perpecahan di kalangan para aktivis dakwah dan jamaah-jamaah Islamiyah, karena terjun dan berkiprahnya sebagian dari mereka ke dalam sistem ini (mau tidak mau) akan membuat mereka mendukung dan membelanya serta berusaha untuk mengharumkan nama baiknya yang pada gilirannya akan memusuhi siapa yang dimusuhi oleh sistem ini dan mendukung serta membela siapa yang didukung dan dibela oleh sistem ini, maka ujung-ujungnya fatwa pun akan simpang-siur tidak memiliki kepastian antara yang membolehkan dan yang melarang, antara yang memuji dan yang mencela.
15. Di bawah naungan sistem demokrasi permasalahan wala’ dan bara’ menjadi tidak jelas dan samar, oleh karenanya ada sebagian orang yang berkecimpung dan menggeluti sistem ini menegaskan bahwa perselisihan mereka dengan partai sosialis, partai baath dan partai-partai sekuler lainnya hanya sebatas perselisihan di bidang program saja bukan perselisihan di bidang manhaj dan tak lain seperti perselisihan yang terjadi antara empat madzhab, dan mereka mengadakan ikatan perjanjian dan konfederasi untuk tidak mengkafirkan satu sama lain dan tidak mengkhianati satu sama lain, oleh karenanya mereka mengatakan adanya perselisihan jangan sampai merusakkan kasih sayang antar sesama!!
16. Sistem ini akan mengarah pada tegaknya konfederasi semu dengan partai-partai sekuler, sebagai telah terjadi pada hari ini.
17. Sangat dominan bagi orang yang berkiprah dalam kancah demokrasi akan rusak niatnya, karena setiap partai berusaha dan berambisi untuk membela partainya serta memanfaatkan semua fasilitas dan sarana yang ada untuk menghimpun dan menggalang massa yang ada di sekitarnya, khususnya sarana yang bernuansa religius seperti ceramah, pemberian nasehat, ta’lim, shadaqah dan lain-lain.
18. (Terjun ke dalam kancah demokrasi) juga akan mengakibatkan rusaknya nilai-nilai akhlaq yang mulia seperti kejujuran, transparansi (keterusterangan) dan memenuhi janji, dan menjamurnya kedustaan, berpura-pura (basa-basi) dan ingkar janji.
19. Demikian pula akan melahirkan sifat sombong dan meremehkan orang lain serta bangga dengan pendapatnya masing-masing karena yang menjadi ini permasalahan adalah mempertahankan pendapat. Dan Allah Ta’ala telah berfirman:
“Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada di sisi mereka (masing-masing).” (Surat Al-Mukminun: 53)
20. Kalau kita mau mencermati dan meneliti dengan seksama, berikrar dan mengakui demokrasi berarti menikam (menghujat) para Rasul dan risalah (misi kerasulan) mereka, karena al-haq (kebenaran) kalau diketahui melalui suara yang terbanyak dari rakyat, maka tidak ada artinya diutusnya para Rasul dan diturunkannya kitab-kitab, apalagi biasanya ajaran yang dibawa oleh para Rasul banyak menyelisihi mayoritas manusia yang menganut aqidah yang sesat dan menyimpang dan memiliki tradisi-tradisi jahiliyah.
21. Sistem demokrasi membuka pintu keraguan dan syubhat serta menggoncangkan aqidah umat Islam, terlebih lagi kita hidup di masa dimana ulama robbaninya sangat sedikit sedang kebodohan tersebar dimana-mana. Maka lantaran terbatasnya ilmu, banyak orang-orang awam yang jiwanya down dan goncang dalam menghadapi gelombang besar dan arus deras dari berbagai partai, surat kabar, dan pemikiran-pemikiran yang destruktif.
22. Melalui dewan-dewan perwakilan dapat diketahui bahwa sesungguhnya sistem demokrasi berdiri di atas asas tidak mengakui adanya Al-Hakimiyah Lillah (hak pemilikian hukum bagi Allah), maka terjun ke dalam sistem demokrasi kalau bertujuan untuk menegakkan argumen-argumen dari Al-Quran dan Sunnah maka hal ini tidak mungkin diterima oleh anggota dewan karena yang dijadikan hujjah oleh mereka adalah suara mayoritas dan andapun mau tidak mau harus mengakui suara mayoritas tersebut, maka bagaimana anda akan menegakkan hujjah dengan Al-Quran dan Sunnah sedangkan mereka tidak mengakui keduanya. Meskipun anda menguatkan (argumen anda) dengan berbagai dalil-dalil syar’i maka dalam pandangan mereka hal itu tidak lebih dari sekedar pendapat anda saja, bagi mereka dalil-dalil tersebut tidak memiliki nilai sakral sedikitpun karena mereka menginginkan –seperti yang mereka katakan– untuk membebaskan diri dari hukum ghaib yang tidak bersumber dari suara mayoritas dan pertama kali yang mereka tentang adalah hukum Allah dan Rasul-Nya. Maka pengakuan anda terhadap prinsip thaghut ini –yakni kebijakan hukum di tangan suara mayoritas dan pengakuan anda akan hal itu demi memenuhi tuntutan massamu– berarti meruntuhkan prinsip “hak pemilikan dan penentuan hukum mutlaq bagi Allah semata.” Dan manakala anda menyepakati bahwa suara mayoritas merupakan hujjah yang dapat menyelesaikan perselisihan maka tidak ada gunanya lagi anda membaca Al-Quran dan hadits karena keduanya bukan hujjah yang disepakati di antara kalian.
23. Kita tanyakan kepada para aktivis dakwah yang tertipu dengan sistem ini: Jika kalian sudah sampai pada tampuk kekuasaan apakah kalian akan menghapuskan demokrasi dan melarang eksisnya partai-partai sekuler? Padahal kalian telah sepakat dengan partai-partai lain sesuai dengan undang-undang kepartaian bahwa pemerintahan akan dilaksanakan secara demokrasi dengan memberi kesempatan kepada seluruh partai untuk berpartisipasi aktif. Jika kalian mengatakan bahwa sistem demokrasi ini akan dihapus dan partai-partai sekuler dilarang untuk eksis berarti kalian berkhianat dan mengingkari perjanjian kalian merkipun perjanjian tersebut (pada hakekatnya) adalah bathil. Sedangkan Allah Ta’ala telah berfirman:
“Dan jika kamu mengetahui pengkhianatan dari suatu kaum (golongan), maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.” (Surat Al-Anfal: 58)
Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Akan ditancapkan sebuah bendera bagi setiap orang yang ingkar pada hari kiamat kelak.” (HR. Bukhary)
Adapun hadits yang menyatakan bahwa perang itu adalah tipu daya, tidak termasuk dalam pembahasan ini. Dan jika kalian mengatakan kami akan menegakkan hukum demokrasi dan mentolerir berdirinya partai-partai berarti ini bukanlah pemerintahan yang Islami.
24. Sistem demokrasi bertentangan dengan prinsip taghyir (perubahan) dalam Islam yang dimulai dari mencabut segala yang berbau jahiliyah dari akar-akarnya lalu mengishlah (memperbaiki) jiwa-jiwa manusia.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada diri mereka sendiri.” (Surat Ar-Ra’du: 11)
Maka prinsip perbaikan ekonomi, politik dan sosial adalah mengikuti perbaikan jiwa manusia-manusianya, bukan sebaliknya.
25. Sistem ini bertentangan dengan nash-nash yang qath’i yang mengharamkan menyerupai orang-orang kafir baik dalam akhlaq, gaya hidup, tradisi ataupun sistem dan perundang-undangan mereka.
26. Dan yang sangat membahayakan, sistem demokrasi dan pemilu dapat mengestablishkan (mengukuhkan posisi) orang-orang kafir dan munafiq untuk memegang kendali kekuasaan atas kaum muslimin –dengan cara yang syar’i– menurut perkiraan sebagian orang-orang yang jahil. Padahal Allah Ta’ala telah berfirman:
“Janji-Ku (untuk menjadikan keturunan Nabi Ibrahim sebagai pemimpin) ini tidak mengenai orang-orang dzalim.” (Surat Al-Baqarah: 124)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
“Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (Surat An-Nisaa’: 141)
Berapa banyak orang-orang muslim yang awam tertipu dengan sistem seperti ini sehingga mereka mengira bahwa pemilu adalah cara yang syar’i untuk memilih seorang pemimpin!!
27. Demokrasi mengaburkan dan meruntuhkan pengertian syura yang benar, karena minimal syura itu berbeda dengan demokrasi dalam tiga prinsip dasar:
a. Dalam sistem syura, sebagai pembuat dan penentu hukum adalah Allah sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Menetapkan hukum itu adalah hak Allah.” (Surat Al-An’am: 57)
Sedangkan demokrasi tidak seperti itu karena penentu hukum dan kebijaksanaan berada pada selain Allah (yakni di tangan suara mayoritas).
b. Syura dalam Islam hanya diterapkan dalam masalah-masalah ijtihadi yang tidak ada nashnya ataupun ijma’, sedangkan demokrasi tidaklah demikian.
c. Syura dalam Islam hanya terbatas dilakukan oleh orang-orang yang termasuk dalam Ahlu’l-Halli wa’l-Aqdi, orang-orang yang berpengalaman dan mempunyai spesifikasi tertentu, sedangkan demokrasi tidak seperti itu sebagaimana telah dijelaskan pada point terdahulu.
28.Terjun ke dalam kancah demokrasi akan dihadapkan pada perkara-perkara kufur dan menghujat syariat Allah, mengolok-oloknya dan mencemooh orang-orang yang berusaha untuk menegakkannya, karena setiap kali dijelaskan kepada mereka bahwa hukum yang mereka buat bertentangan dengan ajaran Islam, mereka akan mencemooh syariat Islam yang bertentangan dengan undang-undang mereka dan mencemooh orang-orang yang berusaha untuk memperjuangkannya. Maka menutup erat-erat pintu yang menuju ke sana dalam hal ini sangat diperlukan.
Allah Ta’ala berfirman:
“Oleh sebab itu berilah peringatan, karena peringatan itu sangat bermanfaat.” (Surat Al-A’la: 9)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
“Dan janganlah kamu memaki-maki sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” (Surat Al-An’am: 108)
29. Masuk ke dalam kancah demokrasi dapat menyingkap data-data tentang harakah Islamiyah dan sejauh mana peran dan pengaruhnya terhadap rakyat yang pada gilirannya harakah tersebut akan dihabisi dan dimusnahkan sampai ke markasnya. Maka jelas hal ini sangat merugikan dan membahayakan sekali.
30. Demokrasi akan membuat harakah Islamiyah dikendalikan oleh orang-orang yang tidak kufu’ (yang tidak memiliki pengetahunan dan pemahaman tentang Dien yang cukup), karena yang menjadi pemimpin harus sesuai dengan hasil partai dalam sistem kerja maupun pelaksanaan programnya harus sesuai dengan asas pemilu.
31. Dari hasil kajian dan pemantauan langsung di lapangan telah terbukti gagal dan tidak ada manfaatnya sistem ini, di mana banyak para aktivis dakwah di pelbagai negara seperti Mesir, Aljazair, Tunisia, Yordania, Yaman, dan lain-lain yang telah ikut berperan dalam pentas demokrasi ini, namun hasilnya sama-sama telah diketahui “hanya sekedar mimpi dan fatamorgana” sampai kapan kita masih akan tertipu?
32. Orang yang mau memperhatikan dan mencermati akan tahu bahwa sistem demokrasi akan menyimpangkan alur shahwah Islamiyah (kebangkitan Islam) dari garis perjalanannya, melalaikan akan tujuan dasarnya dan juga akan menjurus kepada perubahan total yang mendasar dan menyeluruh, yang hanya bertumpu pada prediksi dan khayalan belaka.
33. (Diberlakukannya sistem demokrasi) berarti menafikan peran ulama dan menghilangkan kedudukan mereka di mata masyarakat padahal merekalah yang memiliki ilmu dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, karena mereka sudah tidak lagi ditaati dan dijadikan sebagai pemimpin lantaran kebijaksanaan hukum berada di tangan mayoritas.
34. Sistem demokrasi memupuskan minat dan semangat untuk mendalami ilmu syar’i dan tafaqquh fi’d-dien dan menyibukkan manusia dalam hal-hal yang tidak bermanfaat.
35. Sistem demokrasi menyebabkan terhentinya ijtihad, karena tidak ada istilah mujtahid dan muqollid dalam barometer demokrasi, semuanya adalah mujtahid tanpa perlu memiliki perangkat ijtihad atau melihat kepada dalil-dalil syar’i.
36. Sistem ini dapat menyebabkan hancur dan binasanya harakah Islamiyah, karena sering kali harakah-harakah ini bertikai dan berkonfrontasi dengan orang-orang yang menyelisihi mereka tanpa mempunyai kemampuan dan persiapan untuk menghadapi musuh.
37. Menurut sebagian aktivis dakwah, tujuan mereka masuk ke dalam sistem ini adalah untuk menegakkan hukum Allah. Padahal mereka tidak akan mewujudkannya kecuali dengan mengakui bahwa rakyat adalah sebagai penentu dan pembuat hukum, ini berarti ia telah menghancurkan tujuan (yang ingin dicapainya) dengan sarana yang dipergunakannya.
38. Demokrasi adalah sebuah sistem yang menipu rakyat pada hari ini, dengan propagandanya hukum berada di tangan rakyat dan rakyatlah sebagai pemegang keputusan, padahal pada hakekatnya tidaklah demikian.
39. Demokrasi menyita dan menghabiskan waktu dan tenaga para ulama dan aktivis dakwah, dan membuat mereka lalai dari membina umat dan dari berkonsentrasi untuk mengajarkan dienul Islam kepada manusia.
40. Dalam sistem demokrasi kekuasaan dibatasi sampai pada masa tertentu, jika masanya telah berakhir maka ia harus turun untuk digantikan dengan yang lainnya., kalau tidak maka akan terjadi pertikaian dan peperangan, padahal bisa jadi sebenarnya dialah yang paling berhak (karena memiliki kemampuan dan kecakapan yang memenuhi persyaratan sebagai seorang pemimpin) namun karena masa jabatannya telah habis ia diganti oleh orang lain yang tidak memiliki kemampuan seperti dirinya. Maka hal ini akan membuka pintu fitnah dan sikap membelot dari penguasa yang sah, padahal telah diketahui bahwa keluar (membelot) dari penguasa itu tidak boleh kecuali jika penguasa tersebut terlihat melakukan kekafiran yang nyata dan pembelotannya dapat mewujudkan kemaslahatan yang berarti serta memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut.
41. Dewan-dewan perwakilan adalah dewan-dewan thaghut yang tidak dapat dipercaya untuk mengakui bahwa pemilik dan penentu hukum secara mutlaq adalah Allah, maka tidak boleh duduk bersama mereka di bawah payung demokrasi, karena Allah Ta’ala telah berfirman:
“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al-Quran, bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan dicemoohkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian) tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam jahannam.” (Surat An-Nisaa’: 140)
Dan juga dalam firman-Nya:
“Dan apabila kamu melihat orang-orang menghina ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini) maka janganlah kamu duduk lagi bersama orang-orang yang dzalim itu sesuadah teringat (akan larangan itu).” (Surat Al-An’am: 68)
42. Demokrasi pada hakekatnya menikam (menghujat) Allah serta melecehkan hikmah dan syariat-Nya. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
Pertama, kita katakan sesungguhnya Allah telah mengutus para Rasul dan mewajibkan manusia untuk menaati mereka, mengancam orang yang tidak taat dengan neraka dan kebinasaan, menurunkan kitab-kitab suci sebagai pemutus perkara di antara manusia. Dia menghalalkan dan mengharamkan, mewajibkan, memakruhkan dan mensunnahkan, memuji dan mencela, menghinakan dan memuliakan, mengangkat suatu kaum dan menjatuhkan kaum yang lain tanpa memandang dan melihat kondisi dan keadaan yang menyelisihi ajaran para Rasul. Bahkan ketika para Rasul tersebut datang, mayoritas manusia –kalau kita tidak mengatakan semuanya— dalam kesesatan dan dalam kungkungan kejahiliyahan yang membabi buta. Maka sekiranya demokrasi dan hak membuat dan memutuskan hukum yang berada di tangan rakyat itu benar, berarti semua perbuatan yang telah dilakukan Allah ini sia-sia belaka. Maha Suci Allah atas semua hal ini.
Kedua, kita katakan sekiranya demokrasi itu haq (benar), niscaya diturunkannya kitab-kitab suci dan diutusnya para Rasul merupakan tindakan semena-mena dan dzalim serta berbenturan dengan pendapat dan hak manusia untuk menghukumi mereka dengan hukum mereka sendiri. Maha Suci Allah dari segala bentuk kedzaliman.
Ketiga, sekiranya demokrasi itu haq, niscaya hukum tentang jihad dan tumpahnya darah orang-orang kafir yang menentang Islam serta hukum membayar jizyah dan perbudakan adalah tindak kedzaliman bagi mereka dan bertentangan dengan pendapat-pendapat mereka yang destruktif. Sikap seperti ini berarti menghujat syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sisi lain, sekiranya demokrasi itu haq, niscaya pengusiran iblis dari surga, pembinasaan kaum Nabi Nuh, ditenggelamkannya Fir’aun dan pasukannya serta kebinasaan yang menimpa kaum Nabi Hud, Shalih, Syu’aib, dan Luth, ini semua merupakan tindak kedzaliman atas mereka karena Allah mengadzab mereka lantaran pemikiran-pemikiran dan aqidah mereka yang destruktif.
Sisi lain, sekiranya demokrasi itu haq, niscaya hukuman rajam terhadap orang yang berzina dan hukuman cambuk terhadap orang yang minum arak merupakan tindak kekerasan dan kekejaman, dan mengusik kebebasan individu seperti dikatakan oleh orang-orang dzalim.
“Alangkah busuknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka, mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.” (Surat Al-Kahfi: 5)
Maha Tinggi Allah atas apa-apa yang diucapkan oleh orang-orang yang dzalim.
43. Di bawah naungan sistem demokrasi berbagai bid’ah dan kesesatan dengan berbagai macam pola tumbuh subur dan orang-orang yang menyerukannya dari berbagai thoriqot dan firqoh seperti Syiah, Rafidlah, Sufiah, Mu’tazilah, Kebatinan, dan lain-lainnya pun bermunculan. Bahkan di bawah naungan sistem ini mereka mendapatkan dukungan dan dorongan dari orang-orang munafik yang berada di dalamnya dan juga dari kekuatan-kekuatan yang terselubung dari pihak luar. Dan Allah tetap memiliki urusan terhadap makhluk-makhluk ciptaan-Nya.
44. Sebaliknya bertubi-tubi tuduhan dan dakwaan yang ditujukan kepada para aktivis dakwah dengan menjelekkan citra mereka di mata masyarakat umum sehingga mereka dijuluki sebagai pencari kedudukan, harta dan jabatan, dan mereka juga dijuluki sebagai penjilat dan masih banyak lagi julukan-julukan dusta lainnya sebagai akibat diberlakukannya asas bebas berbicara dan mengeluarkan pendapat serta menghujat harga diri orang lain.
45. Orang yang berada di dalam sistem ini dipaksa untuk bergabung dalam satu barisan bersama partai-partai murtad dan zindiq dalam mempertahankan prinsip-prinsip jahiliyah seperti deklarasi-deklarasi internasional, kebebasan pers, kebebasan berpikir, kebebasan etnis Arab,
46. Sistem ini akan mengakibatkan hancurnya perekonomian dan disia-siakannya harta rakyat, karena anggaran belanja negara akan dialokasikan oleh partai-partai berkuasa demi memenuhi ambisi mereka dengan membangun gedung-gedung dan menjalankan kampanye pemilihan umum sesuai dengan yang mereka rencanakan dan agar partai-partai tersebut dapat mewujudkan pembelian dukungan (penggalangan dan pengumpulan massa) dengan iming-iming materi yang menggiurkan.
47. Sistem ini memadukan antara haq dan bathil, jahiliyah dan Islam, serta antara ilmu dan kebodohan.
48. Demokrasi mencabik-cabik jati diri umat Islam dan menjatuhkan kewibawaan mereka melalui penghujatan atas syari’at dan tuduhan bahwa syari’at tersebut sudah tidak relevan lagi dengan kondisi zaman, juga melalui pengebirian sejarah dan hukum Islam dan mengilustrasikan bahwa Islam itu diktator tidak seperti demokrasi. Di samping itu demokrasi berarti meleburkan umat Islam secara membabi buta ke dalam satu wadah bersama orang-orang barat dari golongan Yahudi dan Nasrani yang memendam dendam kesumat kepada umat Islam.
49. Sistem ini akan membuat labilnya keamanan suatu negeri dan terjadinya persaingan antar partai yang tidak berujung pangkal, maka manakala sistem ini diterapkan di suatu negara, niscaya akan tersebar rasa takut, cemas, persaingan antar penganut aqidah, aliran, fanatisme golongan dan keturunan, sikap oportunis dan bentuk-bentuk persaingan tidak sehat lainnya.
50. Kalaupun ada kemaslahatan yang dapat dipetik dari berkiprah dalam demokrasi dan pemilihan umum, kemaslahatan ini masih bersifat parsial dan masih samar jika dibandingkan dengan sebagian kerusakan besar yang ditimbulkannya apalagi jika dibandingkan dengan keseluruhannya. Dan orang yang mengamati secara obyektif atas sebagian yang telah disebutkan akan menjadi jelas baginya ketimpangan sistem thoghut ini dan jauhnya dari dienullah bahkan sesungguhnya demokrasi adalah aliran dan sistem yang paling berbahaya yang dipraktekkan di dunia saat ini, ia merupakan induk kekafiran, dimana memungkinkan setiap aliran dan agama baik itu Yahudi, Nasrani, Majusi, Budha, Hindu dan Islam untuk hidup di bawah naungannya. Dalam barometer demokrasi semua pendapat mereka dihargai dan didengar, mereka berhak untuk mempraktekkan dan mengamalkan aqidah mereka dengan seluruh sarana dan fasilitas yang ada. Cukuplah hal ini sebagai tanda zindiq dan keluar dari dien Islam, maka bagaimana mungkin setelah ini dikatakan sesungguhnya demokrasi itu sesuai dengan Islam atau Islam itu adalah sistem demokrasi atau demokrasi itu adalah syura sebagaimana dikatakan oleh sejumlah orang yang menggembar-gemborkan sistem ini sebagai sistem Islam.
PENUTUP
Akhirnya kami mengharap dari setiap saudara yang berambisi untuk memperjuangkan Dienullah untuk benar-benar mencermati serta mengkaji kembali kerusakan-kerusakan ini, dan melihat kepadanya secara obyektif jauh dari fanatik individu, badan, atau institusi tertentu karena kebenaran itu lebih berhak untuk diikuti dan hikmah merupakan barang orang mu’min yang hilang dimanapun ia mendapatkannya maka ia berhak atasnya. Kami memohon kepada Allah Yang Maha Agung lagi Maha Tinggi dengan nama-nama-Nya yang baik dan sifat-sifat-Nya yang agung agar menyatukan hati-hati kaum muslimin di atas ketaatan kepada-Nya dan menyatukan barisan mereka di atas Al-Haq dan ittiba’ (mengikuti tuntunan dan garis perjuangan yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam). Karena Dialah Yang Maha Kuasa atas hal tersebut. Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada penutup para Nabi dan Rasul Nabi kita Muhammad, segenap keluarganya, sahabat-sahabatnya dan orang-orang yang meniti jejaknya dan mengikuti sunnahnya sampai hari kiamat.
*Judul Asli
Khomsuuna Mafsadah Jaliyyah min Mafaasidi’d-Dimoqratiyyah wa’l-Intikhobaat wa’l-Hizbiyyah
Penulis
Syeikh Abdul Majid bin Mahmud Ar-Reimy
http://alikhwan.tk/
@ aly jundullah
boleh…
jl. surokarsan 26, jokja 55151
kapan mau dateng? yakin nganter saya ke neraka? macem allah aja sampeyan ini. tau darimana kalo saya bakal masuk neraka? siapa tau aja saya besok malah masuk surga tanpa hisab
sampeyan ndak percaya saya, saya juga ndak percaya sampeyan. terus sampeyan mau apa? nggorok saya? udah saya kasih alamat tuh. awas kalo nggak dateng2
perkara saya ngaku muslim, saya nggak butuh penyepakatan dari sampeyan, kok. cukup pencipta saya aja yang menilainya. dibanding sampeyan, tuhan saya lebih berhak menilai entah saya ini muslim ataupun bukan
situ ngaku paling bener, sini juga bisa ngaku hal yang sama, kok. memangnya cuma situ aja yang bisa ngaku2?
qur’an surat al-maidah ayat 45: hai orang2 yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap LEMAH-LEMBUT TERHADAP ORANG-ORANG MU’MIN, YANG BERSIKAP KERAS TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. itulah karunia Allah diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
- barangsiapa yang berhukum tidak dengan hukum Allah, maka DIA DZOLIM
- barangsiapa yang berhukum tidak dengan hukum Allah, maka DIA FASIK
- Barangsiapa yang berhukum tidak dengan hukum Allah, maka DIA KAFIR
Demokrasi adalah sistem toghut harus di hapus ato dimusnahakan dari bumi Allah. gak pantas bumi milik Allah diisi sistem bukan dari sistem Allah.
Demokrasi:
- Tuhannya rakyat
- nabinya aristoteles, plato dan yang sejenisnya
- pedomannya adalah konstitusi(uud) (kalo di Indonesia UUD dan PANCASILA)
Islam
- Tuhannya Allah
- Nabi dan Rosul yang terakhir Muhammad bin Abdullah SAW
nabi yang pertama adalah nabi Adam as
Rosul yang pertama adalah Nuh as
- pedomannya Al-Qur’an dan As-sunnah
jika ada perkara yang subhat melalui jalan ijtihad dari para ulama ahlussunnah.
Oya 1 lagi besok pas ada pemilu untuk memilih apapun saya himbau untuk JANGAN MENCOBLOS alias GOLPUT…….
gak ada ceritanya untuk mengubah sistem taghut dengan sistem Islam harus bergabung dengan sistem traghut dahulu….
apakah mereka tidak pernah mendengar cerita patai islam dari aljazair?????
@ siboy
pindah warga negara aja, boy
pindah negara????????????
kalo saya punya kemampuan dan dapat restu dari orang tua saya, PASTI saya akan pindah untuk saat ini mungkin afghanistan dengan thalibannya, ato iraq dengan daulah islam iraq, ato chechnya dengan daulah islam kaukakus, ato mungkin juga somalia yang sebentar lagi InsyaAllah mendeklarasikan negara Islam somalia.
so, berhubung saya belum bisa meninggalkan NKRI (Negara Kafir Republik Indonesia) saya hanya bisa mengatakan dan menyakini “SAYA TIDAK RELA DAN TIDAK RIDHO TINGGAL DI NEGERI KAFIR INI” dan saya juga berkewajiban untuk mengubah apa-apa yang ada di sekitar saya menjadi lingkungan ISlam bukan lingkungan TOGHUT.
EH MBAK JOE, MUNGKIN SEBENTAR LAGI INDONESIA AKAN MENJADI NEGARA ISLAM. YANG NGGAK SUKA SYARIAT ISLAM, SILAHKAN HENGKANGA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
ooo…saya suka, kok. seperti apapun bentuknya endonesa itu. saya bukan tipe orang yang suka mencacat2 padahal nggak berbuat apa2
suka? ambil
nggak suka? tinggalkan
nggak usah kebanyakan dalih. nggak usah sok-sokan ngoceh kalo antara kenyataan dan ocehan sampeyan masih banyak kontradiksinya
masih punya ktp? masih punya sim? masih mengikuti birokrasi lain-lain ala negara endonesa? kalo masih dan belum bisa berlaku total seperti isi ocehan sampeyan, sampeyan cuma seperti berteriak ke orang-orang “awas! roti itu beracun dan nggak enak” tapi sementara sampeyan diam-diam malah mengkonsumsi roti itu sendiri.
akh … jawabane abu zainab di blognya
http://abahzacky.wordpress.com/ tentang usamah bin ladin ra ga bisa di bantah … kayaknya bagus dan sesuai al qur’an dan hadis … en mngkn abah zacky juga nyerah … piye akh …
yang gak ngerti jadi bingung ???
http://abahzacky.wordpress.com/2008/05/21/bin-ladin-itu-salafy-atau-khawarij/
meskipun saya juga bukan orang pinter, tolong buat akhi adl, lebih banyak belahar lagi tentang syekh usamah. jangan samakan pemerintahan jaman salaf dengan jaman kholaf kayak sekarang. dulu gak ada ceritanya dinasti umayyah membantu romawi untuk menghancurkan umat islam. salah satu pembatal keislaman adalah membantu musuh memerangi umat islam. dan saudi itu sudah sangat jelas dalam bantuan mereka pada usa dan sekutunya.
untuk menjadi lebih faham, antum gak cukup belajar pada ustadz abdullah manaf, atau apalagi ustadz mudzakkir. kalo ana sih mendingan cari ustadz2 muda yang komitmen jihadnya tinggi seperti trio bom bali. emang agak ngeri, tapi itu lebih jelas, al-wala wal baronya.
oiya, nanti saya akan bercakap via email dg antum.
Joe… bagi orang-orang fanatik macam mereka ini, beragama itu sama dengan memiliki lisensi untuk membunuhi orang-orang yang tidak seagama. Jadi lebih baik tinggalkan forum yang isinya hanya orang-orang yang memandang teks-teks Qur’an sebagai cermin, alias melihat dan mengambil apa yang tersaji.
.
.
.
Catatan buat para pembela Tuhan di sini : saya lebih respek kalau anda-anda memiliki URL yang jelas. Dan mari berdiskusi dengan cara yang lebih beradab tanpa membawa-bawa dalil hanya untuk memojokkan lawan diskusi kalau anda masih bisa menggunakan perspektif sendiri
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu wa maghfiratuhu
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin
akh @abu azzidan ana jadi malu ama antum neh blum isi blog ana
@frozen
Dan mari berdiskusi dengan cara yang lebih beradab tanpa membawa-bawa dalil hanya untuk memojokkan lawan diskusi kalau anda masih bisa menggunakan perspektif sendiri
Waduh kalau soal memojokkan itu tergantung persepsi masing masing ya
tapi kami umat islam ini dilarang langsung oleh Allah dan Rasulnya untuk berbuat tanpa menggunakan dalil. jadi himbauan anda itu hanya menepis angin saja. soal dalil itu diartikan sesuai kehendak masing2 saya kembalikan ke Allah Azza wa Jalla sebagai hakim di hari pengadilan.
memang dilarang membunuh umat non muslim yang tidak memusuhi islam, dalam ajaran islam mereka ini disebut kafir dzimmi. tapi konsep kafir dzimmi ini adalah orang2 non muslim yang tidak memusuhi umat islam dalam seluruh aspek, seperti tindakan, ucapan, tingkah laku dll. baik terang2an ataupun sembunyi2
saat ini khususnya di indonesia hampir tidak ada jenis yang begini neh
, bahkan pelarangan shalat dan hijab dalam suatu lembaga, kantor dll sudah merupakan bentuk permusuhan. buat umat islam sendiri berlaku lakum dinnukum waliyadiin alias segala tindak tanduk islam itu khusus buat orang islam, makanya bila kita shalat tidak akan memaksa orang non moslem buat shalat, waktu kita puasa juga begitu lain kepada orang2 yang telah memegang islam wajib paling tidak kita peringati untuk tetap berpuasa dan shalat.
Saya dulu pemusik dan saya pernah ke bali bertahun-tahun yang lalu waktu hari raya nyepi bahkan saya disuruh ikut juga melakukan nyepi jelas2 saya orang islam. saya gak tau saat ini apakah masih seperti itu. memang ada sebagian orang islam yang kurang mengerti pemahaman lakum dinnukum waliyadiin dengan merasa kesal apabila ada orang tidak puasa saat ramadhan … tapi itu sebagian kecil sebab begitu banyak orang tidak berpuasa dengan terang2an di bulan ramadhan bahkan sebagian orang islam juga tidak dan seolah hal itu sudah menjadi kebolehan
coba antum buka kamus bahasa indonesia atau bahasa inggris dan buka arti “toleransi” kalau tidak salah bunyinya itu toleransi adalah batas ketahanan “sesuatu” dalam menerima pengaruh dari luar yang tidak merusak apa yang ada di dalam “sesuatu” tersebut, heran kenapa sekarang orang apa2 disebut toleransi padahal faktor yang diterima itu jelas2 telah mampu merusak apa2 yang ada di dalam.
toleransi islam mudah kok, silahkan anda menyembah selain Allah dengan cara anda, tapi jangan paksakan atau marah apabila kami ibadah dengan cara kami, tapi maaf saya yakin anda pasti tidak rela karena telah tertulis dalam Quran kami, masa saya harus tidak percaya dengan yang ditulis Allah dalam Quran dan Disabdakan RAsulullah dalam hadits? tidak akan pernah ridha orang nasrani dan yahudi selama kamu tidak mengikuti millah (cara pandang, kebiasaan, pola pikir) mereka. atau yang ini neh sesungguhnya yang mereka sembunyikan (kebencian) lebih dari yang mereka perlihatkan
trio Mujahid memilih membalas perlakuan kaum non muslim atas saudara2 mereka di afghanistan, bosnia, poso, ambon dll. terus anda akan mengulang lagi perkataan yang itu2 saja mengapa harus bali apa salah bali jawab anda? trus boleh dong kami yang islam juga bilang yang sama mengapa harus afghanistan? mengapa harus khasmir? mengapa harus bosnia? mengapa harus ambon? mengapa harus poso? medan perang itu dipilih oleh mereka dengan alasan yang mereka sendiri ketahui gak perlu kami orang islam tau apa alasan mereka menyerang daerah2 tersebut terus mengapa anda mempertanyakan daerah mana yang harus kami balas ketika kami tidak pernah mempertanyakan daerah mana yang akan mereka serang … lucu neh…
ya sudahlah bawa keyakinan kita masing2 okay
Ahh… kebetulan saya sedang senggang. Saya tanggapi deh
@ Abi Fathimah
Pertama, saya respek, Anda mencantumkan URL. Tapi sikap respek saya berubah menjadi kekecewaan manakala saya klik link Anda, ternyata tidak ada tulisan apa-apa. Padahal tadinya saya berharap, Anda menuliskan lebih rinci paradigma Anda untuk kemudian kita dialogkan.
.
Sebelumnya saya mohon lain kali kalau menulis komentar, pakailah ejaan yang benar. Itu semestinya “Rasul-Nya”, bukan “Rasulnya”. Tunjukkan dong rasa hormat Anda meski hanya dalam tulisan.
Oke, ke pokok. Hmm… dilarang langsung oleh Allah dan Rasul-Nya ya… Saya tanya, Anda mengetahui hal itu dari mana ya?
.
Lalu kenapa Anda capek-capek merespon komentar saya, kalau toh pada akhirnya kelak Allah yang bakal mengadili saya atas apa yang saya kemukakan?
.
Busyet dah, jadi melebar ke utara-selatan-barat-timur. Lagipula, kata “anda” di atas itu mengacu ke mana? Ke saya? Padahal saya tidak menulis banyak-banyak sebelumnya
O iya, kalau Anda menyuruh saya membuka kamus untuk mencari entri tentang “toleransi”, jika tidak keberatan dan ada waktu, luangkanlah sejenak untuk mencari makna “pluralisme”. Gagasan pluralisme lebih menawarkan pesan-pesan untuk hidup penuh harmoni tanpa memandang atribut-atribut profan maupun sakral.
Catatan buat siboy di atas nih (ini yang bener “siboy” apa “si boy” sih, nulis ejaan saja pada memprihatinkan gini)
.
Saking kalapnya sampai-sampai nulis pun sampai kebablasan gitu
.
Hmm… Wow! Sebentar lagi Indonesia bakal menjadi Negara Islam? Ukuran “sebentar lagi” itu seberapa lama lagi? 10 tahun lagi? 5 tahun? 1 tahun? Atau sebulan lagi? Yang tegas dong, ah. Jangan seperti HTI yang selalu saja meneriakkan “saatnya Khilafah!”, “saatnya bla bla bla!”. Sejak saya SMP itu. Tapi sampai sekarang masih saja begitu.
.
Terakhir, saya mau tanya, Tanah Air ini punya nenek moyang Anda ya, kok bisa-bisanya nyuruh hengkang, hengkang saja sono, sendiri
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu…
@frozen
saya tulis ini lho diatas
akh @abu azzidan ana jadi malu ama antum neh blum isi blog ana
karena saya blum punya waktu isi2 blog saya maka tolong cermati tulisan seseorang tanpa tendensi, bagi saya anda memang hanya mencari cari dimana letak kesalahan seseorang but kalo itu koreksi membangun buat saya ya sudah, kalau anda mampu melihat kesalahan saya di tulisan Rasulnya yang seharusnya RasulNYA maka mengapa anda tidak mampu melihat tulisan tentang blog saya? wah gajah dipelupuk mata tidak terlihat semut di kejauhan malah dilihat
“Oke, ke pokok. Hmm… dilarang langsung oleh Allah dan Rasul-Nya ya… Saya tanya, Anda mengetahui hal itu dari mana ya?”
waduh hehehe kalo anda bukan islam saya jelaskan dari Quran dan hadits kalo anda islam lho buka2 dong quran dan hadits anda percuma dong baca buku tebal tebal tapi bila ditanya surat mana ayat mana gak bisa jawab jadi kalo anda islam itu PR anda bukan PR saya.
saya tidak merasa capek kok biar semua kembali ke Allah Azza wa Jalla… tapi anda kan udah berikan label orang2 fanatik macam kami, kalau saya mau juga berikan label orang2 munafik macam kalian enak gak? hahahaha
kok melebar kemana mana? anda itu kalo nulis makanya dipikirkan terlebih dahulu anda yang bilang kami memiliki lisensi untuk membunuh orang2 yang tidak seagama darimana anda dapat ide tersebut? bagi kami tindakan membunuh yang dilakukan kami adalah tindakan balasan atas saudara2 kami yang dibunuh…
Maaf ya Pluralisme yang diajarkan Muhammad RAsulullah SAW adalah PLuraisme dalam payung islam … gak ada yang lain tuh
kalo anda islam banyak baca2 buku sirah Nabi SAW makanya saya curiga anda ini bukan islam
, malu saya
Nabi membiarkan semua orang beragama beribadah sesuai agamanya dalam wilayah kekuasaannya tapi tidak boleh melanggar hukum yang telah ditetapkan dalam islam, bila ada non muslim atau muslim mabuk2an akan menerima hukuman yang sama, bila ada muslim atau non muslim berzinah akan menerima hukuman yang sama perbedaan dalam hukum (hudud) bagi non muslim dan muslim di pemerintahan RAsulullah cuma non muslim wajib pajak dan muslim wajib zakat yang lainnya diatur menurut hukum islam.
Persoalannya bila anda berputar putar lagi dengan bilang lho emangnya indonesia ini negara islam. maka saya akan bilang ya sudah biarkanlah kami berjuang untuk menegakkan itu biar butuh seribu tahun itu hak kami dan hak anda untuk menolak atau memusuhi karena Muhammad RAsulullah SAW tidak akan pernah berdiri untuk turut serta menjalankan hal2 yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, pernah anda membaca sejarah Rasulullah membiarkan seseorang berada di wilayah kekuasaannya lalu melanggar hukum islam dan RAsulullah berdiam diri alias tidak menghukumnya?
Rasulullah itu mengajarkan balaslah perbuatan mereka dengan Hal yang sama tapi jangan melampui batas, bahkan ketika mereka memerangi RAsulullah SAW dengan syair2 jahiliyah maka Rasulullah menyuruh Zaid bin Tsabit untuk membalasnya, ketika seseorang menghina seorang muslimah dalam suatu kampung maka RAsulullah SAW memerangi orang2 yang menghina tersebut
RAsulullah SAW bersabda islam itu satu tubuh bila saudara kita disakiti maka yang lain ikut merasa sakit dan pembalasan itu harus dilaksanakan untuk menciptakan rasa takut di hati musuh2 islam dan musuh2 islam ini sepanjang tahun akan selalu takut terhadap ahli2 jihad …
gak percaya? bagaimana gak takut kalau mereka dihadapkan ke suatu kaum yang sangat mencintai kematian seperti mereka sangat mencintai kehidupan …
memangnya membiarkan masalah di bosnia, afghanistan, pattaya dll akan membuat mereka tidak memusuhi islam? malah sebaliknya heheheh tapi bagi anda yang hendak mempercayai perdamaian dari mulut serigala spt mereka itu hak anda
, orang kafir dimana sama saja perjanjian malino contohnya ketika orang2 maluku shalat idul fitri diberondong senjata bangkitlah saudara2 seislamnya disekitar maluku dan berjihad di ambon setelah kewalahan maka taktik yang biasa dilakukan belanda (kaum kafir juga suka taktik ini) maka mereka bawa ke meja perundingan heheh taktik kuno dari jaman diponegoro dan imambonjol…. tapi bukan tidak mungkin mereka akan beraksi kembali di ambon ketika telah luntur ato telah hilang mujahid2 yang dulu membantu merebut tanah maluku dari kehinaan terhadap islam
kalo anda non muslim ya wuis, tapi kalo muslim .. duhai sangat disayangkan anda akrab dengan pemikiran2 di luar islam tapi tidak akrab dengan Al Quran dan hadits
jadi lanjutkan pemikiran anda saya akan lanjutkan pemikiran saya. kalau anda mencap kami fanatik yang mempunyai lisensi membunuh orang2 tidak seagama dengan kami maka saya mencap anda orang munafik, atau kafir yang dengan tipu daya hendak mematikah api jihad dalam hati kami yang hendak menghalangi kami menuntut balas …
, kalo anda telaah mujahid islam itu selalu membalas jadi kalo ingin aksi2 mujahid islam berhenti coba hentikan permusuhan ke islam, tapi kalo anda menelaah Quran dan Hadits ……. itu tidak akan pernah terjadi sampai akhir zaman …. tapi saya tidak khawatir karena Allah juga telah jamin akan patah tumbuhnya mujahid sampai akhir zaman akan selalu ada dengan dalil ini
“Akan senantiasa ada suatu kaum yang berperang disisiKU tidak merugikan bagi mereka orang2 yang mencemooh mereka dan tidak menguntungkan mereka orang2 yang membantu mereka”…
so mujahid itu balasannya langsung dari Allah mau dibantu atau dicemooh … we’ll keep on fighting dan our existance is guaranteed by Allah ..
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin…
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
apakah perdebatan akan dimulai lagi ?
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu wa maghfiratuhu
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin
engga lah cuma mau mengcounter orang2 yang dengan mudah memberi cap fanatik yang mempunyai lisensi membunuh … entah apa itu maksudnya ora ngerti hehehe
@ Abi Fathimah
Wa ‘alaikumussalaam wa rahmatullahi wa barakatuh
Saya tanggapi satu-satu.
Tanpa melakukan tabayyun, Anda sudah berburuk sangka. Tapi baguslah, Anda menulis juga dugaan bahwa apa yang saya lakukan hanyalah sebatas koreksi.
.
Maksudnya… yang tulisan “Hello World” itu yang Anda maksud? Padahal saya sudah menegaskan maksudnya, yakni “tulisan” tentang pandangan-pandangan Anda sendiri secara komprehensif, lagipula Hello World kan tulisan default bawaan WordPress.

Tapi saya memaklumi kalau Anda sedang tidak ada waktu untuk menulis di blog. Setiap orang memang memiliki kesibukannya masing-masing
.
Saya menganggap analogi Anda ini tidak sesuai dengan konteks. Yang mana yang kiasan gajah, dan yang mana yang kiasan semut, saya kurang paham. Lain halnya apabila ada segolongan muslim yang bersemangat berjihad ke Afghanistan atau Palestina, namun saudara-saudara muslim di negaranya sendiri kurang dipedulikan, maka analogi Anda cocok digunakan untuk ini. Kalau di negeri ini sudah tidak ada muslim yang menderita kelaparan misalnya, atau kemiskinan, maka tak salah apabila kita (semua) berangkat jihad ke tanah Palestina, Bosnia, atau negara-negara saudara semuslim kita yang ditindas.
.
Pertanyaan saya tidak sesederhana itu. Tetapi sebetulnya lebih mengarah pada interpretasi atau pemahaman atas ayat-ayat Qur’an (dalil). Yang saya sorot ‘kan kata-kata Anda yang ini:
Setiap muslim memiliki pandangan berbeda terhadap pernyataan “bahwa segala sesuatu (perbuatan) hendaknya menggunakan dalil”, sebab harus dikaitkan dengan dan dalam konteks apa dan konteks yang bagaimana dulu. Kalau ada yang memandang pernyataan tersebut secara tekstual, atau apa-adanya, maka jika demikian, membaca koran pun harus ada dalilnya, begitu? Atau ngeblog, menulis komentar, menggunakan HP, menggunakan mobil, dan semua hal dari yang terpenting hingga yang sepele, harus ada dalilnya, begitu? Apa demikian maksudnya? Jika bukan, dan saya salah, tolong diluruskan.
Yang saya persoalkan tentang dalil pun bernada khusus, yakni dalil yang dipakai hanya untuk, katakanlah, memojokkan lawan, karena jamak saya mendapati, ketika dua orang berdiskusi, yang satu menggunakan sekian puluh dalil, karena ada kesan seolah jika menggunakan dalil/ayat, maka dialah pemegang kebenaran. Itu menurut pemahaman saya, kurang baik. Seolah ayat-ayat bisa dipreteli (maaf) seenaknya untuk melegitimasi pendapat kita. Tapi ini hanya pendapat yang saya anut. Mungkin Anda bisa berbagi pandangan perihal penggunaan dalil ini.
Saya terima
Tapi nanti ada sedikit catatan soal “pemberian label” ini.
Saya lega dengan kalimat Anda yang terakhir (yang saya cetak tebalkan di atas). Ya. Jika jihad, atau perang dimaknai sebagai cara defensif, saya tidak terlalu berbeda pendapat. Maaf jika Anda tersinggung dengan kata-kata saya. Saya hanya menjumpai beberapa komentar di atas yang memakai ayat-ayat yang berredaksi “perangilah”, “bunuhlah”, dan yang lainnya. Sekali lagi saya mohon maaf jika saya terlampau cepat memvonis demikian. Hanya saja, di tempat saya lahir, saya banyak menjumpai saudara-saudara muslim yang mendedikasikan hidupnya hanya untuk bisa memerangi saudara-saudara non-muslim, tak peduli harbi maupun dzimmi, berbekal ayat-ayat yang redaksinya seperti yang saya sebut barusan.
Anda benar. Namun “islam” pada zaman kenabian Muhammad Rasulullah SAW, itu dimaknai universal, bukan eksklusif sebatas pada golongan yang mengucap syahadat dan rukun-rukun lainnya saja. Islam di situ dipandang sebagai wujud perdamaian yang mencitakan kemadanian hidup bermasyarakat dan menjunjung tinggi humanisme tanpa memandang ras, budaya, bahasa, strata, dan agama, sebagaimana yang terucap oleh Beliau ketika Haji Perpisahan. Kurang lebih demikian yang saya dapatkan dari para sejarawan sekaligus intelektual bernama Charles Le Gai Eaton dalam karyanya berjudul Remembering God: Reflection On Islam dan karya almarhum guru besar Martin Lings berjudul Sejarah Muhammad Berdasarkan Sumber Klasik.
Model pemahaman pluralisme dan islam seperti inilah yang membuat saya yakin bahwa Islam memang datang sebagai pembawa berkah, pembawa pesan persaudaraan dan perdamaian, dan hidup sejajar dengan agama-agama lain (ko-eksistensi). Dan saya ridha dengan wajah Islam yang demikian, sebagai agama yang saya anut
Ooo… Ternyata Anda menyeret “pluralisme” dalam konteks pemerintahan Nabi. Saya kira tadinya dalam konteks yang lebih universal. Hmm… Memang betul sikap Nabi seperti yang Anda kemukakan, namun itu hanya mungkin diterapkan jika sudah terjadi konvensi antara umat Islam dan non-Islam saat Nabi memimpin. Persoalannya sekarang ‘kan lain, yakni pemerintahan Indonesia bukan pemerintahan ala Nabi, dan tidak ada konvensi nasional perihal penerapan hukum Islam karena syariat islam tidak dijadikan pijakan hukum. Kiranya sampai situ bisa dimengerti. Silakan disanggah kalau kurang berkenan.
Saya tidak akan berputar dalam masalah itu. Dan, ya, kita berjuang dengan cara masing-masing tanpa saling memusuhi. Waktu yang akan menunjukkan, perjuangan mana yang akan menuai hasil konkrit dan mampu eksis di negeri yang majemuk ini.
Hanya karena pandangan saya bersebrangan dengan Anda, lantas Anda menyimpulkan bahwa saya tidak akrab dengan Al-Qur’an dan Hadits? Terima kasih, saya terima itu, dan tetap akan saya jadikan koreksi.
Anda mengemukakan sendiri ‘kan dalam komentar Anda, bahwa : “Rasulullah itu mengajarkan balaslah perbuatan mereka dengan Hal yang sama tapi jangan melampui batas“? Apakah bobot label “fanatik” dengan label “munafik” dan “kafir” itu sepadan? Kenapa Anda tidak membalas juga dengan kata yang sama, semisal Anda menyebut saya “fanatik pada pemahaman X”, “fanatik pada pemikiran Y”, dan sebagainya? Dan lagipula, bukankah Rasulullah menegaskan, bahwa barang siapa menyebut orang lain kafir, maka sebutan itu akan berbalik pada dirinya sendiri? Tapi baiklah, mungkin saya memang munafik, dan kafir. Terima kasih
@ Abi Fathimah
Saya sudah memberi klarifikasi soal ini pada komentar di atas ya. Jika masih tidak dimengerti, saya mengundang Anda untuk berdiskusi langsung via YM. Itu pun jika Anda berkenan, dan punya waktu senggang. Add saja akun YM saya di : paradoks_2017@yahoo.com, saya online antara ba’da Ashar sampai tengah malam menjelang shubuh. Pagi juga bisa (antara pukul 09.00 WIB hingga dhuhur).
Saya tunggu kesediaan Anda. Toh ini pun bisa dijadikan sebagai kesempatan bagi Anda untuk “meluruskan” dan “mengembalikan” saya ke “jalan yang benar”, bukan begitu?
Assalamu’alaikum…
bagi saya mereka adalh trio mujahid yang akan menggetarkan dada setiap mujahid. mereka adalah korban kospirasi busuk amerika dan anthek2 nya, kalo pemerintah kita tegas dan pinter bakal ketahuan kok sp pelaku sbnrnya, tp mmg negri ini selalu beracting bego jd kpnpun bs didikte sm amerika n anthek2nya. dan bila mmg mereka pelakunya, berarti ada org indonesia sdh lebih pinter donk dr amerika, bom nuklir gitu. pindad aja belum mampu bikin yg kaya gitu. tp dr mn dpt bahan2nya?
semoga mereka wafat sbg syuhada, jihad never sleep mujahid never die, mati satu tumbuh seribu…
That’s right sista , Jihad Never Sleep Mujahid Never Die
Sebetulnya saya setuju, jihad memang tidak pernah tidur, jihad memang tidak pernah padam. Tapi kenapa kita tidak bisa jihad lewat teknologi, sains dan ilmu pengetahuan lainnya, sehingga kita bisa menjadi negara dengan ekonomi sekuat Jepang, China, Korea atau India, misalnya? Jika bisa demikian, bukan mustahil Indonesia sebagai negeri dengan penduduk mayoritas Islam, akan ditakuti para negara dunia pertama.
.
Jadi, mari kita mulai semuanya dari ilmu demi kemajuan.
” man Islam itu nggak butuh orang, ente mau jadi apa saja terserah ra urusan. Orang yang butuh Islam. “(ini kalimat akhi narakushutdown)
‘afwan ya akhi , bukankah rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam kelak akan membangga-banggakan akan pengikut beliau sholallohu ‘alaihi wa sallam yang banyak(bangga disini maksud beliau sholallohu ‘alaihi wa sallam adalah beliau sholallohu ‘alaihi wa sallam tdk menghendaki kalo ada manusia yg sengsara di neraka , apalagi sampai kekal di neraka , wallohu ta ‘ala a’lamu bish-showab)
Ingat ketika suatu kaum(non Islam) dahulu yang telah menyakiti beliau sholallohu ‘alaihi wa sallam akan ditimpakan bencana oleh malaikat
Jibril ‘as. , yang malaikat Jibril as menawarkn kpd beliau sholallohu ‘alaihi wa sallam dg berkata “kalau engkau mau akan ku timpakan gunung ini ke atas mereka” , lalu jawaban nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam apa wahai akhi ? , beliau sholallohu ‘alaihi wa sallam menjawab tawaran malaikat Jibril ketika itu ‘alaihi salam, beliau sholallohu ‘alaihi wa sallam menjawab “janganlah wahai Jibril
, siapa tahu keturunan(anak cucu) mereka akan ada yang bertaqwa kepada Alloh”
BUKANKAH ROSULULLOH SHOLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM KELAK AKAN MEMBANGGA-BANGGAKAN AKAN PENGIKUT BELIAU SHOLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM YANG BANYAK
Bukankah begitu saudara-sadariku umat Islam , bahwa beliau annabiy sholallohu ‘alaihi wa sallam kelak akan bangga dengan banyaknya jumlah kaum beliau sholallohu ‘alaihi wa sallam , beliau akan bangga dengan banyaknya umat Islam, pengikut beliau sholallohu ‘alaihi wa sallam.
lantas bagaimana jika kita tidak menghiraukan tanggapan masyarakat dunia atas apa yang telah kita perbuat, atau paling dekat masyarakat di dekat kita, apakah mereka malah menjauhi kita wahai para da’i, bahkan ada sendiri orang-orang Islam yang malah ngeri dg Islam akibat perbuatan kita sendiri , saya dulu fans beratnya tehnik(teknik) jihadnya saudara-saudara seiman saya Imam Samudra , Mukhlas , dan Amrozi ,
gara-gara saya ktika itu banyak terbawa oleh dalil2 perasaan , semangat , perasaan cinta yang tinggi terhadap kaum muslimah yg diperkosa(perasaan cinta yg tinggi dg membabi-buta tanpa mempertimbangkan kaidah mashlahat-mafsadat dlm bagaiman cara membela saudari Islam saya yg disakiti
Dan generasi-generasi awal nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam, yaitu shohabat rodhiyallohu ta’ala anhum ajma’in, tabi’in dan tabi’ut-tabi’in adalah jauh beda baiknya manhaj, pemahaman dan pengamalannya dg kita sekarang ini, insyaAlloh kita sambung lagi, wallohu ta ‘ala a’lamu bish-showab
waaah…. lama gak k internet
dah banyak ya…. yang berkomentar
kayaknya susah ya ngomong agama tapi dalil-dalil yang dipake akauaaaaaaaaaaal semuaaaaaaaaaa
@ siboy
hello, boy…
sudah pindah warganegara?
kenapa? apa akal anda nggak nyampe untuk mencerna dialog di atas? dan, apakah penafsiran dalil-dalil itu sendiri tidak melalui proses akal? apa ulama-ulama terdahulu tidak mencerna itu semua melalui akalnya? akal itu bukan sesuatu yang ditabukan, kok. bahkan Tuhan sendiri menyeru supaya kita berpikir; yeah, kecuali kalo memang ada yang lebih suka berpikir dengan dengkul ketimbang otak
@ siboy
*gimana kalau saya balik?*
lebih susah ya, ngomong agama, tapi dalil-dalil yang ada, bukannya dibarengi sikap kritis-progresif, melainkan dengan mematikan akal.
*kok mau-maunya kesadaran kognitif sendiri dijajah teks*
ternya masih aja banyak yangmenentang syariat Islam ini tegak!!!! ya begitulah dan untuk antum2 yang memeperjuangkankan teruslah berjihad dan ngapain ngelayanin para pengikut abdulah bin Ubaybin shalul munafikin di Indonesia ini sangat banyak!!!! dan para umat JIL(jaringan Iblis liberal) dan para pengikut pluralisme yang salah kaprah…..
Islam ditegakan diAtas pedang!!! pada belajar syareat Islam dan Hukum Islam tapi mo diterapkan dimana??? jangan jadi Islam di Indonesia ini haya dagelan, dan wacana perhatikan Islam Idonesia ga beda jauh dengan pelaku Bid’ah yang hanya nyanyi2 dan ga beda dengan umat nasrani, bukan Qur’an yang dikaji tapi sholawatan yang mereka anggap syakral, buat siboy ana dukung Insya Allah….Islam di Indonesia ini tegak AMIEN.
dan ingat bumi ini bumi Allah ana ga ngenal siapa Ibu pertiwi ! dan NKRI ini adalah negara syetan dan ana tidak pernah ngakuin negara ini tapi negara Islam dengan syariatnya yang ana akui walau pun negara dalam rumah tangga ana sendiri!
Mau jadi pejuang syariat kok tidak ada adabul khiwar sedikit pun.
.
JIL Jaringan Iblis Liberal? Anda tahu, JIL kalau dibaca akronim, dalam bahasa Arab ia bermakna “generasi”? Tolong, sekali lagi, kalau tidak sanggup memberi argumen/debat balasan yang lebih baik, lebih utama Anda berdiam diri, dan tegakkan syariat Islam di lapangan sesegera mungkin.
sumpah perut q sakit baca ginian.wkwkwkwkwkw. sak karep wudhele dewe….
NKRI negara syetan? minggat wae su, ngopo iseh ning kene? ra duwe duit ngo pindah po cuk?
beragama pake dengkul yang dapet cuma ayunan cangkul (malah arep macul kie py pakdheee)
Peace dah bro
@Fozen
tolong baca dengan seksama !!
Bahaya Firqah Liberal
Mereka tidak menyuarakan Islam yang diridhai oleh Allah , tetapi menyuarakan pemikiran-pemikiran yang diridhai oleh Iblis, Barat dan pan Thaghut lainnya.
Mereka lebih menyukai atribut-atribut fasik dari pada gelar-gelar keimanan karena itu mereka benci kepada kata-kata jihad, sunnah, salaf dan lain-lainnya dan mereka rela menyebut Islamnya dengan Islam Liberal.
Allah berfirman:
“Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman”. (QS. Al-Hujurat 11)
Mereka beriman kepada sebagian kandungan al-Qur’an dan meragukan kemudian menolak sebagian yang lain, supaya penolakan mereka terkesan sopan dan ilmiyah mereka menciptakan “jalan baru” dalam menafsiri al-Qur’an.
Mereka menyebutnya dengan Tafsir Kontekstual, Tafsir Hermeneutik, Tafsir Kritis dan Tafsir Liberal Sebagai contoh, Musthofa Mahmud dalam kitabnya al-Tafsir al-Ashri 1i alQur’an menafsiri ayat ( -Faq tho ‘u aidiyahumaa- ) dengan “maka putuslah usaha mencuri mereka dengan memberi santunan dan mencukupi kebutuhannya.” (Syeikh Mansyhur Hasan Salman, di Surabaya, Senin 4 Muharram 1423).
Dan tafsir seperti ini juga diikuti juga di Indonesia. Maka pantaslah mengapa rasulullah bersabda:
“Yang paling saya khawatirkan atas adaalah orang munafik yang pandai bicara. Dia membantah dengan Al-Qur’an.”
Orang-orang yang seperti inilah yang merusak agama ini. Mereka mengklaim diri mereka sebagai pembaharu Islam padahal merekalah perusak Islam, mereka mengajak kepada kepada Al-Qur’an padahal merekalah yang mencampakkan Al-Qur’an. Mengapa demikian ? Karena mereka bodoh terhadap sunnah. (Lihat Ahmad Thn Umar al-Mahmashani: 388-389)
Mereka menolak paradigma keilmuwan dan syarat-syarat ijtihad yang ada dalam Islam, karena mereka merasa rendah berhadapan dengan budaya barat, maka mereka melihat Islam dengan hati dan otak orang Barat.
Mereka tidak mengikuti jalan yang ditempuh oleh Nabi , para sahabatnya dan seluruh orang-orang mukmin. Bagi mereka pemahaman yang hanya mengandalkan pada ketentuan teks-teks normatif agama serta pada bentuk-bentuk Formalisme Sejarah Islam paling awal adalah kurang memadai dan agama ini akan menjadi agama yang ahistoris dan eksklusif (Syamsul Arifin; Menakar Otentitas Islam LiberaL .Jawa Pos 1-2-2002).
Mereka lupa bahwa sikap seperti inilah yang diancam oleh Allah: “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali.” (QS. An-Nisaa’ 115).
Mereka tidak memiliki ulama dan tidak percaya kepada ilmu ulama. Mereka lebih percaya kepada nafsunya sendiri, sebab mereka mengaku sebagai “pembaharu” bahkan “super pembaharu” yaitu neo modernis.
Allah berfirman: Dan bila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,” mereka menjawab, “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. Apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman,” mereka menjawab, “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang bodoh itu telah beriman.” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu.(QS. Al-Baqarah 11-13).
Kesamaan cita-cita mereka dengan cita-cita Amerika, yaitu menjadikan Turki sebagai model bagi seluruh negara Islam. Prof. Dr. John L. Esposito menegaskan bahwa Amerika tidak akan rela sebelum seluruh negara-negara Islam tampil seperti Turki. Mereka memecah belah umat Islam karena gagasan mereka adalah bid’ah dan setiap bid’ah pasti memecah belah.
Mereka memiliki basis pendidikan yang banyak melahirkan pemikir-pemikir liberal, memiliki media yang cukup dan jaringan internasional dan dana yang cukup.
Mereka tidak memiliki manhaj yang jelas sehingga gagasannya terkesan “asbun” dan asal “comot” Lihat saja buku Charless Kurzman, Rasyid Ridha yang salafi (revivalis) itupun dimasukkan kedalam kelompok liberal, begitu pula Muhammad Nashir (tokoh Masyumi) dan Yusuf Qardhawi (tokoh Ikhwan al-Muslimin). Bahayanya adalah mereka tidak bisa diam, padahal diam mereka adalah emas, memang begitu berat jihad menahan lisan. Tidak akan mampu melakukannya kecuali seorang yang mukmin.
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengucapkan yang baik atau hendaklah ia diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
(Lihat Husain al-Uwaisyah: 9 dan seterusnya). Ahlul batil selain menghimpun kekuatan untuk memusuhi ahlul haq. Allah ta’ala berfirman:
“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka pelindung bagisebagian yang lain. JIka kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfaal 73).
Sementara itu Ustadz Hartono Ahmad Jaiz menyebut mereka berbahaya sebab mereka itu “sederhana” tidak memiliki landasan keilmuwan yang kuat dan tidak memiliki aqidah yang mapan. (lihat Bahaya Islam Liberal: 40, 64-65)
Maraji’: As Sunnah 04/VI/1423/2002
Proyek Islam Liberal: Memprotestankan Islam
Luthfi asy Syaukani, tokoh ISLIB (baca: Islam Liberal) yang menjadi moderator di e-group pernah mengutarakan (tanggal 13-03-2001, 1: 45 A.W) tentang tujuan berdirinya ISLIB: “Saya melihat bahwa mayoritas umat Islam yang ada sekarang adalah Islam ortodoks, baik dalam wajahnya yang fundamentalis (dalam sikap politis) maupun konservatif (dalam pemahaman keagamaan). Islam liberal datang sebagai sebuah bentuk protes dan perlawanan terhadap dominasi itu.
Ketika kita mengatakan “bebas dari” dan “bebas untuk”, kita memposisikan diri menjadi seorang “protestan” yang berusaha mencari hal-hal-hal yang baik dari warisan agama dan membuang hal-hal yang buruk.
Saya membayangkan semangat protestanisme itu adalah semangat yang seluruhnya bersifat positif, seperti yang dijelaskan dengan sangat bagus oleh Weber.
Dalam bayangan saya, “Islam Liberal” adalah sebuah gerakan reformasi (bukan dalam pengertian mahasiswa, tapi pengertian semangat protestanisme klasik) yang berusaha memperbaiki kehidupan umat Islam, baik menyangkut pemahaman keberagaman mereka maupun persoalan-persoalan lainnya (ekonomi, politik, budaya, etc).”
Jelaslah bahwa tujuan ISLIB adalah memprotestankan Islam sebagaimana Marthin Luther memprotestankan Kristen Katholik di Barat.
Qur’an Edisi Kritis
Untuk mewujudkan impian tersebut, wajar saja jika mereka menyambut baik usulan salah seorang dari mereka yang bernama Taufik Adnan Amal untuk membuat Qur’an Edisi Kritis, yakni Al-Qur’an edisi revisi. Luar biasa, bukan hanya terjemahnya yang hendak diubah, tapi nash Arabnya. Bahkan ada pembeo mereka yang fanatik mengusulkan agar segera dirampungkan supaya bisa dipakai untuk tadarusan Ramadhan mendatang. Rupanya mereka berdiri sebagai penjawab tantangan Allah:
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (al-Baqarah: 23-24)
Hal serupa pernah dilakukan oleh guru moyangnya ISLIB, Musailamah al-Kadzdzab yang hendak menandingi Al-Qur’an. Usaha ini telah ditempuh pula oleh para orientalis pendahulu ISLIB yang dengan susah payah mengumpulkan hingga 30.000 manuskrip
lembaran yang konon berisi ayat-ayat Al-Qur’an untuk membuktikan bahwa mushhaf Utsmani (yang kita baca hari ini) tidak layak diyakini keabsahannya. Namun Allah menggagalkan tipu daya busuk mereka. Disebutkan oleh Gerd-R Puin dalam “The Qur’an as text”:
“”Rencana Bergstrasser, Jeffery and Pretzl untuk mempersiapkan Quran edisi kritik tidak terwujud, dan kumpulan berbagai variannya yang diperoleh dari manuskrips lamanya telah hancur karena bom pada perang Dunia II.
Apa yang akan dilakukan oleh Taufik pun akan mengalami kegagalan. Abu Ubaid Al-Qasim berkata: “Usaha Utsman rdl mengumpulkan Al-Qur’an akan tetap dan senantiasa dijunjung tinggi, karena hal itu merupakan andilnya yang paling besar. Memang di kalangan orang-orang yang menyeleweng ada yang mencelanya, namun kecacatan merekalah yang tersingkap dan maksud buruk merekalah yang akan terdedah.” (Al-Jami’ lil Ahkam Al-Qur’an, Al-Qurthubi)
Semoga Allah segera menunjukkan belang mereka dan menjauhkan umat ini dari tipu daya iblis dan antek-anteknya.
Tiga Jurus Menyerang Al-Qur’an
Serangan terhadap Al-Qur’an dilakukan oleh kaum orientalis dengan tiga jurus. Pertama, melalui jalur periwayatan, kedua manggado-gadokan dengan penemuan manuskrip lama dan ketiga dengan tafsiran dan kekuatan intelektual (menurut mereka).
Pada tahun 1927, Alphonse Mingana, pendeta Kristen asal Irak dan guru besar di Universitas Birmingham Inggris berkata: “Sudah tiba saatnya untuk melakukan kritik teks terhadap Al-Qur’an sebagaimana telah kita lakukan terhadap kitab suci Yahudi yang berbahasa Ibrani Arami dan kitab suci Kristen yang berbahasa Yunani (Buletin of the Jahn Rylands Library Manchester, 1927, XI:77)
Perkataan tersebut diamini dan ditindaklanjuti oleh para tokoh Islam Liberal. Bandingkanlah dengan tulisan Luthfi Syaukani, dosen Universitas Paramadina di http://www.islamlib.com tanggal 17-11-2004 berjudul “Merenungkan Sejarah Al-Qur’an”: “Sebagian besar kaum muslim meyakini bahwa al Quran dari halaman pertama hingga terakhir merupakan kata-kata Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad secara verbatim, baik kata-katanya (lafzhan) maupun maknanya (ma’nan). Kaum muslim juga meyakini bahwa al Quran yang mereka lihat dan baca hari ini adalah persis seperti yang ada pada masa Nabi lebih dari seribu empat ratus tahun silam. Keyakinan semacam itu sesungguhnya lebih merupakan formulasi dan angan-angan teologis (al-khayal ad-dini) yang dibuat oleh para ulama sebagai bagian dari formalisasi doktrin-doktrin Islam. Hakikat dan sejarah penulisan al Quran sendiri sesungguhnya penuh dengan nuansa yang delicate (rumit), dan tidak sunyi dari perdebatan, pertentangan, intrik dan rekayasa.”
Sepantasnya kita jawab: “Ya…kaum muslim memang meyakini bahwa al Quran yang kita baca adalah al Quran yang diturunkan oleh Nabi, adapun kaum kafir, mereka tidak meyakininya.”
Mereka mengotak-atik sesuatu yang telah baku dan menjadi ijma’ para ulama sejak dahulu. Target mereka adalah agar umat Islam ragu akan keabsahan dan orisinalitas mushaf al Quran yang berada di tangan mereka. Tetapi, untuk kesekian kali usaha mereka akan gagal, karena mereka sedang berhadapan dengan Allah yang berfirman:
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”(al-Hijr: 9)
Tafsir Hermeneutika, Usang yang Dianggap Modern
Mereka tidak hanya mengobok-obok nash al Quran, tetapi juga merusak tafsirannya. Dengan dalih mengedepankan ‘kemanusiaan’, beragama untuk manusia, maka tafsiran al Qur’an harus ditinjau dari sisi kemanusiaan. Maka tafsirnya harus diambil dari orang-orang yang (menurut mereka) ahli dalam urusan kemanusiaan. Siapa tokoh-tokoh itu? Yakni Socrates, Plato, Arostoteles dan bahkan Karl Mark yang nota bene atheis, ajiib..aneh! Tafsir al Quran yang suci diambil dari seorang atheis, la haula walaa quwwata illa billah. Apakah mereka mengira orang-orang kafir itu lebih manusiawi dari para sahabat Nabi? Lebih manusiawi dari Nabi saw? Bahkan dari Allah l, sehingga tafsir ayat dengan ayat, tafsir ayat dengan hadits dan tafsir dengan pendapat para sahabat yang menjadi pakem ulama salaf tidak dipakai?
Mereka juga menggembar-gemborkan tafsir model hermeunetika. Cara tafsir usang yang dianggap modern. Istilah ini berasal dari kata ‘hermen’ nama seseorang yang dalam mitologi Yunani bertugas menyampaikan dan menafsirkan pesan-pesan dewa di gunung Olympus ke dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh umat manusia. (Fx. Muji Sutrisno F. Budi Hardiman, 1992:74)
Pada akhirnya istilah hermeneutika berubah menjadi makna teologi. Hal itu bermula ketika para teolog Yahudi dan Kristen menghadapi sejumlah masalah yang berhubungan dengan teks-teks kitab suci mereka yang saling kontradiksi satu sama lain. Encyclopedia Britannia menyebutkan bahwa tujuan utama hermeneutika bagi mereka tidak lain untuk mencari nilai kebenaran Bibel. Karena Bibel ditulis oleh beberapa penulis seperti Markus, Matius, Lukas dan Yahya. Mereka mengakui juga bahwa dalam keempat injil tersebut memang terdapat banyak pertentangan. Lalu para teolog menggunakan teori hermeneutika untak memahaminya.
Nah, para orientalis termasuk liberal menginginkan al Quran bernasib sama, atau dianggap sama dengan Bibel. Dengan semangat inilah penganut liberal sampai pada kesimpulan al Quran adalah produk lokal, atau ‘produk bersama’ dan lain-lain.
Akankah kita berdiam diri terhadap serangan yang dilancarkan mulut-mulut kotor itu? Inilah ajang untuk menunjukkan, siapakah mereka yang berani membela Allah. Wallahu waliyut taufiq
(Abu Umar Abdillah)
Referensi:
http://www.islamlib.com
Ahlul Bida’ Menggugat Otoritas Mushaf Utsmani dan Tafsir Qath’I, DR. Ugi Suharto (Asisten Profesor di ISTAC Malaysia), disampaikan pada acara Seminar Nasional bertajuk “Pemikiran Islam Muhammadiyah: Respon Terhadap Fenomena Liberalisme Islam”, di UMS tanggal 1-2 Maret 2004.
Antara Hermeneutika dan Bibel, Adian Husaini M.A dan lain-lain
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu ya akhii wal ukhti fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiirin
akh ally
lagian akh santai aja lah … kan antum sendiri bilang gak usah melayani…
antum semangatnya memang luar biasa
kalo buat saya pribadi akh saya anggap percakapan saya dengan frozen cuma sebagai intermezzo saja lah, percuma lah saya sajikan dalil2 di atas wong dia sendiri mengakui emoh menghapal Quran … lha ya wong setiap antum sampaikan dalil nanti dia ro’yukan sesuai kehendak hatinya saja …
dia bilang seh takut jadi orang yang suka menghakimi orang lain alias merasa paling suci dll, … saya sendiri Insya Allah … Ya Allah hindarkanlah hati hambaMU ini dari ketakaburan … menghindari merasa paling suci tapi … kalau orang2 yang membaca dan menghafal AlQuran saja bisa keliru dalam memahami bagaimana orang2 yang tidak akrab dengan Al Quran? kalau begitu saya baca quran saja lah … soal benar tidaknya saya serahkan Allah yang memutuskan
frozen anda anggota JIL bukan? apalagi kalau anda anggota … lebih baik waktu saya dihabiskan buat orang2 awam dan non anggota JIL ah ,,, cape nanti tenaga saya habis lagi
akh ally terus berjuang Sobat….
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu ya akhii wal ukhti fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiirin
^
Ya… semangat menanggapi tapi bukan dengan pendapat dan pandangan sendiri, siapa yang tidak bisa?
Saya heran, Anda ini maunya apa?
Ada orang khawatir dan takut besar kepala kok ya dicibir? Ini sebuah respon teraneh yang pernah saya temui.
Kontradiktif!
Anda juga lebih baik untuk tidak semena-mena memutuskan bahwa suatu pandangan itu benar atau salah jika pada kenyataannya Allah yang lebih mengetahui benar-salah suatu pemahaman. Semuanya baru kita ketahui di akhirat kelak. Sekarang kita uji saja di lapangan, pemikiran mana yang lebih bermanfaat secara riil.
Ya Allah, terima kasih. Sekarang saya tahu tempat di mana saya bisa melepas penat setelah lelah kerja seharian.
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu ya akhii wal ukhti fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiirin
Frozen
waduh udah jadi paratidaknormal dia … udah bisa melihat saya mencibir atau tidak melalui tulisan saya
lho
kapan saya memutuskan? sudah jelas Allah berfirman Al Quran itu Petunjuk buat manusia bahkan Nabi Allah SAW yang sudah jelas sorganya aja disuruh baca sampai bisa
dan adab islami ya seperti itu kenapa saya bilang saya kembalikan ke Allah? karena itulah yang disuruh oleh Allah, sungguh Allah tidak menyukai kata2 kepastian karena kepastian hanya Allah yang tahu sampai2 untuk segala apapun kita diwajibkan bilang Insya Allah
karena kalo saya bilang pasti saya benar maka saya takabur … Na’udzubillahi min dzalik…
ah saya gak perlu petantang petenteng masalah uji di lapangan …
saya yakin akan ketetapan Allah dalam Al Quran lha wong saya berusaha akrab dengan Quran … sampeyan kan tidak … itu juga menurut sampeyan lho
:rol:
Jadi ketika nabi mengemban Al Quran beliau tidak terlalu banyak bertanya … karena Allah berfirman bahwa itulah yang menyebabkan kaum Yahudi menjadi kaum yang dimurkai … disuruh potong sapi ditanya sapi nya gede kecil, dibilang yang sudah cukup umur ditanya lagi warnanya apa dibliangin warnanya ditanya lagi tanya lagi …
ampe akhirnya tidak dikerja kerjakan …
itu juga contoh kenapa anda gamang dalam shalat anda, saya seh tidak gamang insya Allah … lha wong nabi Saya Muhammad SAW yang surganya sudah dipastikan tetap shalat sampai kakinya bengkak bengkak … memangnya saya syech siti jenar yang bilang kalau shalat itu cuma untuk mengingat allah buat apa lagi saya shlat hehehehe lucu ah…, nabi tidak mempertanyakan tapi malah menjawab ya Aisyah shalatku dengan sujudnya yang 1000 kali pun tidak cukup untuk menyatakan rasa syukurku kepada Allah… buat saya nikmat Allah itu banyak, coba tiba2 mata saya buta, coba tiba2 tangan saya buntung Naudzubillahi min dzalik, jadi dalam keadaaan apapun … nikmat Allah masih dalam wujud yang melimpah kepada diri saya ….. tidak tau deh dengan anda hehehehe
terima kasih atas intermezzo yang anda suguhkan tetaplah di jalan anda sebagaimana insya Allah, saya mohon Allah untuk meneguhkan saya di jalan saya
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu ya akhii wal ukhti fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiirin
Proyek Islam Liberal: Memprotestankan Islam
Luthfi asy Syaukani, tokoh ISLIB (baca: Islam Liberal) yang menjadi moderator di e-group pernah mengutarakan (tanggal 13-03-2001, 1: 45 A.W) tentang tujuan berdirinya ISLIB: “Saya melihat bahwa mayoritas umat Islam yang ada sekarang adalah Islam ortodoks, baik dalam wajahnya yang fundamentalis (dalam sikap politis) maupun konservatif (dalam pemahaman keagamaan). Islam liberal datang sebagai sebuah bentuk protes dan perlawanan terhadap dominasi itu.
Ketika kita mengatakan “bebas dari” dan “bebas untuk”, kita memposisikan diri menjadi seorang “protestan” yang berusaha mencari hal-hal-hal yang baik dari warisan agama dan membuang hal-hal yang buruk.
Saya membayangkan semangat protestanisme itu adalah semangat yang seluruhnya bersifat positif, seperti yang dijelaskan dengan sangat bagus oleh Weber.
Dalam bayangan saya, “Islam Liberal” adalah sebuah gerakan reformasi (bukan dalam pengertian mahasiswa, tapi pengertian semangat protestanisme klasik) yang berusaha memperbaiki kehidupan umat Islam, baik menyangkut pemahaman keberagaman mereka maupun persoalan-persoalan lainnya (ekonomi, politik, budaya, etc).”
Jelaslah bahwa tujuan ISLIB adalah memprotestankan Islam sebagaimana Marthin Luther memprotestankan Kristen Katholik di Barat.
Qur’an Edisi Kritis
Untuk mewujudkan impian tersebut, wajar saja jika mereka menyambut baik usulan salah seorang dari mereka yang bernama Taufik Adnan Amal untuk membuat Qur’an Edisi Kritis, yakni Al-Qur’an edisi revisi. Luar biasa, bukan hanya terjemahnya yang hendak diubah, tapi nash Arabnya. Bahkan ada pembeo mereka yang fanatik mengusulkan agar segera dirampungkan supaya bisa dipakai untuk tadarusan Ramadhan mendatang. Rupanya mereka berdiri sebagai penjawab tantangan Allah:
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (al-Baqarah: 23-24)
Hal serupa pernah dilakukan oleh guru moyangnya ISLIB, Musailamah al-Kadzdzab yang hendak menandingi Al-Qur’an. Usaha ini telah ditempuh pula oleh para orientalis pendahulu ISLIB yang dengan susah payah mengumpulkan hingga 30.000 manuskrip
lembaran yang konon berisi ayat-ayat Al-Qur’an untuk membuktikan bahwa mushhaf Utsmani (yang kita baca hari ini) tidak layak diyakini keabsahannya. Namun Allah menggagalkan tipu daya busuk mereka. Disebutkan oleh Gerd-R Puin dalam “The Qur’an as text”:
“”Rencana Bergstrasser, Jeffery and Pretzl untuk mempersiapkan Quran edisi kritik tidak terwujud, dan kumpulan berbagai variannya yang diperoleh dari manuskrips lamanya telah hancur karena bom pada perang Dunia II.
Apa yang akan dilakukan oleh Taufik pun akan mengalami kegagalan. Abu Ubaid Al-Qasim berkata: “Usaha Utsman rdl mengumpulkan Al-Qur’an akan tetap dan senantiasa dijunjung tinggi, karena hal itu merupakan andilnya yang paling besar. Memang di kalangan orang-orang yang menyeleweng ada yang mencelanya, namun kecacatan merekalah yang tersingkap dan maksud buruk merekalah yang akan terdedah.” (Al-Jami’ lil Ahkam Al-Qur’an, Al-Qurthubi)
Semoga Allah segera menunjukkan belang mereka dan menjauhkan umat ini dari tipu daya iblis dan antek-anteknya.
Tiga Jurus Menyerang Al-Qur’an
Serangan terhadap Al-Qur’an dilakukan oleh kaum orientalis dengan tiga jurus. Pertama, melalui jalur periwayatan, kedua manggado-gadokan dengan penemuan manuskrip lama dan ketiga dengan tafsiran dan kekuatan intelektual (menurut mereka).
Pada tahun 1927, Alphonse Mingana, pendeta Kristen asal Irak dan guru besar di Universitas Birmingham Inggris berkata: “Sudah tiba saatnya untuk melakukan kritik teks terhadap Al-Qur’an sebagaimana telah kita lakukan terhadap kitab suci Yahudi yang berbahasa Ibrani Arami dan kitab suci Kristen yang berbahasa Yunani (Buletin of the Jahn Rylands Library Manchester, 1927, XI:77)
Perkataan tersebut diamini dan ditindaklanjuti oleh para tokoh Islam Liberal. Bandingkanlah dengan tulisan Luthfi Syaukani, dosen Universitas Paramadina di http://www.islamlib.com tanggal 17-11-2004 berjudul “Merenungkan Sejarah Al-Qur’an”: “Sebagian besar kaum muslim meyakini bahwa al Quran dari halaman pertama hingga terakhir merupakan kata-kata Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad secara verbatim, baik kata-katanya (lafzhan) maupun maknanya (ma’nan). Kaum muslim juga meyakini bahwa al Quran yang mereka lihat dan baca hari ini adalah persis seperti yang ada pada masa Nabi lebih dari seribu empat ratus tahun silam. Keyakinan semacam itu sesungguhnya lebih merupakan formulasi dan angan-angan teologis (al-khayal ad-dini) yang dibuat oleh para ulama sebagai bagian dari formalisasi doktrin-doktrin Islam. Hakikat dan sejarah penulisan al Quran sendiri sesungguhnya penuh dengan nuansa yang delicate (rumit), dan tidak sunyi dari perdebatan, pertentangan, intrik dan rekayasa.”
Sepantasnya kita jawab: “Ya…kaum muslim memang meyakini bahwa al Quran yang kita baca adalah al Quran yang diturunkan oleh Nabi, adapun kaum kafir, mereka tidak meyakininya.”
Mereka mengotak-atik sesuatu yang telah baku dan menjadi ijma’ para ulama sejak dahulu. Target mereka adalah agar umat Islam ragu akan keabsahan dan orisinalitas mushaf al Quran yang berada di tangan mereka. Tetapi, untuk kesekian kali usaha mereka akan gagal, karena mereka sedang berhadapan dengan Allah yang berfirman:
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”(al-Hijr: 9)
Tafsir Hermeneutika, Usang yang Dianggap Modern
Mereka tidak hanya mengobok-obok nash al Quran, tetapi juga merusak tafsirannya. Dengan dalih mengedepankan ‘kemanusiaan’, beragama untuk manusia, maka tafsiran al Qur’an harus ditinjau dari sisi kemanusiaan. Maka tafsirnya harus diambil dari orang-orang yang (menurut mereka) ahli dalam urusan kemanusiaan. Siapa tokoh-tokoh itu? Yakni Socrates, Plato, Arostoteles dan bahkan Karl Mark yang nota bene atheis, ajiib..aneh! Tafsir al Quran yang suci diambil dari seorang atheis, la haula walaa quwwata illa billah. Apakah mereka mengira orang-orang kafir itu lebih manusiawi dari para sahabat Nabi? Lebih manusiawi dari Nabi saw? Bahkan dari Allah l, sehingga tafsir ayat dengan ayat, tafsir ayat dengan hadits dan tafsir dengan pendapat para sahabat yang menjadi pakem ulama salaf tidak dipakai?
Mereka juga menggembar-gemborkan tafsir model hermeunetika. Cara tafsir usang yang dianggap modern. Istilah ini berasal dari kata ‘hermen’ nama seseorang yang dalam mitologi Yunani bertugas menyampaikan dan menafsirkan pesan-pesan dewa di gunung Olympus ke dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh umat manusia. (Fx. Muji Sutrisno F. Budi Hardiman, 1992:74)
Pada akhirnya istilah hermeneutika berubah menjadi makna teologi. Hal itu bermula ketika para teolog Yahudi dan Kristen menghadapi sejumlah masalah yang berhubungan dengan teks-teks kitab suci mereka yang saling kontradiksi satu sama lain. Encyclopedia Britannia menyebutkan bahwa tujuan utama hermeneutika bagi mereka tidak lain untuk mencari nilai kebenaran Bibel. Karena Bibel ditulis oleh beberapa penulis seperti Markus, Matius, Lukas dan Yahya. Mereka mengakui juga bahwa dalam keempat injil tersebut memang terdapat banyak pertentangan. Lalu para teolog menggunakan teori hermeneutika untak memahaminya.
Nah, para orientalis termasuk liberal menginginkan al Quran bernasib sama, atau dianggap sama dengan Bibel. Dengan semangat inilah penganut liberal sampai pada kesimpulan al Quran adalah produk lokal, atau ‘produk bersama’ dan lain-lain.
Akankah kita berdiam diri terhadap serangan yang dilancarkan mulut-mulut kotor itu? Inilah ajang untuk menunjukkan, siapakah mereka yang berani membela Allah. Wallahu waliyut taufiq
(Abu Umar Abdillah)
Referensi:
http://www.islamlib.com
Ahlul Bida’ Menggugat Otoritas Mushaf Utsmani dan Tafsir Qath’I, DR. Ugi Suharto (Asisten Profesor di ISTAC Malaysia), disampaikan pada acara Seminar Nasional bertajuk “Pemikiran Islam Muhammadiyah: Respon Terhadap Fenomena Liberalisme Islam”, di UMS tanggal 1-2 Maret 2004.
Antara Hermeneutika dan Bibel, Adian Husaini M.A dan lain-lain
Mas umar alharb, apa yang Anda cantumkan dalam kolom komentar Anda di atas ‘kan bukan pandangan murni Anda, melainkan tulisan orang. Maka dengan jujur saya katakan, saya malas menanggapi. Di search-engine sana bertebaran tulisan-tulisan sanggahan, terhadap pandangan kaum fundamentalis (seperti Pak Adian, atau tulisan-tulisan di Swaramuslim, terlebih tulisan dari orang seperti Pak Hartono Ahmad Jaiz, yang memang banyak menyerang pemikiran Islam Liberal).
Komentar yang anda kutip itu sebetulnya sudah pernah saya baca tiga tahun lalu di Swaramuslim. Dan saya masih bisa mengaksesnya di alamat ini: http://swaramuslim.net/fakta/more.php?id=A1833_0_16_0_M
Jadi begitu, tanggapan dari saya kali ini, mas umar alharb, alias ali jundullah.
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu ya akhii wal ukhti fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiirin
Artikel yang sangat ber nash…
… keep up the good work akhi…..
Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…
Hasbunallahu wa ni’mal wakil….
Ini adalah tanggapan terakhir saya untuk seorang anonim yang selalu kontradiktif dengan kata-katanya sendiri, yang katanya sudah capek/untuk tidak meladeni lagi orang seperti saya tapi masih saja menanggapi komentar saya, seorang yang (mungkin, dan sepertinya) tidak ada keberanian ketika saya undang untuk berdiskusi lebih intens di chat messenger, Saudara Abi Fathimah.
.
Anda menulis : dia bilang seh takut jadi orang yang suka menghakimi orang lain alias merasa paling suci dll. Perhatikan kata yang saya cetak tebal. Dan Anda kurang tepat memilih kata. Yang lebih pas itu bukan “melihat”, tapi “me-ra-sa”. Saya merasa bahwa kalimat Anda itu bernada cibiran, seolah apa yang menjadi pegangan saya itu adalah hal yang rendah di mata Anda.
Dan yang menjadi kontradiksi adalah, Anda menulis “waduh udah jadi paratidaknormal dia … udah bisa melihat saya mencibir atau tidak melalui tulisan saya”. Semestinya kalimat Anda ini Anda terapkan untuk diri Anda sendiri. Anda seharusnya berpikir juga, bahwa Anda tidak akan pernah tahu kalau saya benar-benar tidak menghafal Al-Qur’an hanya karena tulisan saya mengatakan saya tidak mau menghafal Al-Qur’an, kecuali Anda tahu tindak-tanduk saya 24 jam. Saya menulis kalau saya tidak mau menghafal Al-Qur’an, apakah pada kenyataannya saya benar demikian atau tidak, apakah ada yang tahu, selain Allah dan saya sendiri? Tidak ‘kan? Saya mengatakan demikian, siapa tahu jika seandainya saya melakukan hal sebaliknya secara diam-diam di alam real sana.
Dan apa maksud dari kalimat ini: waduh udah jadi paratidaknormal dia. Saya sudah menjadi seorang paratidaknormal, atau apalah sebutan Anda buat saya. Lha itu Anda sendiri men-judge suatu hal hanya dari tulisan saya semata. Bukankah ini bertentangan dengan komentar Anda sendiri? Kok bisa tahu kalau saya sudah jadi paratidaknormal hanya karena tulisan saya? Tolong jawab pertanyaan saya ini dengan baik. Jangan sampai saya terpaksa mengambil kesimpulan bahwa Anda pun tak ada bedanya dengan komentator bernama Deden yang hanya bisa men-judge tanpa bisa memberi landasan argumen.
Lalu kutipan pertanyaan saya pun TIDAK Anda jawab; “Apa mau Anda ini sebenarnya?”. Tolong ini juga dijawab.
.
.
.
Tidak secara tegas. Tapi ketika Anda (yang dalam anggapan saya, dan semoga anggapan saya tidak benar) sudah mencibir pegangan saya perihal keengganan saya menghafal Al-Qur’an, secara implisit Anda sudah memposisikan diri berada dalam jalur yang tidak salah. Di situ Anda sudah memutuskan secara tersirat, bahwa apa yang saya pegang adalah sesuatu yang rendah, tidak seperti Anda yang (mungkin) memang hafal Al-Qur’an. Jelas? Kalau kurang jelas, untuk ke-sekian kalinya, mari kita berdiskusi real-time. Jika tidak, ya sudah.
Anda juga lebih baik untuk tidak semena-mena memutuskan bahwa suatu pandangan itu benar atau salah jika pada kenyataannya Allah yang lebih mengetahui benar-salah suatu pemahaman.
.
.
.
Asli saya ngakak baca komentar Anda yang ini. Ketika seorang Rasulullah pun berkata bahwa sebaik-baik orang adalah mereka yang bisa memberi manfaat bagi orang lain, yang mana itu mensyaratkan implementasi/pelaksanaan riil di lapangan alias alam sosial, tapi Anda malah mengatakan gak perlu. Kalau begitu simpan saja syariat ente itu di dalam kepala, dan sekedar jadi wacana, jangan lagi diungkat-ungkit saatnya Syariat, saatnya Khilafah, saatnya bla bla bla, karena itu semua akan mensyaratkan pelaksanaan riilnya. Dan lagipula, kalau suatu pandangan, atau pemahaman, yang tidak teruji langsung di lapangan dan tidak diketahui asas manfaatnya, siapa yang tertarik?
Dan kalimat bahwa Anda yakin dengan ketetapan Allah dalam al-Qur’an itu, ketetapan yang mana yang Anda maksud?
.
.
.
Saya miris membaca komentar yang ini. Kenapa Anda tidak berpikir sederhana seperti ini: Si frozen ini punya masalah dengan sholatnya, hmm… mungkin semasa kecilnya ia kurang didikan agama, khususnya perihal sholat, atau bisa jadi ia dipengaruhi situasi dan kondisi lingkungan di mana ia tinggal, sehingga ia menjadi orang yang suka mempertanyakan hal-hal yang dalam agama sudah baku, atau mungkin karena hal lain. Hmm… mungkin saya bisa membantu meluruskan, atau memberi sharing pengalaman keagamaan seputar sholat padanya, dengan lebih baik.
Nah, seandainya Anda berpikir seperti itu, mempertanyakan sisi psikologis saya, saya akan bersimpati. Itu ciri khas akhlak Qur’ani. Akhlak yang sesuai dengan konsep qaulan baligha, suatu perkataan atau respon yang bisa membekas pada jiwa orang lain, atau konsepsi qaulan karima, yang penuh adab, rasa hormat, penuh empati, tidak merendahkan dan penuh kasih sayang, apalagi kepada saudara seiman.
Saya pun selalu berusaha demikian Mas. Saya memaklumi jika ada orang yang, katakanlah, fanatik terhadap ajaran agamanya, atau dalam takaran lain, mode dan metode keberagamaannya berbeda dengan kita. Saya melihatnya dari sisi sosiologis bagaimana dan di mana ia berasal. Sehingga saya tidak berani main vonis, atau mencibir keadaan mereka. Paling banter yang bisa saya lakukan hanyalah memberi counter argumen. Saling berbalas pandangan, syukur-syukur jadi saling berbagi pandangan.
Dan semoga Anda merevisi anggapan Anda tentang Syekh Siti Jenar seperti yang Anda asumsikan itu. Anda, dan juga saya, tidak tahu kehidupan sebenarnya seorang Siti Jenar. Apa yang kita baca sekarang ini berkenaan kehidupan dan kontroversinya, semua hanya konstruksi para sejarawan, yang selalu tak lepas dari intrik dan kepentingan, terlebih Siti Jenar hidup pada saat politik Kerajaan Demak mengalami gonjang-ganjing. Dan mungkin Anda belum mendengar, kalau Siti Jenar itu adalah keturunan Imam Ali bin Abi Thalib.ra.
Saya mohon maaf jika selama saya bergabung di kolom komentar blog ini, banyak kata-kata yang tidak berkenan.
Salam sejahtera.
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu ya akhii wal ukhti fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiirin
Frozen
Frozen
ini yang kontradiktif siapa yang menghina siapa? anda tidak berminta menghafal dari semula berdasarkan kata2 anda sendiri kok saya tuliskan pernyataan saya lha sekarang bukan urusan saya mau anda hafalkan atau engga tapi pernyataan anda pertama itu kan sudah jelas anda tidak punya minat
saya sudah tuliskan berdasarkan apa orang2 yang hapal quran dan hadits jadi doyan menghina karena Rasulullah dan sahabat2nya kan tidak
bagaimana anda ini? secara terselubung berarti maksud anda orang2 sekitar anda yang suka pongah itu? yang mana? apa ikhwan2 disini yang suka memakai dalil? … justru anda yang tidak tegas kata2 anda bersayap saya seh hanya mengcounter kata2 anda saja
Lho soal benar salahnya ya sudah tertulis di Quran dan Hadits bukan saya yang memutuskan karena anda tidak akrab dengan quran dan hadits mungkin anda jadi “LINGLUNG”
Jelas yang anda lakukan itu salah bukan menurut saya menurut Quran dan Hadits, contoh2nya neh sedikit aja apa mungkin karena alasan2 ini?
1. Muhammad Rasulullah SAW aja disuruh baca dan memahami Al Quran Utuh, dan Firman Allah bahwa Al Quran itu pedoman manusia yang tidak ada keraguan di dalamnya bagi orang2 beriman? kenapa anda tidak mau menghafal? karena alasan2 absurd di atas? jadi semenjak kita lahir diri kita ini sudah terikat oleh peraturan2 yang tertuang dalam pedoman tersebut
2. Alasan bahwa Quran ada surat2 yang mesti ditakwil, lha wong RAsulullah sendiri bilang cuma sedikit, menurut ahli quran cuma 15-20% dari jumlah surat keseluruhan lha kok anda memilih melupakan yang 80% hehehe
3. Rasulullah SAW bersabda kenapa kamu tidak melakukan sepertiku? sahabat menjawab bagaimana kami bisa sepertimu ya wahai Rasulullah karena kami bukan Nabi Allah. Lalu Rasulullah menjawab Janganlah kalian seperti ummat2 terdahulu, kalian kerjakanlah sepertiku dengan kemampuan kalian dan Allah nanti yang akan menilai.
4. Rasulullah bersabda “sungguh Allah akan memaafkan orang yang menjawab (tentunya dengan jujur dan di depan Allah semua kejujuran pasti terungkap) “Ya Allah Ampunilah Daku karena Kekhilafanku sehingga aku mendhalimi diriku sendiri” daripada orang yang menjawab “Aku kan tidak tahu hukumnya ya Allah”, disini bisa kita lihat bahwa menghafal quran bukan dari seluruh juznya tapi harus semampu dan sekuat kita bukan berdalih ya dia kan rasulullah kita ini siapa lah…
dan masih banyak contoh lainnya
Saya bukan merasa lebih suci dari anda BUNG Frozen tapi soal yang satu itu jelas Allah yang memutuskan Anda itu salah … kecuali memang tiada dalilnya
Jelas saya harus yakin saya berada di jalur yang insya Allah … Allah kehendaki tapi soal amalan saya diterima atau tidak itu kembali kepada Allah… dan jelas saya berharap diterima harus itu “kan ada dalilnya lagi” janganlah kamu berharap yang buruk2 menimpamu melainkan yang baik2 saja. berharap lain dengan memastikan
ya sudah lah akrabkan diri kita dengan Quran dan hadits dulu karena saya tidak mau membuang2 waktu saya kepada seseorang yang tidak punya minat menghafal quran dalam dirinya, bukan karena saya merasa lebih benar dari anda
bagaimana seh anda ini saya hanya menjalankan yang disuruh dan saya patuhi rambu2nya tiba2 anda tuduh saya merasa lebih benar. kalo kesan itu yang anda tangkap tanyakan sendiri saja pada pribadi anda bung
Bung Frozen Yang Terhormat
lha
jangan kebanyakan ngakak bung kalo menurut dalil “kebanyakan ngakak mematikan hati” saya seh nanggapin ini
biasa aja cukup dengan senyuman
dan tertawa seadanya
gak perlu ampe ngakak. saya tulis itu gak perlu petantang petenteng karena tidak ada yang perlu di petantang petentengkan say kerjakan saya mulai diri saya sendiri lha wong masa saya ndak bole mengerjakan keyakinan saya walau implementasinya baru diterapkan di keluarga dan orang2 sekitar yang saya kenal, saya tidak tau kapan saya menuai hasilnya lha bisa saya masih hidup atau sudah saya wafat yang penting buat saya ya kerjakan saja hukum yang memang dilaksanakan oleh Rasulullah dan Sesuai dengan Nubuat beliau kan katanya cinta ama rasulullah? wong Rasulullah SAW suruh pake hukum Allah masa saya pake hukum yang lain? Insya Allah ketika turunnya imam terakhir disanalah syariat ini akan menuai hasilnya maka saya seh
santai aja jek! itu kan Nubuat RAsulullah SAW, tapi bukan berarti walau sudah dijanjikan lalu saya berpangku tangan, Rasulullah bersabda “kenapa engkau tidak ikatkan untamu?” sahabat menjawab “Saya sudah berserah kepada keputusan Allah”, RAsulullah menjawab “Tidak seperti itu, engkau ikatkan dulu baru engkau berserah”. Jadi Anda tidak percaya dengan Nubuat Nabi bahwa syariat akan dimenangkan? bahwa islam juga akan dimenangkan lewat perang ? yah itu seh persoalan anda saya seh percaya tapi apabila belum di masa saya apa saya harus berjuang lewat hukum yang lain? ah ada ada aja anda ini lebih baik saya berjuang di hukum yang sudah diberikan oleh Allah, di masa RAsulullah SAW dan khulafaur rasyidin mencapai kejayaannya itu adalah bukti butuh bukti apa lagi? tapi bagi anda itu kan bukti kecil jauh lebih hebat demokrasi kan dari Rasulullah? ada tuh tulisan anda yang mengecilkan kekhilafahan di masa Rasulullah dan sahabat
perlu dicuatkan lagi? jadi memang kita udah gak sejalan tempuh aja udah jalan anda … gampang kan
bung Frozen Yang Terhormat
Lho disitu udah ada komentar2 yang bagus bagus yang sesuai dengan cara pandang saya lha anda tidak tanggapi ketika anda saya bilang kenapa tidak anda tanggapi anda bilang karena sudah bagus tapi dalam kenyataannya anda lebih menyukai sisi yang berlawanan, komentar2 yang berlawanan dari komentar yang saya anggap bagus anda komentari dengan kecenderungan mengikuti. Bung Frozen Yang Terhormat memang dakwah itu tidak mengenal harus diikuti karena diikuti atau tidak Insya Allah pahala yang diberikan Allah itu sama tapi dalam berdakwah atau menyampaikan hukum Allah, kita juga dituntut bisa mengenali mana orang2 yang mencari kebenaran dan mana orang2 yang mencari pembenaran dan bagi saya pribadi lha gak papa ini kan saya pribadi kalo bagi anda salah ya sah sah sah ini pendapat saya pribadi lho…. anda itu termasuk yang mencari pembenaran jadi buat apa saya buang buang energi, makanya saya tidak membuat komen di blog anda, tapi ini blog sahabat saya jadi komen2 anda yang ada disini sebisa mungkin saya balas … membantu kerjaan teman2 sepahaman disini ajah … wakarimashita? gobbish? understood? fahim?
Bung Frozen Yang Terhormat
Lho buat apa saya merevisi ucapan saya tentang syech siti jenar … bagi saya dia itu memang orang terlaknat. dengan ucapannya yang seperti itu “Kalau memang Shalat itu untuk mengingat Allah, Untuk apa aku shalat, karena dalam dzikirku, dudukku, diamku dan tidurku aku senantiasa mengingat Allah” Lha ini si Syech Siti JENAR BAHLUL ini lupa kekasih Allah, orang yang ma’shum yang paling suci diantara semua manusia dengan segala kerendahan hatinya tetap melaksanakan shalat selama masih sanggup. saya seh pake simplicity cara bodoh saja dalam memandang sesuatu RAsulullah SAW melaksanakan rukun islam dan iman ya saya ikuti saja semampu saya tanpa banyak babibubebo, Rasulullah menghafal dan mengamalkan AlQuran ya saya ikuti saja semampu saya
Rasulullah tidak kebal senjata kenapa saya jadi mau kebal? lah nanti gak dapet2 syahidnya, Rasulullah tidak bisa terbang kenapa saya ingin terbang? syech siti jenar melakukan itu semua buat saya junjungan saya Muhammad Rasulullah SAW bukan syech siti jenar, Rasulullah itu ditimpuk orang giginya patah disabet pedang badannya berdarah … simple kan? kekasih Allah yang tidak pernah Lupa akan shalatnya…. walau syurga telah dalam genggaman beliau
jadi kenapa kalau syech siti jenar itu keturunan Ali bin Abi Thalib as? lha wong paman dan kakek Nabi Muhammad SAW aja orang jahiliyah
makanya penempatan itu harus ada dalilnya itu saja
Muhammad Rasulullah SAW bersabda “3 generasi yang dijamin masuk syurga, Generasi ketika ku hidup, generasi sahabat (setelah nabi wafat), dan anak anak mereka”. Sahabat bertanya bagaimana setelah itu wahai Rasulullah? RAsulullah menjawab “maka setelah itu akan timbul fitnah2″
Jadi menempatkan keturunan RAsulullah seperti Ali bin Abi Thalib ra dan Fatimah ra beserta keluarganya tidak lebih dari pada kecintaan kita kepada Allah dan Muhammad SAW, kedudukan mereka ahlul bayt Rasulullah tidak hanya berpijak kepada Ali bin Abi thalib ra dan Fatimah ra beserta anak2 mereka yaitu hasan dan husein tapi ahlul bayt nabi adalah semua istri2 nabi, Aisyah ra, Hapshah ra, zainab ra dll dan keturunan nabi dari anak2 RAsulullah yang lain seperti Zainab ra, Ummi Kultsum ra, Ruqayyah ra dan alm putra2 beliau dll
Kedudukan Para ahul bayt Rasulullah di 3 generasi yang dijamin RAsululah SAW sedikit lebih diutamakan oleh Rasulullah sendiri tapi seperti Nabi Ibrahim as dan Rasul2 lainnya … Rasul2 dilarang meminta do’a yang absolut bisa saja Nabi Ibrahim as berdoa “Ya Allah jadikan semua keturunanku orang2 yang shalih dan rasul2″ tapi Nabi Ibrahim as tidak melakukan itu karena itu doa absolut melainkan beliau berdo’a “Ya Allah, Jadikanlah keturunanku yang KAU pilih (bukan semua melainkan yang dipilih) menjadi orang2 shaleh dan rasul2″
jadi bagaimana kita harus memperlakukan orang yahudi bani israil sebagai keturunan Ibrahim as? Ya perlakukan mereka sebagai orang2 yang dimurkai Allah … simple aja selesai sebagaimana yang tertulis di Al Quran
Jadi keturunan Nabi setelah 3 generasi itu tidak dijamin oleh bahkan RAsulullah SAW sendiri mereka bisa saja terkena fitnah2 tapi yang harus kita pegang teguh bahwa nanti akan turun Imam mahdi yang akan dibai’at menjadi imam terakhir dengan tangan yang membentang antara kuburan Nabi ibrahim as dan Ka’bah dalam usia 40 tahun, bernama sama denagn Nabi SAW dan merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW yaitu seorang arab Quraisy itu yang harus kita percaya karena nabi nubuatkan demikian … makanya coba dong akrabkan diri anda BUNG!! dengan hadits2 Nabi SAW
Lha lihat kelakuan orang2 arab sekarang raja2nya banyak zina dan mabuk2an dan sebagian dari mereka mengaku sebagai keturunan Rasulullah SAW
Jadi penempatan kita tidak seperti itu dalam memahami nubuat nabi
Orang yahudi dimurkai Allah salah satunya karena ingin sekali memelencengkan ketetapan Allah dalam Taurat tertulis “maka akan muncul seorang nabi terakhir yang merupakan saudaramu tapi bukan golonganmu dan dia akan mempunyai ciri2 seperti engkau wahai musa” maka ketika Nabi Muhammad SAW lahir di makkah mereka ramai2 mendustai
Jadi ya sudah imam mahdi itu udah pasti keturunan nabi itu ketetapan yang kita harus terima tapi apa keturunan nabi setelah 3 generasi yang dijamin itu orang suci? ini yang salah lagian ini sebuah anggapan dan paradigma yang tolol bagi saya, kalau semua keturunan Nabi itu orang suci buat apa seorang imam mahdi yang RAsulullah bersabda dia akan kembali menegakkan islam yang sudah kacau saat itu? lha buat apa dia turun kan semua keturunan nabi orang suci jadi masih banyak orang suci kan
jadi Siapapun keturunan Nabi baik dia bernama syech siti jenar atau fulan bin fulan selama dia bukan termasuk 3 generasi yang dijamin maka dia bisa terkena fitnah dan bila seorang syech siti jenar di luar jalur yang Rasulullah tetapkan maka saya akn bilang lantang dia itu orang kafir!!!! lha wong moyangnya shalat dia kaga shalat
bukan berarti saya tidak menerima bahwa nanti akan muncul imam mahdi as yang juga keturunan nabi… simple aja kan? jadi boro2 merevisi kalo bisa saya akan lantangkan dengan lebih keras 
disinilah aqidah kaum syiah terpatahkan bila saja mereka mau berpikir
Bung Frozen Yang TErhormat
sama sama saya juga mohon maaf … bila banyak kata2 saya yang juga tidak berkenan kita tempuh sajalah jalan kita masing2 okay
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu ya akhii wal ukhti fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiirin
Buat mereka yang menamakan JIL
apakah ini AQIDAH seorang ulama yang dikatakan ah;i Qur’an
Ahmad Wahib Menafikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai Dasar Islam
Setelah Ahmad Wahib berbicara tentang Allah dan Rasul-Nya dengan dugaan dugaan, “menurut saya” atau “saya pikir”, tanpa dilandasi dalil sama sekali, lalu di bagian lain, dalam Catatan Harian Ahmad Wahib ia mencoba menafikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai dasar Islam. Dia ungkapkan sebagai berikut:
Kutipan:
” Menurut saya sumber-sumber pokok untuk mengetahui Islam atau katakanlah bahan-bahan dasar ajaran Islam, bukanlah Qur’an dan Hadits melainkan Sejarah Muhammad. Bunyi Qur’an dan Hadits adalah sebagian dari sumber sejarah dari sejarah Muhammad yang berupa kata-kata yang dikeluarkan Muhammad itu sendiri. Sumber sejarah yang lain dari Sejarah Muhammad ialah: struktur masyarakat, pola pemerintahannya, hubungan luar negerinya, adat istiadatnya, iklimnya, pribadi Muhammad, pribadi sahabat-sahabatnya dan lain-lainnya.” (Catatan Harian Ahmad Wahib, hal 110, tertanggal 17 April 1970).
mereka mengingkari Qur’an dan hadist !!!! subhanallah
Menduga-duga bahwa bahan-bahan dasar ajaran Islam bukanlah Al-Quran dan Hadits Nabi saw. Ini menafikan Al-Quran dan Hadits sebagai dasar Islam.
Al-Qur’an dan Hadits adalah kata-kata yang dikeluarkan oleh Muhammad itu sendiri. Ini mengandung makna yang rancu, bisa difahami bahwa itu kata-kata Muhammad belaka. Ini berbahaya dan menyesatkan. Karena Al-Qur’an adalah wahyu dari Allah SWT yang dibawa oleh Malaikat Jibril, disampaikan kepada Nabi Muhammad saw, diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun lebih. Jadi Al-Qur’an itu Kalamullah, perkataan Allah, bukan sekadar kata-kata yang dikeluarkan Muhammad itu sendiri seperti yang dituduhkan Ahmad Wahib.
Allah SWT menantang orang yang ragu-ragu:
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS Al-Baqarah: 23).
“Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (Al-Mumtahanah/ 60: 4) (Tafsir Ibnu Katsir, jilid 2, Darul Fikr, Beirut, hal 509).
Dalam hadits ditegaskan:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw bahwa beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah seseorang dari Ummat ini yang mendengar (agama)ku, baik dia itu seorang Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati dan belum beriman dengan apa yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka.” (Hadits Riwayat Muslim bab Wujubul Iimaan birisaalati nabiyyinaa saw ilaa jamii’in naasi wa naskhul milal bimillatihi, wajibnya beriman kepada risalah nabi kita saw bagi seluruh manusia dan penghapusan agama-agama dengan agama beliau).
hanya untuk informasi inilah jaringan IBLIS liberal Nurcholish Madjid, (telah deportasi didunia)Universitas Paramadina Mulya, Jakarta.
Charles Kurzman, University of North Carolina.
Azyumardi Azra, IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Abdallah Laroui, Muhammad V University, Maroko.
Masdar F. Mas’udi, Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, Jakarta.
Goenawan Mohammad, Majalah Tempo, Jakarta.
Edward Said
Djohan Effendi, Deakin University, Australia.
Abdullah Ahmad an-Naim, University of Khartoum, Sudan.
Jalaluddin Rahmat, Yayasan Muthahhari, Bandung.
Asghar Ali Engineer.
Nasaruddin Umar, IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Mohammed Arkoun, University of Sorbone, Prancis.
Komaruddin Hidayat, Yayasan Paramadina, Jakarta.
Sadeq Jalal Azam, Damascus University, Suriah.
Said Agil Siraj, PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Jakarta.
Denny JA, Universitas Jayabaya, Jakarta.
Rizal Mallarangeng, CSIS, Jakarta.
Budi Munawar Rahman, Yayasan Paramadina, Jakarta.
Ihsan Ali Fauzi, Ohio University, AS.
Taufiq Adnan Amal, IAIN Alauddin, Ujung Pandang.
Hamid Basyaib, Yayasan Aksara, Jakarta.
Ulil Abshar Abdalla, Lakpesdam-NU, Jakarta.
Luthfi Assyaukanie, Universitas Paramadina Mulya, Jakarta.
Saiful Mujani, Ohio State University, AS.
Ade Armando, Universitas Indonesia, Depok -Jakarta.
Syamsurizal Panggabean, Universitas Gajahmada, Yogyakarta.
iseng aja…
kapan hari itu ada yang bilang mau nyamperin saya buat nganter saya ke neraka, tapi sampai sekarang alhamdulillah saya masih bernafas
another orang yang banyak omong aja, rupanya
Lha ente ngatai orang sebagai IBLIS pun dalilnya mana—kalau memang dalam beberapa (atau semua) hal harus dilandasi dalil?
Gini ya Mas, taruhlah apa yang dikatakan alm. Ahmad Wahib itu salah, dan menyesatkan, tapi toh ‘kan ia tak mewakili suara Islam. Itu adalah pandangan pribadinya, dan kita tak perlu meributkannya apalagi risau. Ia mengeluarkan pandangan, maka mudah buat kita untuk—katakanlah—membungkamnya, yakni apa, ya dengan pandangan dan argumen lagi, bukan dengan memberi cap buruk yang sebetulnya amat bertentangan adabul khiwar.
Fungsi dalil, dalam konteks seperti ini, setidaknya—dan memang—adalah untuk menguatkan argumen yang kita pegang. Tapi sejauh pemahaman saya, selama argumen kita cukup kokoh dan bisa dinalar secara rasional, dalil tak perlu dibawa-bawa. Khawatirnya nanti yang ada malah perang dalil, ayat ditandingkan dengan ayat lain.
Dan untuk kutipan Ahmad Wahib di atas, itu tidak sepenuhnya salah, Mas, jika ditinjaunya dari sudut sosio-historis.
@ aly jundullah
Lha ente ngatai orang sebagai IBLIS pun dalilnya mana—kalau memang dalam beberapa (atau semua) hal harus dilandasi dalil?
Gini ya Mas, taruhlah apa yang dikatakan alm. Ahmad Wahib itu salah, dan menyesatkan, tapi toh ‘kan ia tak mewakili suara Islam. Itu adalah pandangan pribadinya, dan kita tak perlu meributkannya apalagi risau. Ia mengeluarkan pandangan, maka mudah buat kita untuk—katakanlah—membungkamnya, yakni apa, ya dengan pandangan dan argumen lagi, bukan dengan memberi cap buruk yang sebetulnya amat bertentangan adabul khiwar.
Fungsi dalil, dalam konteks seperti ini, setidaknya—dan memang—adalah untuk menguatkan argumen yang kita pegang. Tapi sejauh pemahaman saya, selama argumen kita cukup kokoh dan bisa dinalar secara rasional, dalil tak perlu dibawa-bawa. Khawatirnya nanti yang ada malah perang dalil, ayat ditandingkan dengan ayat lain.
Dan untuk kutipan Ahmad Wahib di atas, itu tidak sepenuhnya salah, Mas, jika ditinjaunya dari sudut sosio-historis.
walah, komentar yang di-cancel tadi masuk ternyata.
wkwkwk…….. ISLAM di pandang dari sudut sosio_historis….yang ana miris apakah yang para komentator ini paham aqidah apa ga ya ??? Islam hanya di lihat dari akal pikiran. yang ana baca di kolom ini sangat banyak ayat yang telah disampaikan.
tapi pada ditentang dengan akal. perintah Allah untuk dilaksanakan BUNG!!!! bukan untuk di perdebatkan!! yang seharus nya jika disampaikan ayat Al Qur’an yag merasa beriman adalah mendengar dan ta’at itulah aqidah para salafus soleh. tapi nyatanya ?????
banyak ayat yang terus di ingkari! heran ..tapi inilah sunnahtullah, hanya sedikit orang yang beriman. yang cuman ana sarankan pahamilah dahulu makna Ilah, bagaimana pemahaman syahadatnya ???
tiada Ilah selain Allah bukan tiada tuhan. dan makna Ilah dan dien tidak bisa disamakan dengan tuhan dan agama yang menjadi maknanya sangat sempit!
ya, itulah esensi sekularisme, agama ya jangan dibawa2 ke kancah yang laen2.
O tentu. Memang harus demikian. Sebagai misal saja, satu hadits yang mengatakan bahwa negeri yang mengangkat perempuan sebagai pemimpin, maka tunggulah negeri itu sampai kehancurannya. Banyak dari saudara kita semuslim yang menganggap hadits ini mutlak benar demikian adanya, dan harus diikuti, tidak boleh dibantah. Padahal hadits tersebut merupakan respon Nabi Muhammad.saw terhadap kepemimpinan ratu Persia yang lalim, Buran binti Syairawaih bin Kisra Anusyirwan.
Nah, kalau konteks historisnya sudah ketahuan seperti ini, berarti kita paham, hadits tadi tidak universal. Menggelikan sekali jika hadits ini diikuti secara buta, bahwa siapapun perempuan, tidak boleh menjadi pemimpin sebab akan membawa kehancuran. Kenapa saya sebut menggelikan, karena ia bertentangan dengan spirit Al-Qur’an yang mengatakan bahwa laki-laki dan perempuan itu sama. Siapapun boleh dan bisa menjadi pemimpin, tak peduli ia laki-laki maupun perempuan, dengan syarat ia bisa memimpin dengan bijaksana.
Orang yang goblok dan mematikan nalarnya tentu akan menerima hadits ini begitu saja tanpa pertimbangan akal, karena ia menganggap bahwa hadits adalah salah satu sumber hukum Islam yang sakral untuk dibantah.
Kemudian ente menulis:
Bukan menentang, tetapi lebih tepatnya mempertanyakan secara kritis. Contohnya soal hadits yang sengaja saya singgung barusan. Saya tidak menentang hadits yang mengatakan bahwa suatu negeri akan hancur jika dipimpin oleh perempuan. Tidak. Saya tak menentangnya. Tapi saya cuma mempertanyakannya. Suatu negara… bisa hancur kalau dipimpin perempuan? Apa ini masuk akal? Apa ini logis? Apa buktinya, sedangkan di sisi lain banyak pula negeri yang hancur ketika dipimpin oleh laki-laki? Nah, di sinilah akal kritis kita digunakan. Ente tentu pernah dengar, ayat Al-Qur’an yang mengutuk keras manusia yang tidak menggunakan akalnya (lihat surah al-Anfaal [8] ayat 22).
Kemudian ada lagi contoh yang lain. Hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah.ra, bahwa ada 3 hal yang dapat membatalkan sholat seseorang, yaitu melintasnya anjing, keledai, dan perempuan. Coba ente pikir, ini hadits masuk akal nggak? Jangankan ane ya, Siti Aisyah.ra waktu mendengar hadits ini saja langsung protes kepada Abu Hurairah, “Engkau samakan kami, kaum perempuan, dengan keledai dan anjing?!”.
Kalau kita kaji latar belakang perawian hadits ini, lewat aspek sosio-historisnya, kita akan tahu, kalau sosok Abu Hurairah.ra memang dinilai kurang bersahabat dengan perempuan. Jadi wajar apabila ia meriwayatkan hadits yang merendahkan martabat perempuan. Fakta ini terekam jelas dalam sejarah Islam. Bisa disimak lebih jauh dalam buku berjudul Jinayat al-Bukhari, tahun terbit 2005, karya Zakaria Ouzon, seorang sarjana muslim kontemporer. Bisa dilihat pula dalam karya berjudul al-Juzur at-Tarikhiyyah li as-Syari’ah al-Islamiyah (Akar-akar Sejarah Syariat Islam) dan Mujtama’u Yatsrib: al-’Alaqah Baina ar-Rajul wa al-Mar’ah fi al-’Ahdain al-Muhammadi wa al-Khalifi (Antropologi Masyarakat Yatsrib, Hubungan Laki-laki dan Perempuan di Masa Nabi dan Khalifahnya), karya Khalil Abdul Karim.
Jadi semuanya berkaitan dengan konteks (sosial, sejarah, budaya, dan psikologi). Semisal lagi, kenapa Imam Ghazali menyerang pemikiran Ibn Arabi yang pluralis. Karena Ibn Arabi lahir dan tumbuh di lingkungan di mana akal-rasionallah yang dikedepankan, tidak seperti di mana al-Ghazali tumbuh.
Dan yang penting untuk diingat adalah, bahwa tafsir-tafsir keagamaan yang ada sekarang, semuanya ditulis dengan konteks yang melingkupi penulisnya masing-masing. Mufassir yang hidup pada kondisi damai, tentu output (tulisan) tafsirnya akan berbeda dengan mufassir yang hidupnya dipenjara dan disiksa. Seperti Ayman al-Zawahiri, seorang dokter berpendidikan yang dikenal santun dan lembut, namun setelah mengalami penyiksaan di penjara Turrah, Kairo, ia berubah 180 derajat menjadi sosok yang keras, hingga akhirnya ia bergabung di organisasi Al-Qaeda. Bisa dilihat dari memoar yang ditulisnya sewaktu di penjara, Al-Sharq al-Awsat, yang isinya penuh dengan kegetiran yang berujung pada kebenciannya terhadap siapapun yang tidak menerapkan hukum Allah.
Atau seperti ahli tafsir garis keras pada masa Dinasti Mamalik yang bernama Siradjudin al-Bulqini. Tafsir-tafsirnya begitu keras, membenci kaum non-muslim, karena apa, karena ia hidup di masa terjadi perang antar pemeluk agama. Coba bandingkan dengan tafsir-tafsir yang ditulis oleh mufassir yang hidup dalam kedamaian dan lingkungan yang serba toleran, tentu tafsirnya pun toleran dan bernuansa sejuk. Itu sebabnya Islam (terutama perihal penegakan hukum, soal perempuan, dan negara) mesti kita lihat dari sisi historisnya. Wallahu a’lam.
Nah, barangkali, kalau ditarik kesimpulan, kita ini merujuk pada tafsir yang berbeda. Ente mungkin dipengaruhi tafsir yang memaparkan bahwa Islam itu harus keras, harus tunduk pada ayat, harus menekankan ritual, tidak boleh banyak menggunakan akal tapi harus sami’na wa atha’na. Atau mungkin ente berada di lingkungan yang melihat bahwa liberalisasi tafsir adalah sesuatu yang sesat, sehingga tidak habis pikir kalau ada orang yang, katakanlah seolah, menentang ayat dan hadits. Yah, tidak apa-apa, saya memaklumi.
Wah, komentar saya sudah kepanjangan. Tapi mudah-mudahan bisa menambah sedikit wawasan. Kalau ada yang kurang dimengerti, silakan tanyakan dengan santun. Serang argumen-argumen saya, jangan menyerang saya pribadi (dengan mengatakan “orang ini ngerti akidah nggak sih”, dan sebagainya).
Rahmat Allah semoga beserta kita semua.
bolah tanya kang frozen ?
masuk akal ataukah tidak ketika ada satu perintah dari islam yang mewajibkan anda untuk membunuh dengan cara menyembelih anak anda ( dan anda yang harus menyembelihnya ) ? apakah anda akan pikir-2 dulu terus menolak ataukah menerima dengan kata “sami’na wa ato’na” ( kami dengar dan kami taat ) ?
@ abu saida
nunut njawab ya, kang…
menurut saya sih wajar2 saja kalo itu buat seorang nabi. nabi kan tingkat kewaskitaannya sebagai manusia di atas manusia biasa; karena itu dia dipilih jadi nabi. jadi tentu saja ujian buat mereka beda level dengan kita
lebih jauh lagi, Allah juga nggak pernah memerintahkan kepada manusia biasa yang emosinya nggak selevel nabi untuk menyembeli anaknya, kan?
wah, kita jadi ngobrolin perintah buat manusia biasa yang nggak ada dalilnya dalam agama, nih?
eh, iya… Ibrahim sendiri sempat pikir2 dulu, kan, waktu nerima mimpi yang berisi perintah itu. sampai 2x mimpi kalo nggak salah. iya, kan?
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
Ane sebenarnya ada jawaban buat bung frozen but what for
banyak forum2 yang membuat babak belur Ahmad Wahib, Nurcholish Madjid bahkan sampai Musdah Mulia dan Jalaludin Rahmat, tapi apa mereka mau mengikuti dan mengambil hikmanya malah makin besar rasa ingin mematahkan dengan cara menghasut pengikut2 mereka … jadi buat apa?
saya lebih suka kita menempuh jalan masing2 ajah … seru kan …
buat kawan2 sepemahaman … ada gelagatnya kapan kita harus menyudahi dialog kita
dulu sahabat2 salafush shalih aja mayoritas tidak mau melayani ahlul bid’ah bukan karena mereka tidak mampu karena cuma buang2 waktu saja dan mereka lebih khawatir kepada hati mereka sendiri sampai2 seorang sahabat berkata “sungguh hati ini lemah” jadi dia menghindari perdebatan dengan ahlul2 bid’ah. Yang memegang hati itu Allah kok, jadi biar kita ampe berbusa cuap2 apalagi dengan ilmu2 kita yang masih kurang ini ya gak akan hati mereka berubah … bahanya malah kita ini yang jadi goyah itu yang ditakuti sahabat2 terdahulu “Ya YANG MAHA Menjaga hati, jagalah hatiku dalam ibadahku dan agamaku”
sudahlah biarkan kebenaran kalian itu untuk kalian saja dan kebenaran kami untuk kami saja, silahkan aja bilang kami bodoh pekak tuli dungu dll ..
kalau memang kami percaya bahwa semua itu bisa membuat kami jauh dari Api Neraka
sedikit jawaban buat bung joe
Seorang sahabat mengambil wudhu dengan tetap memakai kasut (sepatu) untuk shalat lalu Rasulullah bersabda “basahilah di ujung atasnya bukan di telapak kasutmu” sahabat menjawab mengapa begitu ya Rasulullah? Rasulullah menjawab Karena itu perintahnya…
hm… contoh gampan kalian kencing/berak … kenapa tidak hanya kemaluan kalian yang kalian bersihkan kenapa wudhu jadi batal? atau yang paling mudah lagi … kentut aja deh
kok malah wudhu ulang bukan dubur yang dibersihkan kan yang keluar kentut kenapa mesti kumur, cuci muka dll,… jawabannya karena itu perintahnya …
saya gak yakin jawaban saya akan memuaskan anda bung joe but buat saya itu cukup biarlah saya yang bego ini menempuh jalan saya okay? anda tempuhlah jalan anda itu …
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
@ abu saida
Saya? Saya akan tetap melihat konteksnya dulu.
Mohon disimak penjelasannya.
Yang Anda sodorkan itu adalah contoh kasus yang menimpa Nabi Ibrahim ‘kan? Nah, analisisnya begini (dengan catatan, saya meninjaunya dari sisi sejarah).
Sebagaimana dipaparkan oleh sejarah, Nabi Ibrahim lahir dan hidup di sebuah kabilah bernama Jurhum, di mana pada saat itu paham animisme dan pengorbanan berupa anak manusia sudah menjadi tradisi turun-temurun. Dari sini sebetulnya sudah bisa terlihat, bahwa Allah punya rencana lain dalam perintah penyembelihan itu ketimbang sekedar untuk menguji keimanan Nabi Ibrahim, yakni Allah hendak menghapus tradisi pengorbanan manusia, menjadi qurban berupa hewan, yang mana terwujud dalam kisah penyembelihan Ismail yang kemudian tergantikan/ditebus oleh Allah dengan seekor kibas.
Kemudian sisi historis lainnya berkenaan turunnya perintah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya, motifnya memang untuk menguji kadar keimanan Ibrahim sebagai seorang Nabi dan Rasul. Dan perlu dicatat, ujian ini pun bukan tanpa dasar. Seperti yang kita tahu, Nabi Ibrahim itu sekian lama beribadah, lama belum juga memiliki putera. Hingga pada suatu ketika, beliau berdoa, terus-menerus: “Rabbi habli minasshalihin”, Ya Rabb, karuniakanlah aku seorang putera yang shaleh. Hingga akhirnya Allah mengabulkan doa beliau. Dan, apa yang terjadi pasca Nabi Ibrahim memiliki putera? Ya, apalagi kalau bukan terpecahnya konsentrasi beliau antara munajat kepada Allah dengan menghabiskan waktu bersama puteranya. Nabi Ibrahim mulai banyak meluangkan waktu untuk puteranya ketimbang untuk Allah.
Nah, karena hal demikian dinilai kurang patut untuk seorang manusia yang berderajat nabi dan rasul yang mengemban risalah Ilahi, maka tidak salah apabila Allah memberi teguran, berupa ujian perintah penyembelihan. Wajar ‘kan? Dan perintah ini pun logis dan masuk akal setelah kita memahami konteks dan sebab-sebabnya (itu sebabnya kenapa kita mesti tahu asbabun-nuzul setiap ayat al-Qur’an).
Dan meski Nabi Ibrahim sempat mempertanyakan perintah Allah ini dalam batin, pada akhirnya beliau benar-benar sami’na wa atha’na, toh penyembelihan sudah menjadi tradisi di masanya, tentulah tak terlalu berat dijalankan jika sesuatu itu sudah sering dijumpai dalam kebudayaan sendiri, meski tidak bisa dipungkiri, Nabi Ibrahim menyimpan kesedihan apabila harus berpisah dengan puteranya.
Tapi… toh pada akhirnya Allah membuka kartu. “Mana mungkin Aku menyuruhmu menyembelih anakmu sendiri. Ini, Aku ganti ia dengan seekor kibas”. Kurang lebih begitu. Dan dengan demikian, Allah benar-benar memegang sumpah-Nya, bahwa Ia sudah menetapkan atas dirinya kasih dan sayang (surah al-An’am ayat 12). Tidak mungkin Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang memberikan perintah yang tidak masuk akal seperti menyembelih anak kita sendiri, lha wong kita membunuh seekor makhluk hidup seperti nyamuk saja, Al-Qur’an sudah mengecam keras.
Jadi al-Qur’an itu jangan dilihat seperti cermin. Apa yang tertera, kita ikuti, nggak lah. Kalau cuma melaksanakan apa yang tertera, buat apa ada yang namanya mufassir yang menafsirkan makna-makna di balik ayat-ayat al-Qur’an?
Dan tambahan, karena al-Qur’an itu lebih berisi bahasa kiasan, perumpamaan, maka tidak salah, jika perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih itu, oleh sebagian mufassir dimaknai sebagai perintah untuk menyembelih nafsu kita, menyembelih ego kita, agar kita bisa dekat kepada Allah. Nah, inilah kehebatan al-Qur’an. Bahasa kiasannya mengagumkan.
Kembali ke pokok. Kalau saya dihadapkan pada kenyataan demikian, pertama, selain tidak mungkin karena Allah itu bukanlah sosok Yang Maha Kejam, kedua, Allah itu Maha Pengertian, tidak mungkin memberi perintah yang tidak masuk akal dan sangat memberatkan, seperti main bunuh dan sembelih. Faktanya saja Nabi Muhammad.saw tidak diperintah demikian. Dan ketiga, saya akan terus melihat sisi historis dan asbab an nuzul ayat-ayat yang bersangkutan. Dan senada dengan mas sitampandarimipaselatan alias mas joe di atas, kita ini bukan manusia yang memiliki derajat nabi, dan kita bukan manusia yang harus berada di garda terdepan yang memberi teladan.
Semoga jawaban saya ini cukup buat Anda.
Salam.
hooo…pencerahan buat saya. tadinya cuma berpikir sebatas level ujian itu pantesnya untuk siapa. gitu aja
@ Abi Fathimah
Mutasaawii, kadzalika ana.
Sahabat saya yang ikut membaca komentar Anda pun sampai bilang begini, “lam yakun rabbahu fii alwahdatibna saa ‘atihi, walakannahu khadha’a likasyiiri minaddaraasati wattafakkiri, bal la’allaka fii dawaa mishahhati waabqaa kallah“.
Yeah…
la’allaka fii dawaa mishahhati waabqaa kallah.
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
bung frozen yang terhormat
terima kasih atas pelajaran bahasa arabnya…
santai aja jek lakukan lah sak karep sampean
bagi saya pribadi seh semakin sampean ngomong semakin mantap saya di jalan saya insya Allah …
hehehe asik jek ada guru bahasa arab neh
… tapi yaitu membuat mereka makin nyeleneh
well gak aneh, sebab gurunya N. Madjid, Syafi’i maarif, yang konon di amerika sana juga jago kok bahasa arabnya
ngomong2 itu artinya apa ya … bahasa arab saya masih ngeja neh
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
kepada Abi Fathimah yang tidak nyleneh
Lah, lah, lah…
Jangan dulu bernada fatalis gitu dong. Justru sahabat saya itu bilang, semoga Anda diberi kesehatan dan usia panjang oleh Allah.
Ah…
ckk…
itulah sikap panjenengan, saya memberi pandangan dari sudut manapun jika tidak selaras dengan Anda, seolah saya berada di jalan seperti Nurcholish Madjid. Lalu saya pakai bahasa Arab, dengan niat tadinya ingin mencontoh seperti Anda, juga dialamatkan seperti Nurcholish Madjid, yakni meski berbahasa arab, tetap saja nyleneh. Serba salah jadinya.
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
Bung Frozen Yang Terhormat
lha wong apa kurang jelas disitu saya tanya itu artinya apa?
Lho anda ini gimana seh hehehe
permasalahan anda ini bagi saya ya mirip2 gurunya N. Madjid dan Syafii maarif yang orang pakistan dosen ISlam besar di USA … jago ngomong pake bahasa arab hehehe
tapi ya anis shooroof lawannya Ahmad Deedat juga jago kan pake bahasa arab… but ya itu tadi jagonya bahasa arab bukan jaminan buat saya buat gak berpirian nyeleneh juga …lho yang nyeleneh ini sapa sampean apa aku?
heheheh
jadi aku naik status dong dari bodoh ke nyeleneh? terima kasih terima kasih
… biarin lah nyeleneh dimata sampeyan asal gak nyeleneh di mata Allah azza wa jalla… sip!
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
Hehe, gua yang merhatiin, jadi pengen ikutan nimbrung…
Lho anda ini gimana seh hehehe
lha wong apa kurang jelas disitu saya tanya itu artinya apa?
eh, brur, kalau yang jelas itu, ente nulis itu doang, kagak pake laknatullah2an, kagak pake nulis santai jek-santai jek-an, kagak usah pake asik jek-asik jek-an, lu tulis aje tebel-tebel kalimat ini:
MAAF BUNG FROZEN, ITU ARTINYA APA YA, TERIMA KASIH
Nah, itu baru jelasss!!!
lha ente ngoceh sana-ngoceh sini, nyenggol nama orang, nyenggol Amerika, blah blah blah, cih… dan mestinya si frozen juga kagak perlu nanggepin lagi, bica capek ngurusin orang mencla-mencle macem gini.
Lah, lu mau nyampein “kebenaran” saja pake timbang2, kalau nggak niat ya nggak usah bilang brur! Kalau mau kaaffah, kaaffah sekalian, jangan urus soal nerima kagaknye, sampein ya sampein aje, kek si frozen ampe sebegitunya ngasih penjelasan atas komentar si aly jundullah ama pertanyaannya si abu saida.
oke, segitu aje dulu komen gua,
laknat Allah juga buat orang2 musyrik, munafik, fasik, dan kafir.
(nah, pake bahasa Indonesia gini kan enak, pake gaya make bahasa Arab, pas ada yang ngasih komen bahasa arab, eh malah nyerocos kalau bisa arab belum tentu blah blah blah, menepuk air di dulang terpercik muka sendiri
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
bung abu gosok
lho dari pertama tidak ada niat2 kelihatan hebat dengan bahasa arab … lho kalo kesan itu yang diambil ama ente dan konco2 ente ya silahkan wae hahaha lucu neh
, cuma do’a2 itu sebaiknya diucapkan seperti ucapan Rasulullah, lah do’a itu kan bisa dihapal aneh… apa ente jadi mau jadikan shalat dalam bahasa indonesia begitu?
maaf ya .. dari pertama itu yang ane ucapkan semua ada dalam hadits sebagai do’a2 bukan sebagai sok2an bahasa arab … waduh makanya jadi orang jangan prejudice jek! ….
coba buka buku2 hadits do’a bener gak yang saya bilang itu tertulis di hadits …
saya tidak menepuk dimuka saya sendiri, masih banyak yang lebih fasih dari saya, dari semula saya bilang kan saya ini bodoh … sampean semua iki kepiye seh kebakaran jenggot sendiri ama orang bodoh
… dibilang sok2an bahasa arab lah … lha yang memandang sok2an ya sampeyan2 sendiri …
…
maaf ya orang2 pinter … setau saya berdo’a yang dianjurkan oleh Rasulullah adalah do’a2 yang telah diucapkan beliau dan semua ucapan saya diatas termasuk do’a2 yang pernah diucapkan beliau makanya jangan kepinteran jadi orang … masa terbodohi ama orang bodo
abu gosok makanya pikiran ente kaga jernih .. dipake buat bersihin wajan mulu seh… buka komen2 saya diatas saya tidak pernah bilang saya memakai bahasa2 arab diatas buat sok2an arab… itu hanya bagian dari mengamalkan doa Nabi SAW yang lebih afdhal diucapkan seperti itu … jadi ente kalau shalat pake bahasa indonesia aje ye… lha shalat itu kan hapalan semua gimane seh … jadi biar udah hapal harus pake bahasa indonesia?… ente dagang dulu tuh abu gosok ente keliling kampung sebelum komentar jek!
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
bung frozen yang terhormat
saya bukan tidak bisa mengartikan kalimat arab anda walau terbata-bata toh ada kamusnya disini … dan paling gampang saya bisa tanya ustadz2 saya yang memang sudah fasih berbahasa arab
saya tau kok anda menjebak saya dari semula makanya saya ikutin aja … asik kan
… keliatan deh “pinter”nya sampeyan tidak bisa membedakan mana do’a2 dan mana bahasa arab buat gaya2 an…
sorry masih ada banyak do’a lainnya yang saya pakai dalam bahasa arab dan itu tidak membuat saya sok2an ke arab2an ….
cuma pengamalan hadits Rasulullah aja…
kan saya bilang apapun ucapan sampean malah membangkitkan ghirah saya yang luar biasa … aneh kan? .. Alhamdulillah…. syukron alhamdulilllah saya yang tadinya malas buka2 buku, pikir2 dalam mengamalkan jalan salafush shalih … malah sekarang jadi enteng … tuh
makasih ya … sip!!!
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
Walah, rame ternyata
@ Abi Fathimah
Lah, jadi Anda terganggu dengan hal itu?
Wah, maaf kalau begitu.
E nggih, seprika kula wonten sekedhik tanggepan kagem panjenengan, wedharing komentar panjenengan menika kekathahan ingkang naminipun smiley, dados ngresahi menawi diwaosi. Ketingalipun panjenengan ngandhapaken mengsah ngendika. Sageda saged dados bebahan penggalih.
*cathetan: basa menika minangka nguri-uri kabudayan dene kula gadhah*
Pareng…
@ Abu Gosok
Bung, saya tak seserius itulah. Bisa dibilang sebagaimana istilah saudara kita ini, cuma sekedar intermezzo ™ …
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
waduh anda ini gimana? anda yang main terperangkap anda yang masuk perangkap sendiri … hehehe
penjelasan saya diatas itu bukan karena merasa terganggu… tapi jawaban atas perangkap anda hehehe .. emang sampeyan ini pinter kok… pinter ngalihin
, wong sudah saya perkirakan jawaban anda akan seperti itu eh malah bonus lagi ada tukang abu gosok lumayanlah buat bersihin wajan yang pada item item … daripada si abu gosok nyari-nyari kambing item hehehe
bung frozen yang terhormat

ooo … masa ikutan istilah orang bodo … gimana seh orang pinter ini … pinter2 dong milih istilah yang lain
ealah … wong pinter dibodohi wong bodo… kepiye iki rek!
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
gak kreatif anda ah…
To Frozen:
Hmm… kalau anda memakai pendekatan logika, bagaimana kalau saya juga memakai pendekatan yang sama.
Mari kita lihat surah An-Nisaa’ ayat 34,
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita…”
Tafsiran atas ayat di atas adalah laki-laki sebagai pemimpin dalam rumah tangga.
Nah, sekarang kita pakai logika kita. Jika dalam tataran rumah tangga saja, laki-laki sudah (harus) menjadi pemimpin bagi kaum wanita, maka apalah lagi dalam tataran luas bernama negara, yang menauingi bermilyar komponen rumah tangga, sudah barang tentu laki-laki tetap lebih baik memimpin ketimbang perempuan.
Bukankah demikian logikanya, mas frozen?
Mohon tanggapannya.
Assalamu’alaikum.
@ near
Counter-argument yang baik sekali.
Dengan tanggapan ini, saya tak ada pretensi untuk bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Tapi saya akan berusaha.
Anda memakai surah An-Nisa ayat 34 sebagai landasan argumen. Menarik, dan sepintas masuk logika. Tapi logika Anda tidak utuh. Anda tidak menyertakan kalimat selanjutnya, bima faddlalallah, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita). Ya. Laki-laki adalah pemimpin wanita, tapi itu dengan sebab yang tegas, “karena laki-laki tersebut memiliki kelebihan dibanding wanita”. Sekarang, jika ada seorang laki-laki yang idiot dan dungu, apa ia masih harus jadi pemimpin, dan perempuan tetap harus nurut dan tunduk? Tidak ‘kan.
Nah, itu yang tidak Anda timbang.
hoo… itulah contoh nyata akibat main catut ayat tanpa liat redaksi keseluruhan ayat dan isinya, huakakaka
tapi lumayan lu near, ada keberanian ngasih pandangan, lebih lumayan lagi reply si frozen. lah, ya emang lewat mantiq sederhana saja ketahuan cacatnye, kalo toh emang musti dilihat lewat sisi logika.
hehe… lu liat, komen pekoknya di bawah, lu ngomong apa dia nyinggung apa
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
bung frozen yang terhormat
jadi kenapa pula harus memilih laki2 yang idiot dan dungu ya kalo dia dipilih oleh suatu kaum baik laki2 atau perempuan ya yang bodo dan lebih dungu itu tentunya yang memilihnya ….
jadi laki2 idiot dan dungu itu gak perlu ngurusi perempuan lha wong buat jadi pemimpin para laki2 aja ndak bole
akh near kalo merasa perlu penjelasan tak jelasin deh… bukan karena aku yang bodo ini lebih pinter, cuma kebetulana ada penjelasannya, kalo di jelasan ke “orang pinter” kaya bung frozen yang terhormat ya percuma lah wong saya ini wong bodo
nanti akan ada terus penyangkalan2 walaupun dibuat buat spt argumen kali ini yang saya anggap sangat lemah
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi : “Apakah kamu (mau) masuk Islam.” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. ( Ali Imron 19 ~ 20 )
Ah, terima kasih. Ayat di atas jadi mengingatkan saya.
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
syukron alhamdulillah akh .. udah diingetin sesungguhnya saya ini makhluk yang lemah
“Ya Allah sesungguhnya hambamu ini senantiasa mendhalimi dirinya sendiri … maka ampunilah daku wahai maha penerima taubat”
assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu wa maghfiratuhu … ya akhii wal ukhtii fillah
la’natullahi ya musyrikin wal munafiqiin wal fasiqiin wal kafiriin
To Frozen:
Hmm…
Lalu, tanggapan anda terhadap video ini?
http://www.youtube.com/watch?v=FxUsQDGy4Go&feature=related
To Abu Gosok
ya, ya, ya… oke, trims.
Haha… video yang menarik sekali. Yah, perbedaan penafsiran atas bentuk negara, kita hormati saja. Baik yang menganggap khilafah bisa diwujudkan atau yang menganggap bahwa khilafah mustahil ditegakkan, kita hargai pendapat mereka.
ngikut lagi, ah…
khilafah tegak? bisa saja; jika dan hanya jika, tapinya…
khilafah cuma bisa tegak kalo semua orang di negara kita yang majemuk ini sudah bisa menerima konsep islam tentang sistem pemerintahan suatu negara. jadi perkara pertama yang harus diluruskan adalah: bagaimana mengkampanyekan khilafah supaya bisa diterima oleh umat di luar islam?
well, sayangnya cara2 yang ada sekarang ini tidak mengarah ke situ. alih2 bikin islam bisa diterima, yang ada malah bikin islam tambah disebelin; belum apa-apa sudah nyalah2in orang lain, sih
saya malah jadi sebel sendiri… kalo caranya macam penulis blog ini, orang2 yang ngaku memperjuangkan agama saya itu malah bikin agama saya tambah disebelin orang lain. makanya saya sebel sama kegeblekan mereka. kalo cuma perorangan aja yang dicap geblek, sih, ya gpp. tapi ini, kan, menyangkut citra islam secara keseluruhan. dan, tentu saja saya nggak rela. gara2 goblok setitik, rusak pintar sebelanga
makanya saya bolak-balik bilang: belajar strategi periklanan!
Islam tidak mengajarkan / bahkan melarang teror / anarkis . . .
Non muslim jangan terpancing ma pelaku2 teror hingga anda menohok islam . . .
Perbuatan Imam samodra cs tidak dibenarkan dalam islam . . . ituadalah benar2 teror bukan jihad.
Berjihad yg sesuai tutunan islam dalam perang adalah berhadap2an diatur waktu n tempatnya, jai tidak ada korban bagi orang tak berdosa . . .
Imam samodra cs adl teror,dan raja teroris adalah barat / amirika cs . . . . . timbulnya teror imamcs adl imbas dari barat walo cara imam juga salah . . .
Islammadalah agama rahmatan lil’alamin
Alloh memerintahkan untuk menyebut orang selain islam sebagai “musyrik / kafir” dan bukannya “non muslim”.
jadi ada baiknya bila anda belajar dulu apa itu kafir apa itu muslim, status kehormatan dan darahnya dalam islam, setelah itu baru anda ngomong tentang islam.
OK…. !!!!
tau definisi dari “definisi”?
@Abu Dzakiya, ..ALLAH tidak mengajarkan Islam untuk menyebut diriNYA dengan kata “Alloh”. ALLAH adalah ALLAH dan bukan “Alloh”.
Bertobatlah kalian hai orang-orang munafik, sebelum azab dari ALLAH menghanguskanmu…!!!
@ jibrilkeok
ribut cuma gara2 masalah ejaan? tidak elegan sekali…..
He he he …..asyiiiiiiik…. Teroris sedang pada ngumpet kemana…? Residivis….penjahat……berlindung dibalik agama… Sekali lagi Bento………!!!